MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:09
TEGANYA..!! Puluhan Anak Dipaksa Jadi Anjal

Dianiaya bila Tak Penuhi Target Setoran

HARUS JADI PERHATIAN: Dua anak yang melarikan diri setelah setahun terakhir dipaksa menjadi anjal-gepeng.

PROKAL.CO, SAMARINDA-2018 jadi awal mula mimpi buruk dua bersaudara, FK (12) dan IN (10). Dari kampung halamannya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka bersama 28 anak lain dibawa oleh dua pria menggunakan kapal ke Samarinda. Di Kota Tepian, mereka dipekerjakan menjadi pengemis dan pengamen.

Setiap hari mereka harus memasang wajah memelas, meminta-minta. Atau menyanyi sebisanya. Demi mendapat rupiah dari pengguna jalan. Mereka dituntut mengumpulkan uang bernominal tertentu. Jumlahnya ditentukan oleh dua pria tersebut. Bila tidak dipenuhi, mereka akan disakiti.

“Ibu lagi di Arab Saudi, bapak enggak tahu di mana,” tutur FK saat ditemui awak media kemarin (22/3). Kini mereka bisa lebih lega, karena telah terbebas dari kungkungan dua pria tersebut. Kemarin mereka dimintai keterangan oleh tim Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) Kaltim.

Dalam sehari, mereka diwajibkan menyetor uang Rp 1 juta. Bila tak terpenuhi, mereka akan menerima perlakuan kasar. Dan, mereka sering mendapat perlakuan tersebut. Mulai pukulan tangan kosong hingga benda tumpul. “Enggak tahu tempatnya (penyiksaan) di mana, karena mata ditutup dulu baru dibawa jalan,” ungkapnya.

Bocah yang terakhir kali bersekolah di kelas V SD itu mengungkapkan, tempat tidurnya tidak menentu. Yang mereka tahu, diantar dari kawasan Samarinda Seberang ke daerah Pasar Segiri. Di sana, mereka menyebar. Jika tak pulang, bakal dicari. Tentunya kembali disiksa. FK dan IN setiap hari mendapat pemukulan. “Paling banyak Rp 50 ribu,” tuturnya.

Nah, mereka melepaskan diri dari dunia kelam itu setelah berpapasan dengan relawan. Mereka terlihat kebingungan di kawasan Mahakam Lampion Garden (MLG), Sungai Kunjang. Kepala FK luka, badannya memar di sana-sini.

Koordinator PPTPPO Kaltim Adji Suwignyo menjelaskan saat ini pihaknya masih menelusuri keberadaan anak-anak lain yang bernasib sama dengan FK dan IN. “Ada satu anak katanya masih berada di tangan dua pria itu dalam kondisi terikat,” jelasnya. Menurut Adji, kasus perdagangan orang tidak bisa dimaafkan. Pemerhati anak itu menyebut, polisi harus serius menangani perkara ini.

Setelah diajak berbincang oleh Adji, FK dan IN enggan kembali. “Dia mau mondok (belajar di pondok pesantren),” sambungnya. Hingga kemarin, keduanya masih ada di salah satu markas relawan di kompleks Polsek Samarinda Kota. (*/dra/ndy/k16)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:14

Enam Lembaga Negara Digugat

Tragedi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, akhir Maret 2018, masih…

Rabu, 19 Juni 2019 12:12

Pemprov Janji Perketat Tambang

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Rabu, 19 Juni 2019 12:10

Konstruksi Ibu Kota Baru Dimulai 2021

JAKARTA–Rencana pemindahan ibu kota terus dipersiapkan. Meski lokasinya belum ditetapkan,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Rabu, 19 Juni 2019 10:44
Pemerintah Dituding Tak Sigap dalam Kasus Tragedi Teluk Balikpapan--sub

Pemerintah Dianggap Tak Siap, Enam Lembaga Negara Digugat

Tragedi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, akhir Maret 2018, masih…

Rabu, 19 Juni 2019 10:41
Yulia Hadi, dari Paser Wakili Tiga Negara di Kontes Kecantikan Tingkat Dunia

Voting di Posisi Teratas, Lolos Empat Besar, Final Digelar di Meksiko

Aktif di kegiatan sosial menjadi pintu gerbangnya menuju kontes kecantikan.…

Rabu, 19 Juni 2019 10:39
Pemprov Janji Perketat Tambang

Penanganan Banjir Samarinda, Pemda Kejar Anggaran ke Pusat

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*