MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 25 Maret 2019 12:00
Jokowi-Prabowo Jangan Main Api

Seruan Tokoh Lintas Agama

Tokoh lintas agama.

PROKAL.CO, JAKARTA – Situasi menjelang pemungutan suara yang makin panas mendapat sorotan dari para tokoh lintas agama dan para budayawan. Kemarin (24/3) mereka mengadakan seruan bersama menjadikan suasana pemilu lebih dingin. Bagaimanapun, pemilu tidak boleh sampai menjadikan bangsa Indonesia terpecah belah.

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh. Di antaranya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Kemudian, mantan Kapolri Jenderal Suryo Bimantoro, Eros Djarot, H.S. Dillon, Putu Setia, Franz Magnis Suseno, Jaya Suprana, Romo Benny Susetyo, KH Syarif Rahmat, dan Pdt Martin L. Sinaga. Juga, hadir tokoh Khonghucu Uung Sendana.

Dalam kesempatan tersebut, Eros mengingatkan bahwa saat ini Indonesia tidak punya negarawan. Yang ada, politikus yang berorientasi pada kekuasaan. ’’Saya ajak Saudara Prabowo dan Saudara Jokowi untuk mulai menyadari, don’t play with fire. Jangan main api,’’ ucap Eros. Seharusnya elite lebih mampu memberikan contoh sehingga suasana politik bisa lebih dingin.

Senada, Uung mengingatkan, perbedaan pilihan itu hal wajar. Namun, yang terjadi, dalam memilih pemimpin, masyarakat jadi terbelah dalam arti negatif. ’’Orang tak lagi bisa melihat kebaikan, padahal kita sama-sama anak bangsa Indonesia,’’ tuturnya. Seharusnya tidak perlu saling menjatuhkan saat berbeda pilihan.

Sementara itu, Mahfud menekankan pada kontestasi yang fair dalam memilih pemimpin. Juga, menyerukan agar persatuan tetap dijaga setelah pemilu. Itu menjadi tugas seluruh anak bangsa tanpa kecuali. ’’Hanya kebersatuanlah yang bisa menjamin kebaikan masa depan bangsa dengan ideologinya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Benny lebih menyoroti maraknya berita hoax sebagai sumber panasnya tensi pemilu dan terbelahnya anak bangsa. Dia menyeru para produsen hoax untuk berhenti karena sama saja melawan tradisi. ’’Kita sudah biasa berbeda. Pancasila jadi rumah bersama tempat kita bermain. Rumah yang harus kita rawat,’’ ucapnya. (byu/c10/agm)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 12:51

Tradisi Makepung, Saat Ratusan Pasang Kerbau Adu Cepat

NEGARA - Setelah vakum selama sepuluh tahun lamanya, event Mekepung…

Senin, 15 Juli 2019 12:49

Istri Muda Cemburui Istri Pertama, Mau Gantung Diri, Eh Talinya Putus....

Bangli selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kasus…

Senin, 15 Juli 2019 12:38

Wilayah Pegunungan Terancam Cuaca Ekstrim

WAMENA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Wamena…

Senin, 15 Juli 2019 11:56

Perjalanan ke Makkah Dimulai

Gelombang perjalanan calon jamaah haji dari Madinah ke Makkah dimulai…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:09

Kemarau, 16 Waduk Kekeringan

JAKARTA – Musim kemarau memicu kekeringan dimana-mana. Meski demikian, Kementerian…

Sabtu, 13 Juli 2019 13:45

Modus Perdagangan Orang Bergeser

JAKARTA - Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PP…

Jumat, 12 Juli 2019 01:38

BPH Migas Bakal Bangun Pipa Gas Trans-Kalimantan, Panjangnya Segini...

Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas bakal membangun pipa gas Trans-Kalimantan…

Kamis, 11 Juli 2019 12:02

Menteri PPPA Tidak Setuju Aturan Poligami di Aceh

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akhirnya memberi…

Kamis, 11 Juli 2019 11:53

Begini Usaha Warga Melawan Haus di Tanah Tandus

SLAHUNG – Dwi Mahmudin harus bangun petang sebelum fajar menyingsing…

Kamis, 11 Juli 2019 11:08

Diduga Terima Suap, Gubernur Kepri Ditangkap KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*