MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 12:54
Minyak Sawit Didiskriminasi, Pelaku Usaha Harus Cari Pasar Baru
Pengusaha meminta pemerintah pusat harus kuat melakukan tawar-menawar dengan UE, selain itu pelaku bisnis juga harus mencari alternatif pasar baru untuk minyak sawit.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Setelah berupaya mendiskriminasikan penggunaan minyak sawit, kini Uni Eropa (UE) terus menyudutkan produk turunan komoditas tersebut. Pengusaha meminta pemerintah pusat harus kuat melakukan tawar-menawar dengan UE, selain itu pelaku bisnis juga harus mencari alternatif pasar baru.

Komisi UE, memutuskan bahwa minyak kelapa sawit mentah adalah produk tidak ramah lingkungan dalam skema Renewable Energy Directive (RED) II.  Dalam skema RED II, Komisi Eropa menetapkan bahwa apabila perluasan lahan yang menyebabkan kerusakan alam di atas 10 persen akan dianggap sebagai produk berbahaya dan tidak akan digunakan di UE.Akibatnya, penggunaan CPO (crude palm oil) di UE akan dikurangi secara bertahap pada 2019-2023 dan dihapus mulai 2030. Kini dokumen RED II tersebut telah diajukan ke Parlemen dan Pemerintah Eropa untuk melalui proses persetujuan melalui jajak pendapat.

KetuaGabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) KaltimMuhammadsjah Djafar mengatakan, hal itu tentunya berpengaruh terhadap pasar CPO Indonesia. Namun, isu negatif itu masih bisa dilawan. Pemerintah masih memiliki peluang untuk melawan keputusan parlemen Uni Eropa yang telah memutuskan untuk melarang penggunaan sawit sebagai bahan bakar (biofuel).

“Keputusan itu kemungkinan masih bisa direvisi. Sebab, keputusan tersebut harus disetujui negara anggota Uni Eropa. Sehingga belum terlalu mengikat, kecuali sudah mejadi regulasi per negera,” katanya Senin (18/3).

Dia menjelaskan, di nasional pemerintah harus banyak melakukan negosiasi. Perkuat tim negosiasi untuk melobi Eropa. Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya termasuk peran kedutaan besar dan atase perdagangan di Eropa. Indonesia tidak sendirian, bisa bersama Malaysia atau penghasil sawit lainnya.

“Karena daya tawar bisa naik bila dilakukan bersama-sama dengan berbagai Negara penghasil sawit,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye positif di Eropa juga penting untuk membentuk opini publik bahwa sawit Indonesia sudah memenuhi standar lingkungan. Namun, selain itu para pengusaha termasuk Kaltim harus bisa menyiapkan strategi untuk cari pasar alternatif jika pasar Eropa tetap dihambat.

"Masih ada, pasar Afrika Utara, Timur Tengah dan Rusia prospek sebagai tujuan ekspor CPO ungkapnya.

Dia mengatakan, tapi utamanya pemerintah harus bisa melobi keputusan tersebut. Harus bisa mempersiapkan tawaran, seperti order pesawat Airbus dari Prancis bisa di berhentikan dahulu. Impor makanan minuman dari Eropa juga bisa dihambat di dalam negeri.

“Nah, posisi tawar tadi bisa membantu mengubah keputusan. Dalam berbisnis, kampanye negatif sudah biasa terjadi untuk menjatuhkan produk lawan,” pungkasnya. (*/ctr)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…

Minggu, 23 Juni 2019 22:41

KPK Cari Deputi Penindakan Baru

JAKARTA-Pimpinan KPK bersiap untuk merekrut deputi penindakan yang baru untuk…

Minggu, 23 Juni 2019 21:57

LAGI...Anak Tewas di Lubang Tambang, Pemerintah Dianggap Takut dengan Perusahaan

SAMARINDA - Untuk kesekian kalinya, bekas lubang tambang kembali makan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:42

Kualitas Runway Bandara APT Pranoto di Bawah Standar?

Runway Bandara APT Pranoto kembali bermasalah. Beberapa penerbangan tidak jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*