MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 20 Maret 2019 12:49
Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor
Pelabuhan Palaran, Samarinda. Seluruh komoditas ekspor Bumi Etam masih singgah di Surabaya dan Jakarta

PROKAL.CO, SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan Kaltim mampu melakukan ekspor hingga 1.500 kontainer. Namun, ekspor tersebut belum maksimal menggunakan program direct call di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Selama ini, seluruh komoditas ekspor Bumi Etam masih singgah di Surabaya dan Jakarta. Hal itu disebabkan program ini hanya sebatas mempercepat ekspor. Namun secara hitungan bisnis tidak begitu banyak perubahan dibandingkan jalur biasanya. Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, KKT untuk program direct call harus didukung oleh eksportir. Karena program itu merupakan salah satu solusi mempercepat barang ekspor, yang berujung pada efisiensi.

“Kita sebagai eksportir mengakui bahwa program ini sangat bagus, dan bisa mempercepat waktu. Tapi kita punya hitung-hitungan, sebenarnya tidak memiliki selisih untung banyak dibandingkan jalur yang ada,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Jumat (15/3).

Namun, tambahnya, dari sisi kecepatan sampainya barang ke negera tujuan itu yang penting. Hingga saat ini kendalanya belum terlaksana karena tidak ada industri yang mendukung program itu. Industrinya belum terbentuk.

“Daerah terdekat dari KKT harus memiliki industri pengembangan komoditas yang ada. Agar, program yang belum berjalan maksimal ini bias berguna,” katanya.

Dia menjelaskan, Kaltim tidak bisa terlalu muluk-muluk memilih ekspor. Selama ini, di Bumi Etam banyak sekali mengekspor barang curah, sehingga harus dikumpulkan dengan barang lainnya di Surabaya baru dikirim ke negera tujuan. Karena untuk mengekspor dari KKT harus memasok per kontainer, sehingga membutuhkan industri.

“Kalau curah seperti ini tidak mencukupi satu kapal, sehingga butuh banyak komoditas,” ujarnya.

Kemarin, tambahnya, Disperindag Kaltim sudah meminta GPEI Kaltim untuk bisa mengakomodir para pengekspor agar mengikuti program ini. Sehingga mendorong, minimal perbulan satu kapal.

“Tapi hingga saat ini data masih dikumpulkan,  komoditas apa yang bisa dikembangkan lalu dikirim secara besar melalui program direct call,” ungkapnya.

Menurutnya, yang terpenting Kaltim memiliki komoditas yang banyak, berkualitas, dan tersedia jangka panjang. Buah-buahan dan ikan dalam waktu terdekat yang paling bisa direct call, sedangkan yang lainnya menyusul.

“Kaltim jangan cepat puas dengan satu komoditas yang akan diekspor, harus banyak industri. Contohnya karet, produksinya ada tinggal industrinya seperti membuat ban agar bisa diekspor,” jelasnya.

Intinya, Kaltim tetap membutuhkan industri. Sebab, direct call hanya mempersingkat waktu kalau dibilang lebih murah belum bisa. Karena hanya sedikit berbeda dengan jalur yang sudah digunakan puluhan tahun untuk ekspor.

“Kalau mau berhasil untuk program ini, yang dibutuhkan industri produk baru agar ekspornya meningkat,” pungkasnya.(*/ctr)

  

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:21

Industri Ritel Makin Kompetitif, Pemain Besar Tutup Gerai

JAKARTA – Semakin kompetitifnya persaingan di dunia ritel membuat perusahaan…

Senin, 24 Juni 2019 10:19

Transportasi Online Tumbuhkan Transaksi Nontunai

SAMARINDA- Potensi ekonomi digital masih sangat besar di Kaltim. Utamanya…

Minggu, 23 Juni 2019 20:56

Bisnis Retail Masih Hadapi Goncangan, Enam Gerai Giant Ditutup

Bisnis retail menghadapi masih goncangan. PT Hero Supermarket Group Tbk,…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:42

Bertahap Mulai Tahun Depan, Distribusi Elpiji Melon Pakai Kartu

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kg…

Jumat, 21 Juni 2019 13:10

Perlu Yakinkan Pasar Sebelum B30

SAMARINDA-Mandatori pencampuran solar dengan 20 persen crude palm oil (CPO),…

Jumat, 21 Juni 2019 13:09

Investor Masih Tertarik dengan Pertambangan

SAMARINDA-Pada triwulan pertama Kaltim mencatat ada 763 izin usaha. Jumlah…

Jumat, 21 Juni 2019 13:05

Triwulan Kedua Ekonomi Kaltim Lebih Baik

SAMARINDA-Memasuki triwulan II 2019, ekonomi Kaltim diperkirakan tumbuh stabil dengan…

Jumat, 21 Juni 2019 13:03

Outflow Ramadan Rp 4,78 Triliun

SAMARINDA-Kinerja outflow saat Mei mencapai Rp 4,78 triliun, meningkat 86,03…

Jumat, 21 Juni 2019 12:58

Ekonomi Digital Kaltim Kian Pesat

SAMARINDA-Perkembangan dunia digital di Indonesia semakin pesat, tercatat pada 2018…

Jumat, 21 Juni 2019 11:57

Konsumen Sekarang Semakin Kritis

BALIKPAPAN-Tantangan marketing pada era saat ini bukan lagi seperti dulu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*