MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 20 Maret 2019 12:49
Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor
Pelabuhan Palaran, Samarinda. Seluruh komoditas ekspor Bumi Etam masih singgah di Surabaya dan Jakarta

PROKAL.CO, SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan Kaltim mampu melakukan ekspor hingga 1.500 kontainer. Namun, ekspor tersebut belum maksimal menggunakan program direct call di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Selama ini, seluruh komoditas ekspor Bumi Etam masih singgah di Surabaya dan Jakarta. Hal itu disebabkan program ini hanya sebatas mempercepat ekspor. Namun secara hitungan bisnis tidak begitu banyak perubahan dibandingkan jalur biasanya. Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, KKT untuk program direct call harus didukung oleh eksportir. Karena program itu merupakan salah satu solusi mempercepat barang ekspor, yang berujung pada efisiensi.

“Kita sebagai eksportir mengakui bahwa program ini sangat bagus, dan bisa mempercepat waktu. Tapi kita punya hitung-hitungan, sebenarnya tidak memiliki selisih untung banyak dibandingkan jalur yang ada,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Jumat (15/3).

Namun, tambahnya, dari sisi kecepatan sampainya barang ke negera tujuan itu yang penting. Hingga saat ini kendalanya belum terlaksana karena tidak ada industri yang mendukung program itu. Industrinya belum terbentuk.

“Daerah terdekat dari KKT harus memiliki industri pengembangan komoditas yang ada. Agar, program yang belum berjalan maksimal ini bias berguna,” katanya.

Dia menjelaskan, Kaltim tidak bisa terlalu muluk-muluk memilih ekspor. Selama ini, di Bumi Etam banyak sekali mengekspor barang curah, sehingga harus dikumpulkan dengan barang lainnya di Surabaya baru dikirim ke negera tujuan. Karena untuk mengekspor dari KKT harus memasok per kontainer, sehingga membutuhkan industri.

“Kalau curah seperti ini tidak mencukupi satu kapal, sehingga butuh banyak komoditas,” ujarnya.

Kemarin, tambahnya, Disperindag Kaltim sudah meminta GPEI Kaltim untuk bisa mengakomodir para pengekspor agar mengikuti program ini. Sehingga mendorong, minimal perbulan satu kapal.

“Tapi hingga saat ini data masih dikumpulkan,  komoditas apa yang bisa dikembangkan lalu dikirim secara besar melalui program direct call,” ungkapnya.

Menurutnya, yang terpenting Kaltim memiliki komoditas yang banyak, berkualitas, dan tersedia jangka panjang. Buah-buahan dan ikan dalam waktu terdekat yang paling bisa direct call, sedangkan yang lainnya menyusul.

“Kaltim jangan cepat puas dengan satu komoditas yang akan diekspor, harus banyak industri. Contohnya karet, produksinya ada tinggal industrinya seperti membuat ban agar bisa diekspor,” jelasnya.

Intinya, Kaltim tetap membutuhkan industri. Sebab, direct call hanya mempersingkat waktu kalau dibilang lebih murah belum bisa. Karena hanya sedikit berbeda dengan jalur yang sudah digunakan puluhan tahun untuk ekspor.

“Kalau mau berhasil untuk program ini, yang dibutuhkan industri produk baru agar ekspornya meningkat,” pungkasnya.(*/ctr)

  

 


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 12:12

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

JAKARTA – Mengantisipasi harga bawang putih yang melambung, Kemendag kemarin…

Jumat, 19 April 2019 11:44

Amazon Menyerah, Angkat Kaki dari Tiongkok

BEIJING – Beberapa tahun lalu Quenie Liao sudah menambatkan hatinya…

Rabu, 17 April 2019 12:55

Tekanan Inflasi Angkutan Udara Masih Terjaga

SAMARINDA-Saat ini harga tiket pesawat masih dikeluhkan tinggi. Meskipun tidak…

Rabu, 17 April 2019 12:53

Risiko Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga

SAMARINDA-Pada 2018, ekonomi Kaltim tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan ekonomi Kaltim…

Rabu, 17 April 2019 12:52

Kaltim Targetkan Menarik Investasi Rp 36,35 Triliun

SAMARINDA-Kaltim tahun ini menargetkan mampu menarik investasi Rp 36,35 triliun,…

Rabu, 17 April 2019 12:51

Lion Group Pastikan Kehadiran Rute Samarinda-Martua

SAMARINDA-Maskapai Lion Group melalui Wings Air memastikan akan segera membuka…

Senin, 15 April 2019 20:17

Dukungan PHM ke Mitra Binaan, dari Produksi Sampai Pemasaran

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam…

Senin, 15 April 2019 11:31

Pembatasan CPO Ancam Neraca Dagang

JAKARTA – Upaya penekanan defisit transaksi berjalan atau current account…

Minggu, 14 April 2019 13:44

Jelang Ramadan Kebutuhan Daging Sapi Diklaim Aman

SAMARINDA-Jelang Ramadan dan Idulfitri kebutuhan daging sapi diprediksi akan mencapai…

Minggu, 14 April 2019 13:06

Ada Minat Investasi Industri Minyak Goreng, Tapi Terkendala Ini...

SAMARINDA-Baru-baru ini Kaltim mendapat laporan perihal industri minyak goreng yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*