MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 12:48
GPEI Kaltim Gali Potensi Baru di Kaltim
Perkuat Sumbangan Devisa dengan Ekspor Buah
Di Kaltim selain ekspor batu bara dan migas, buah bisa menjadi pilihan. Buah yang sudah sangat bagus produksinya itu, nanas, buah naga, dan pisang.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, hasil tambang berkontribusi 77,04 persen terhadap total ekspor Bumi Etam, migas 15,55 persen dan industri  7,36 persen, sedangkan pertanian hanya 0,05 persen. Dalam stuktur pertanian produksi buah disebut bisa menjadi potensi baru bagi dunia ekspor Kaltim.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, buah-buahan bisa memperkuat sumbangan devisa ekspor provinsi dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) ini. GPEI terus berusaha mencari potensi ekspor baru di Bumi Etam karena devisa negara perlu ditingkatkan. Sehingga GPEI memiliki beberapa langkah, seperti bimbingan teknis untuk memberikan pengetahuan bahwa ekspor itu tidak sulit.

“Kita juga ingin ada fasilitas bagi masyarakat dan para pengusaha agar bisa meningkatkan ekspor di luar batu bara dan migas,” ungkapnya di sela-sela bimbingan teknis ekspor di kantor Kadin Kaltim Jalan Jendral Sudirman, Samarinda, Kamis (14/3).

Sementara ini, tambahnya, minyak kelapa sawit ekspornya sangat bagus, batu bara juga begitu. Ekspor CPO di Kaltim mengalami akselerasi mencapai 22 persen per tahun, serta batu bara juga terjadi peningkatan. Sudah berjalan ini ditingkatkan produksinya, yang belum berjalan harus didorong.

“Untuk ekspor kita harus memilih produk yang mudah, cukup jumlah barang, kualitas yang bagus, dan bersifat jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, di Kaltim selain ekspor batu bara dan migas, buah bisa menjadi pilihan. Buah yang sudah sangat bagus produksinya itu, nanas, buah naga, dan pisang. Produksi yang banyak berpotensi untuk ekspor, karena sudah banyak permintaan terutama dari Timur Tengah, Malaysia, negara-negara di Eropa dan lainnya.

“Langkah saat ini, bagaimana produk yang sudah ada ini tingkatkan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, GPEI sudah memiliki produk agar buah di Kaltim bisa tahan saat diekspor. Tidak mengubah rasa, aroma, dan warna dari buah itu. Untuk ekspor dibutuhkan komoditas jangka panjang, buyer dari luar negeri minimal satu kontainer untuk sekali pengiriman. Tapi kalau hanya satu kontainer tidak bisa cepat, akhirnya harus mampir di Surabaya baru diekspor.

“Karena itu kita juga menyediakan satu kawasan di daerah pendingin, Sanga-sanga Kutai Kartanegara agar satu kapal dengan muatan satu kontainer bisa langsung berangkat,” pungkasnya.

Secara angka, Wakil Ketua Umum Bidang Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Sevana Podung mengatakan, beberapa buyer sudah sering meminta buah naga. Bahkan, sempat dari Korea dan Taiwan meminta 500 ton per dua minggu. Secara potensi, jelas besar kalau kendala packaging sudah terpecahkan, maka ekspor buah di Kaltim bisa berjalan.

Packaging yang baik untuk buah segar kita agar tidak mudah membusuk. Solusinya ada, maka bias berjalan,“ tuturnya.

Menurutnya, produk pertanian di Bumi Etam seperti buah-buahan memiliki banyak peminat dari luar Indonesia. Namun, sulit mengekspor dengan jumlah banyak karena tidak ada packaging yang mendukung. Memang dibutuhkan perhatian khusus.

“Kalau memang sudah ada produk yang bisa membuat komoditas buah-buahan Kaltim tahan lama. Maka bukan hanya buah naga, tapi buah lain bisa ikut diekspor salah satunya pisang di Kutai Timur,” pungkasnya. (*/ctr)


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 12:19

KPU Perintahkan Coblosan Susulan di 2.249 TPS

JAKARTA – Upaya melaksanakan pemungutan suara secara serentak pada Pemilu…

Jumat, 19 April 2019 11:51

Pilpres Usai, PNS Diminta Kembai Fokus Layani Masyarakat

 JAKARTA – Sehari setelah penyelenggaraan coblosan Pilpres 2019, Menteri Pendayagunaan…

Jumat, 19 April 2019 11:49

Dampingi Prabowo, Sandi Pilih Diam

JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya kembali…

Jumat, 19 April 2019 11:41
Perempuan Iraq yang Terkekang Adat Nahwa dan Fasliya

Dipaksa Menikah dan Jadi Tanda Perdamaian

Sebagian besar rakyat Iraq bergembira setelah Saddam Hussein tumbang. Namun,…

Jumat, 19 April 2019 11:21

Peluang All English Final Liga Champions

MANCHESTER – Inggris membuka peluang All English Final di Liga…

Jumat, 19 April 2019 10:31

Logistik Terlambat Datang, KPU Kaltim Gelar Pemungutan Suara Susulan

SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur (KPU Kaltim)…

Kamis, 18 April 2019 21:36

Karena Ini, Jokowi Akhirnya Deklarasikan Kemenangan

Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi akhirnya menyampaikan langsung hasil…

Kamis, 18 April 2019 21:34

Prabowo : Kami Deklarasi Lebih Cepat karena Ada Kecurangan

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menggelar konferensi pers…

Kamis, 18 April 2019 12:06

Jokowi Ma'aruf Menang, Jatam Sebut Kerusakan Lingkungan Kaltim Terus Berlangsung

SAMARINDA - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur menilai kemenangan…

Kamis, 18 April 2019 10:27

Tambah Rute Alternatif ke Bandara APT Pranoto

SAMARINDA–Genangan air yang lambat turun selepas hujan masih jadi penghambat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*