MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:58
Pesawat Tempur Canggih Bakal Datang, Ini yang Dilakukan TNI AU

TNI AU Perbarui Hanggar dan Apron Skadron Udara 14 Tempur

Sukhoi SU 35 yang tak lama lagi memperkuat arsenal TNI AU.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pengadaan pesawat tempur untuk menggantikan F-5 Tiger di Skadron Udara 14 Tempur sangat penting bagi TNI AU. Sebab, beberapa tahun belakangan para penerbang di skadron tersebut sudah tidak punya pesawat tempur. Oleh TNI AU, F-5 Tiger sudah dipensiunkan. Karena itu, belanja pesawat tempur baru terus mereka upayakan. Sambil menunggu kedatangan pesawat tersebut, matra udara membangun infrastruktur.

 Sebagaimana diputuskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), Sukhoi SU-35 bakal dijadikan pengganti F-5 Tiger. Namun demikian, sampai saat ini pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu masih berproses. Sementara menunggu kedatangan pesawat tersebut ke tanah air, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna berinisiatif mempersiapkan diri. ”Jangan sampai kami yang telat,” ungkap dia kemarin (19/3).

 Pejabat yang biasa dipanggil Yuyu itu menjelaskan, Skadron Udara 14 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi memang tidak kosong sama sekali. Sudah ada infrastruktur yang sebelumnya mereka pakai untuk jet tempur F-5 Tiger. Namun demikian, pembaruan infrastruktur tetap perlu dilakukan. Sebab, skadron tempur itu tidak akan diperkuat lagi dengan pesawat yang sama.

 Apabila Sukhoi SU-35 sudah datang, infrastruktur yang ada tidak akan memadai untuk digunakan lagi. Karena itu, TNI AU memutuskan lebih dulu membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Mulai hanggar sampai apron di Skadron Udara 14 Tempur, semua diperbarui. ”Karena skadron 14 yang lama hanggarnya kecil,” terang Yuyu. Langkah tersebut diyakini Yuyu bakal lebih efektif ketimbang TNI AU hanya menunggu kedatangan Sukhoi SU-35.

 Dengan dimulainya pembangunan hanggar dan apron di markas Skadron Udara 14 Tempur, mereka bakal lebih siap saat pesawat yang dibeli oleh Kemhan datang. Sejauh ini, Yuyu memastikan bahwa seluruh proses yang menjadi tanggung jawab TNI AU dalam pengadaan Sukhoi SU-35 sudah tuntas. ”Tugas-tugas kami sudah selesai,” imbuhnya. Menurut dia, sekarang, pihak matra udara tinggal menunggu progres yang berjalan di Kemhan.

 Berdasar informasi yang diperoleh Yuyu, masih ada beberapa hal yang perlu dibahas oleh Kemhan. “Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan,” ungkap perwira tinggi TNI AU berdarah Sunda tersebut. ”Masalah imbal dagang, terkait regulasi, dan sebagainya,” tambah orang nomor satu di TNI AU itu. Semua urusan tersebut, lanjutnya, tengah berusaha dituntaskan oleh Kemhan.

 Sebagai instansi yang bertugas menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yuyu mengakui bahwa pihaknya ingin semua proses tersebut cepat selesai. ”Sehingga bisa segera memperkuat skadron 14,” jelas dia. Maklum, sejak ditinggalkan oleh F-5 Tiger, para penerbang di skadron tersebut sudah lebih dari dua tahun tanpa pesawat. Padahal, mereka butuh pesawat untuk berlatih dan operasional.

 Namun demikian, TNI AU juga tidak berdiam diri. Mereka sudah mulai melatih penerbang Skadron Udara 14 Tempur menggunakan pesawat buatan Sukhoi. ”Supaya lebih cepat adaptasi,” imbuhnya. Pelatihan itu dilakukan di tanah air dengan menggunakan Sukhoi SU-30. Apabila sudah ada kontrak efektif untuk pembelian Sukhoi SU-35, bukan tidak mungkin para penerbang tersebut juga akan dikirim ke Rusia guna berlatih langsung menggunakan pesawat itu. (syn/)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:34

Pemerintah Pusat Dituntut Responsif

SAMARINDA-Upaya pemerintah mencegah warga yang tewas di kolam bekas tambang…

Rabu, 26 Juni 2019 15:33

Abdoel Moeis Hassan, Tokoh Pertama Kaltim yang Bakal Diusulkan Jadi Pahlawan

Indonesia merdeka hampir 74 tahun. Namun, Kaltim belum memiliki pahlawan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:22

KPK Ingatkan Kembali Komitmen Pemberantasan Korupsi Kepala Daerah Se Kaltim

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penandatanganan Komitmen pelaksanaan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:55
27 Juni Putusan Sidang MK

Kapolda Diperintah Tak Beri Izin Demo di Sekitar Gedung MK

JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dibacakan besok…

Rabu, 26 Juni 2019 12:58

Keruk Batu Bara Ilegal di Konsesi Insani

TAMBANG ilegal merugikan banyak pihak. Tak hanya warga, negara pun…

Rabu, 26 Juni 2019 12:55

Kasus Tewasnya Bocah di Kolam Bekas Tambang, Pemprov Salahkan Orangtua

SAMARINDA-Penjelasan soal tewasnya bocah di kolam tambang adalah kesalahan orangtua…

Rabu, 26 Juni 2019 12:52

Anak Pemilik Hotel Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai Delapan

BALIKPAPAN-Sedang duduk di teras, Senin (24/6) sekitar pukul 11.20 Wita,…

Selasa, 25 Juni 2019 13:43

Persaingan Retailer Makin Ketat, Keuntungan Terus Mengecil

BALIKPAPAN—Persaingan bisnis retail makanan dan minuman semakin ketat. Bahkan, tidak…

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir

349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan

Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima…

Selasa, 25 Juni 2019 11:23

WADUH...!! Alat Navigasi Bandara Kalimarau Rusak

TANJUNG REDEB - Alat navigasi, Very High Frequency Omnidirectional Range…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*