MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:09
TEGANYA..!! Puluhan Anak Dipaksa Jadi Anjal

Dianiaya bila Tak Penuhi Target Setoran

HARUS JADI PERHATIAN: Dua anak yang melarikan diri setelah setahun terakhir dipaksa menjadi anjal-gepeng.

PROKAL.CO, SAMARINDA-2018 jadi awal mula mimpi buruk dua bersaudara, FK (12) dan IN (10). Dari kampung halamannya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka bersama 28 anak lain dibawa oleh dua pria menggunakan kapal ke Samarinda. Di Kota Tepian, mereka dipekerjakan menjadi pengemis dan pengamen.

Setiap hari mereka harus memasang wajah memelas, meminta-minta. Atau menyanyi sebisanya. Demi mendapat rupiah dari pengguna jalan. Mereka dituntut mengumpulkan uang bernominal tertentu. Jumlahnya ditentukan oleh dua pria tersebut. Bila tidak dipenuhi, mereka akan disakiti.

“Ibu lagi di Arab Saudi, bapak enggak tahu di mana,” tutur FK saat ditemui awak media kemarin (22/3). Kini mereka bisa lebih lega, karena telah terbebas dari kungkungan dua pria tersebut. Kemarin mereka dimintai keterangan oleh tim Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) Kaltim.

Dalam sehari, mereka diwajibkan menyetor uang Rp 1 juta. Bila tak terpenuhi, mereka akan menerima perlakuan kasar. Dan, mereka sering mendapat perlakuan tersebut. Mulai pukulan tangan kosong hingga benda tumpul. “Enggak tahu tempatnya (penyiksaan) di mana, karena mata ditutup dulu baru dibawa jalan,” ungkapnya.

Bocah yang terakhir kali bersekolah di kelas V SD itu mengungkapkan, tempat tidurnya tidak menentu. Yang mereka tahu, diantar dari kawasan Samarinda Seberang ke daerah Pasar Segiri. Di sana, mereka menyebar. Jika tak pulang, bakal dicari. Tentunya kembali disiksa. FK dan IN setiap hari mendapat pemukulan. “Paling banyak Rp 50 ribu,” tuturnya.

Nah, mereka melepaskan diri dari dunia kelam itu setelah berpapasan dengan relawan. Mereka terlihat kebingungan di kawasan Mahakam Lampion Garden (MLG), Sungai Kunjang. Kepala FK luka, badannya memar di sana-sini.

Koordinator PPTPPO Kaltim Adji Suwignyo menjelaskan saat ini pihaknya masih menelusuri keberadaan anak-anak lain yang bernasib sama dengan FK dan IN. “Ada satu anak katanya masih berada di tangan dua pria itu dalam kondisi terikat,” jelasnya. Menurut Adji, kasus perdagangan orang tidak bisa dimaafkan. Pemerhati anak itu menyebut, polisi harus serius menangani perkara ini.

Setelah diajak berbincang oleh Adji, FK dan IN enggan kembali. “Dia mau mondok (belajar di pondok pesantren),” sambungnya. Hingga kemarin, keduanya masih ada di salah satu markas relawan di kompleks Polsek Samarinda Kota. (*/dra/ndy/k16)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 09:07

Sungai Tercemar..!! Berwarna Cokelat dan Berbau Menyengat

BENGALON - Warga kembali dibuat khawatir oleh keruhnya air sungai…

Minggu, 21 April 2019 13:32
Data Quick Count Harus dibuka ke Publik

Kaltara Hanya 3 Sampel TPS, Lembaga Survey Bantah Afiliasi Politik

JAKARTA - Sejumlah lembaga Quick Count yang tergabung dalam Perhimpunan…

Minggu, 21 April 2019 12:47

Bawaslu dan DKPP Awasi KPU

JAKARTA –Dugaan kecurangan yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Minggu, 21 April 2019 10:59

KECIL..!! Anggaran Buat Akses Jalan Kutai Barat ke Mahakam Ulu

SAMARINDA - APBD Provinsi Kaltim Tahun 2019 hanya anggarkan Rp…

Minggu, 21 April 2019 10:08
Cardiff City vs Liverpool

Sinyal Pesta The Reds

CARDIFF CITY–Liverpool kampiun Liverpool musim ini? Terlalu dini untuk menyematkan…

Minggu, 21 April 2019 10:07

Seluruh Parpol di Kukar Sepakat Deklarasi Damai

Seluruh Partai Politik di Kabupaten Kukar melakukan deklarasi damai pasca…

Sabtu, 20 April 2019 14:04

Sementara Golkar Masih Berjaya, PDIP-PKS Mengekor

SAMARINDA–Real count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 20 April 2019 13:57

Kotak Suara “Diculik” ke Hotel, Tanpa Segel, KPU Justru Sebut Sesuai Aturan

BALIKPAPAN–Suasana tegang menyelimuti Hotel Mega Lestari, di Jalan ARS Muhammad,…

Sabtu, 20 April 2019 13:33

Kesalahan di Situng Bukan Karena Hacker

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat bicara terkait…

Sabtu, 20 April 2019 09:57

BANYAKNYA..!! Tak Dapat Formulir A5, 3.000 Karyawan Tak Nyoblos

SANGATTA - Pemilihan umum (pemilu) 2019 di Kutai Timur (Kutim)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*