MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 20 Maret 2019 12:57
WAHAI EMAK-EMAK..!! Siap-siap Ya, Harga Cabai Bakal Naik..!!
Setiap hari, sudah terjadi kenaikan harga cabai.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Sebagai kota jasa, Samarinda saat ini mengandalkan pasokan bahan makanan dari luar. Akibatnya bila ada gangguan cuaca, gangguan panen dari daerah penghasil atau hambatan transportasi, maka harga komoditas pertanian langsung melonjak tinggi. Cabai salah satu komoditas yang saat ini sedang mengalami kenaikan Rp 2.000-4.000 setiap harinya, disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Heni Purwaningsih. Dia mengatakan, tercatat pada 19 Maret harga cabai di pasaran sudah menyentuh Rp 35 ribu per kilogramnya. Padahal harga cabai biasanya Rp 20 ribu per kilogramnya.

“Setiap hari sudah terjadi kenaikan sedikit demi sedikit,” katanya kepada Kaltim Post, Selasa (19/3).

Kondisi saat ini, tambahnya, tidak lepas dari kondisi di daerah pemasok yaitu Jawa Timur, Sulawesi Tengah, atau Sulawesi Barat. Sejak Februari curah hujan di beberapa daerah pamasok cabai Kaltim mengalami curah hujan sedang hingga tinggi. Tentunya ini mempengaruhi pertanian cabai.

“Kondisi ini menyebabkan harga cabai di Kaltim mengalami peningkatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sepanjang kondisi cuaca dan jalur distribusi dari daerah tersebut sudah normal, maka harga akan kembali aman. Kenaikan harga akibat cuaca sudah biasa terjadi dan akan normal kembali.

“Cabai memang mendapat perhatian khusus. Samarinda sudah melakukan pengembangan pertanian organik cabai untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, kenaikan cabai tentunya akan berdampak pada tingkat inflasi Maret 2019. Faktor non fundamental seperti anomali cuaca, ekonomi biaya tinggi dan kebijakan energi pemerintah memengaruhi pencapaian inflasi terutama dari kelompok volatile food dan administered prices.

“Karena berdasarkan dokumen roadmap TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kaltim, cabai termasuk salah satu komoditas volatile foods yang perlu mendapat perhatian khusus,” katanya Selasa (19/3).

Menurutnya, cabai menjadi salah satu komoditas yang secara konsisten setiap tahunnya berkontribusi menyumbang inflasi di Samarinda. Terutama karena ketergantungan terhadap pasokan dari luar. Untuk mengurangi hal tersebut BI Kaltim telah menginisiasi program klaster cabai organik terpadu sejak 2014 berlokasi di Desa Sungai Siring, Desa Lempake dan Desa Lubuk Sawah Mugirejo. Untuk memberikan dampak dalam meningkatkan produksi cabai atau mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar, dilakukan pula perluasan cakupan pengembangan klaster.

“Seperti pembagian bibit cabai organic untuk ibu rumah tangga. Hal ini tentunya bisa mendukung mengurangi harga yang tinggi, dengan berkurangnya pasokan dari luar, melainkan dari dalam Samarinda,” pungkasnya. (*/ctr)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 13:57
Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir

Terdakwa Tak Hadirkan Saksi Meringankan, Sebut Sudah Jalankan Rekomendasi

SAMARINDA–Lima penyelenggara pemilihan kecamatan (PPK) Loa Janan Ilir (LJI) memilih…

Rabu, 26 Juni 2019 13:52

Diduga Cabuli Balita, Malah Ngaku Pernah "Main" dengan Nenek

SAMARINDA-“Saya enggak pernah berbuat seperti yang dilaporkan,” ucap Salahudin Sulaiman…

Rabu, 26 Juni 2019 13:01

Napi Lapas Bayur Ketahuan Kendalikan Bisnis Sabu, Begini Modusnya...

SAMARINDA - Aparat kembali mengungkap kembali bisnis haram narkotika sabu-sabu…

Rabu, 26 Juni 2019 12:59

LARUT..!! Truk Box vs Bus Tabrakan di Kilometer 30 Loa Janan

Kukar - Kecelakaan lalu lintas antar mobil box dengan Bus…

Selasa, 25 Juni 2019 12:11

Kuasa Hukum Bilang Salah Input karena Kelelahan, Ini Kata Komisioner Bawaslu Samarinda

Para PPK Loa Janan Ilir  (LJI), lewat kuasa hukumnya, Zainal…

Selasa, 25 Juni 2019 11:12

35 Anak Tewas di Lubang Tambang, DPRD Kaltim Seperti Tidak Terusik

SAMARINDA - Tewasnya anak ke 35 di lubang tambang seakan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:07

Anggaran tak Jelas, Pembangunan Masjid di Kinibalu Diminta Dihentikan

Samarinda - Sekitar 20 warga sekitar Lapangan Kinibalu berunjuk rasa…

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*