MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 26 Maret 2019 10:07
Tumbangnya Rekor 23 Tahun
Niko Schulz menjadi pahlawan karena golnya di menit 90.

PROKAL.CO, AMSTERDAM – Dalam dua dekade rekor Belanda atas Jerman ketika bermain di kandang cukup positif. Yakni dua menang dan dua seri. Namun setelah 23 tahun, akhirnya Oranye tumbang juga oleh Jerman. Terakhir kali Belanda kalah saat laga digelar di depan publiknya terjadi saat ujicoba internasional 25 Maret 1996. Saat itu Juergen Klinsmann jadi pencetak gol tunggal bagi Die Mannschaft.

Kemarin (25/3) di Johan Cruyff Arena, Jerman menekuk Belanda dengan skor 3-2 dalam matchday pertamanya grup C kualifikasi Euro 2020. Niko Schulz menjadi pahlawan juara dunia empat kali itu berkat golnya di menit ke-90. Dua gol lain Jerman dihasilkan Leroy Sane (15') dan Serge Gnabry (34'). Sementara Belanda mencetak gol lewat Matthijs de Ligt (48') dan Memphis Depay (63').

Der trainer Jerman Joachim Loew kepada ARD memberikan apresiasi buat timnya. Kemenangan ini membalas kekalahan telak Jerman dengan skor 0-3 di ajang UEFA Nations League A grup 1 (14/10/2018).

“Kami sukses mengalahkan lawan yang sangat kuat dan tiga poin ini seharusnya sangat sulit kami dapatkan. Dalam pandangan saya, performa kami di babak pertama terbilang fantastik,” kata Jogi, sapaan Joachim Loew.

Pilihan Jogi menepikan skuad pemenang Piala Dunia 2014 seperti Thomas Mueller, Mats Hummels, dan Jerome Boateng terlihat pas. Darah muda Jerman seperti Sane, Gnabry, Thilo Kehrer, maupun Schulz merepotkan lini belakang Belanda.

Kapten Belanda Virgil van Dijk ditulis Mirror sebagai titik lemah timnya. Ketiga gol Jerman lahir karena kelambatan Van Dijk yang kemarin berduet dengan De Ligt sebagai duo bek tengah.

“Serge (Gnabry) dan Leroy (Sane) tampil fantastik. Serge berkompetisi dengan Van Dijk sepanjang laga kemudian dia berhasil menjaga dominasi serangan, dan tampil berbahaya,” tutur Jogi. “Mengapa saya memasang tiga pemain cepat karena saya ingin mengejutkan di awal laga,” tambah pelatih yang sudah hampir 13 tahun menjadi arsitek Jerman.

Sementara itu, pelatih Belanda Ronald Koeman kepada Reuters berkata jika performa selama babak kedua jauh lebih apik dibanding babak pertama. Setelah tertinggal dua gol, tim juara Euro 1988 itu bisa menyamakan skor. Meski di akhir laga, timnya kebobolan. (dra)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:31

Takkan Gentar di Madura

SAMARINDA - Sebanyak 19 pemain diboyong Borneo FC ke Pamekasan…

Minggu, 26 Mei 2019 14:30

Ganti Poin Hilang di Madura

SAMARINDA - Raihan empat poin di dua laga perdana Liga…

Minggu, 26 Mei 2019 14:29

Isyaratkan Tambah Amunisi

DENPASAR – Meski saat ini sudah memiliki 26 pemain di…

Minggu, 26 Mei 2019 12:01

Gerry Jajal Mugello

MUGELLO–Satu lagi pebalap Indonesia akan berjuang di pentas Moto3 World…

Minggu, 26 Mei 2019 11:58

Perpisahan Harus Meriah

MENDUDUKI peringkat keenam saat ini membuat AS Roma menjadi unggulan…

Minggu, 26 Mei 2019 11:57

Pesta atau Petaka

INTER MILAN bisa saja lebih dulu mengamankan tiket ke Champions…

Minggu, 26 Mei 2019 11:56

AC Milan Memohon Fortuna

BAGI AC Milan, kemenangan jadi cara terbaik mereka menjaga asa…

Minggu, 26 Mei 2019 11:55

Perpanjang Nyawa La Viola

FIRENZE–Fans Fiorentina tak perlu cemas. Apapun hasil yang diraih Fiorentina…

Minggu, 26 Mei 2019 11:52

Tak Mudah Buat Sejarah

ATALANTA menjadi kontestan perebutan tiket Champions League paling mengejutkan. Betapa…

Minggu, 26 Mei 2019 11:49

TI Segera Tentukan Skuat

SAMARINDA - Setelah para atlet taekwondo yang tergabung dalam TC…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*