MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 12:48
GPEI Kaltim Gali Potensi Baru di Kaltim
Perkuat Sumbangan Devisa dengan Ekspor Buah
Di Kaltim selain ekspor batu bara dan migas, buah bisa menjadi pilihan. Buah yang sudah sangat bagus produksinya itu, nanas, buah naga, dan pisang.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, hasil tambang berkontribusi 77,04 persen terhadap total ekspor Bumi Etam, migas 15,55 persen dan industri  7,36 persen, sedangkan pertanian hanya 0,05 persen. Dalam stuktur pertanian produksi buah disebut bisa menjadi potensi baru bagi dunia ekspor Kaltim.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, buah-buahan bisa memperkuat sumbangan devisa ekspor provinsi dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) ini. GPEI terus berusaha mencari potensi ekspor baru di Bumi Etam karena devisa negara perlu ditingkatkan. Sehingga GPEI memiliki beberapa langkah, seperti bimbingan teknis untuk memberikan pengetahuan bahwa ekspor itu tidak sulit.

“Kita juga ingin ada fasilitas bagi masyarakat dan para pengusaha agar bisa meningkatkan ekspor di luar batu bara dan migas,” ungkapnya di sela-sela bimbingan teknis ekspor di kantor Kadin Kaltim Jalan Jendral Sudirman, Samarinda, Kamis (14/3).

Sementara ini, tambahnya, minyak kelapa sawit ekspornya sangat bagus, batu bara juga begitu. Ekspor CPO di Kaltim mengalami akselerasi mencapai 22 persen per tahun, serta batu bara juga terjadi peningkatan. Sudah berjalan ini ditingkatkan produksinya, yang belum berjalan harus didorong.

“Untuk ekspor kita harus memilih produk yang mudah, cukup jumlah barang, kualitas yang bagus, dan bersifat jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, di Kaltim selain ekspor batu bara dan migas, buah bisa menjadi pilihan. Buah yang sudah sangat bagus produksinya itu, nanas, buah naga, dan pisang. Produksi yang banyak berpotensi untuk ekspor, karena sudah banyak permintaan terutama dari Timur Tengah, Malaysia, negara-negara di Eropa dan lainnya.

“Langkah saat ini, bagaimana produk yang sudah ada ini tingkatkan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, GPEI sudah memiliki produk agar buah di Kaltim bisa tahan saat diekspor. Tidak mengubah rasa, aroma, dan warna dari buah itu. Untuk ekspor dibutuhkan komoditas jangka panjang, buyer dari luar negeri minimal satu kontainer untuk sekali pengiriman. Tapi kalau hanya satu kontainer tidak bisa cepat, akhirnya harus mampir di Surabaya baru diekspor.

“Karena itu kita juga menyediakan satu kawasan di daerah pendingin, Sanga-sanga Kutai Kartanegara agar satu kapal dengan muatan satu kontainer bisa langsung berangkat,” pungkasnya.

Secara angka, Wakil Ketua Umum Bidang Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Sevana Podung mengatakan, beberapa buyer sudah sering meminta buah naga. Bahkan, sempat dari Korea dan Taiwan meminta 500 ton per dua minggu. Secara potensi, jelas besar kalau kendala packaging sudah terpecahkan, maka ekspor buah di Kaltim bisa berjalan.

Packaging yang baik untuk buah segar kita agar tidak mudah membusuk. Solusinya ada, maka bias berjalan,“ tuturnya.

Menurutnya, produk pertanian di Bumi Etam seperti buah-buahan memiliki banyak peminat dari luar Indonesia. Namun, sulit mengekspor dengan jumlah banyak karena tidak ada packaging yang mendukung. Memang dibutuhkan perhatian khusus.

“Kalau memang sudah ada produk yang bisa membuat komoditas buah-buahan Kaltim tahan lama. Maka bukan hanya buah naga, tapi buah lain bisa ikut diekspor salah satunya pisang di Kutai Timur,” pungkasnya. (*/ctr)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:26
Jumlah Pelanggaran Pemilu 2019 Naik Pesat Dibanding 2014

Kombinasi Meningkatnya Pengawasan dan Bebalnya Peserta

Tingkat kepatuhan peserta pada Pemilu 2019, rupanya, belum membaik. Yang…

Senin, 24 Juni 2019 13:18

Pemilik Pabrik Korek Ditangkap di Hotel

LANGKAT – Polres Binjai terus mendalami kasus kebakaran yang menewaskan…

Senin, 24 Juni 2019 10:18

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih…

Minggu, 23 Juni 2019 22:57
Ahmad, Jadi Korban Ke-35 yang Tewas di Kolam Bekas Tambang

Diketahui Tenggelam setelah Empat Jam

Pemprov Kaltim sepertinya diuji. Setelah temuan sejumlah tambang ilegal di…

Minggu, 23 Juni 2019 22:54

Tambang di Samarinda, Pastikan TNI Tak Terlibat

ATURAN dilanggar. Hasil bumi dicuri. Namun hingga kini, belum tampak…

Minggu, 23 Juni 2019 22:47

Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...

JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:43

Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif…

Minggu, 23 Juni 2019 22:41

KPK Cari Deputi Penindakan Baru

JAKARTA-Pimpinan KPK bersiap untuk merekrut deputi penindakan yang baru untuk…

Minggu, 23 Juni 2019 21:57

LAGI...Anak Tewas di Lubang Tambang, Pemerintah Dianggap Takut dengan Perusahaan

SAMARINDA - Untuk kesekian kalinya, bekas lubang tambang kembali makan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:42

Kualitas Runway Bandara APT Pranoto di Bawah Standar?

Runway Bandara APT Pranoto kembali bermasalah. Beberapa penerbangan tidak jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*