MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 12:54
Minyak Sawit Didiskriminasi, Pelaku Usaha Harus Cari Pasar Baru
Pengusaha meminta pemerintah pusat harus kuat melakukan tawar-menawar dengan UE, selain itu pelaku bisnis juga harus mencari alternatif pasar baru untuk minyak sawit.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Setelah berupaya mendiskriminasikan penggunaan minyak sawit, kini Uni Eropa (UE) terus menyudutkan produk turunan komoditas tersebut. Pengusaha meminta pemerintah pusat harus kuat melakukan tawar-menawar dengan UE, selain itu pelaku bisnis juga harus mencari alternatif pasar baru.

Komisi UE, memutuskan bahwa minyak kelapa sawit mentah adalah produk tidak ramah lingkungan dalam skema Renewable Energy Directive (RED) II.  Dalam skema RED II, Komisi Eropa menetapkan bahwa apabila perluasan lahan yang menyebabkan kerusakan alam di atas 10 persen akan dianggap sebagai produk berbahaya dan tidak akan digunakan di UE.Akibatnya, penggunaan CPO (crude palm oil) di UE akan dikurangi secara bertahap pada 2019-2023 dan dihapus mulai 2030. Kini dokumen RED II tersebut telah diajukan ke Parlemen dan Pemerintah Eropa untuk melalui proses persetujuan melalui jajak pendapat.

KetuaGabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) KaltimMuhammadsjah Djafar mengatakan, hal itu tentunya berpengaruh terhadap pasar CPO Indonesia. Namun, isu negatif itu masih bisa dilawan. Pemerintah masih memiliki peluang untuk melawan keputusan parlemen Uni Eropa yang telah memutuskan untuk melarang penggunaan sawit sebagai bahan bakar (biofuel).

“Keputusan itu kemungkinan masih bisa direvisi. Sebab, keputusan tersebut harus disetujui negara anggota Uni Eropa. Sehingga belum terlalu mengikat, kecuali sudah mejadi regulasi per negera,” katanya Senin (18/3).

Dia menjelaskan, di nasional pemerintah harus banyak melakukan negosiasi. Perkuat tim negosiasi untuk melobi Eropa. Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya termasuk peran kedutaan besar dan atase perdagangan di Eropa. Indonesia tidak sendirian, bisa bersama Malaysia atau penghasil sawit lainnya.

“Karena daya tawar bisa naik bila dilakukan bersama-sama dengan berbagai Negara penghasil sawit,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye positif di Eropa juga penting untuk membentuk opini publik bahwa sawit Indonesia sudah memenuhi standar lingkungan. Namun, selain itu para pengusaha termasuk Kaltim harus bisa menyiapkan strategi untuk cari pasar alternatif jika pasar Eropa tetap dihambat.

"Masih ada, pasar Afrika Utara, Timur Tengah dan Rusia prospek sebagai tujuan ekspor CPO ungkapnya.

Dia mengatakan, tapi utamanya pemerintah harus bisa melobi keputusan tersebut. Harus bisa mempersiapkan tawaran, seperti order pesawat Airbus dari Prancis bisa di berhentikan dahulu. Impor makanan minuman dari Eropa juga bisa dihambat di dalam negeri.

“Nah, posisi tawar tadi bisa membantu mengubah keputusan. Dalam berbisnis, kampanye negatif sudah biasa terjadi untuk menjatuhkan produk lawan,” pungkasnya. (*/ctr)


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 12:19

KPU Perintahkan Coblosan Susulan di 2.249 TPS

JAKARTA – Upaya melaksanakan pemungutan suara secara serentak pada Pemilu…

Jumat, 19 April 2019 11:51

Pilpres Usai, PNS Diminta Kembai Fokus Layani Masyarakat

 JAKARTA – Sehari setelah penyelenggaraan coblosan Pilpres 2019, Menteri Pendayagunaan…

Jumat, 19 April 2019 11:49

Dampingi Prabowo, Sandi Pilih Diam

JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya kembali…

Jumat, 19 April 2019 11:41
Perempuan Iraq yang Terkekang Adat Nahwa dan Fasliya

Dipaksa Menikah dan Jadi Tanda Perdamaian

Sebagian besar rakyat Iraq bergembira setelah Saddam Hussein tumbang. Namun,…

Jumat, 19 April 2019 11:21

Peluang All English Final Liga Champions

MANCHESTER – Inggris membuka peluang All English Final di Liga…

Jumat, 19 April 2019 10:31

Logistik Terlambat Datang, KPU Kaltim Gelar Pemungutan Suara Susulan

SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur (KPU Kaltim)…

Kamis, 18 April 2019 21:36

Karena Ini, Jokowi Akhirnya Deklarasikan Kemenangan

Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi akhirnya menyampaikan langsung hasil…

Kamis, 18 April 2019 21:34

Prabowo : Kami Deklarasi Lebih Cepat karena Ada Kecurangan

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menggelar konferensi pers…

Kamis, 18 April 2019 12:06

Jokowi Ma'aruf Menang, Jatam Sebut Kerusakan Lingkungan Kaltim Terus Berlangsung

SAMARINDA - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur menilai kemenangan…

Kamis, 18 April 2019 10:27

Tambah Rute Alternatif ke Bandara APT Pranoto

SAMARINDA–Genangan air yang lambat turun selepas hujan masih jadi penghambat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*