MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:58
Pesawat Tempur Canggih Bakal Datang, Ini yang Dilakukan TNI AU

TNI AU Perbarui Hanggar dan Apron Skadron Udara 14 Tempur

Sukhoi SU 35 yang tak lama lagi memperkuat arsenal TNI AU.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pengadaan pesawat tempur untuk menggantikan F-5 Tiger di Skadron Udara 14 Tempur sangat penting bagi TNI AU. Sebab, beberapa tahun belakangan para penerbang di skadron tersebut sudah tidak punya pesawat tempur. Oleh TNI AU, F-5 Tiger sudah dipensiunkan. Karena itu, belanja pesawat tempur baru terus mereka upayakan. Sambil menunggu kedatangan pesawat tersebut, matra udara membangun infrastruktur.

 Sebagaimana diputuskan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), Sukhoi SU-35 bakal dijadikan pengganti F-5 Tiger. Namun demikian, sampai saat ini pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu masih berproses. Sementara menunggu kedatangan pesawat tersebut ke tanah air, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna berinisiatif mempersiapkan diri. ”Jangan sampai kami yang telat,” ungkap dia kemarin (19/3).

 Pejabat yang biasa dipanggil Yuyu itu menjelaskan, Skadron Udara 14 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi memang tidak kosong sama sekali. Sudah ada infrastruktur yang sebelumnya mereka pakai untuk jet tempur F-5 Tiger. Namun demikian, pembaruan infrastruktur tetap perlu dilakukan. Sebab, skadron tempur itu tidak akan diperkuat lagi dengan pesawat yang sama.

 Apabila Sukhoi SU-35 sudah datang, infrastruktur yang ada tidak akan memadai untuk digunakan lagi. Karena itu, TNI AU memutuskan lebih dulu membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Mulai hanggar sampai apron di Skadron Udara 14 Tempur, semua diperbarui. ”Karena skadron 14 yang lama hanggarnya kecil,” terang Yuyu. Langkah tersebut diyakini Yuyu bakal lebih efektif ketimbang TNI AU hanya menunggu kedatangan Sukhoi SU-35.

 Dengan dimulainya pembangunan hanggar dan apron di markas Skadron Udara 14 Tempur, mereka bakal lebih siap saat pesawat yang dibeli oleh Kemhan datang. Sejauh ini, Yuyu memastikan bahwa seluruh proses yang menjadi tanggung jawab TNI AU dalam pengadaan Sukhoi SU-35 sudah tuntas. ”Tugas-tugas kami sudah selesai,” imbuhnya. Menurut dia, sekarang, pihak matra udara tinggal menunggu progres yang berjalan di Kemhan.

 Berdasar informasi yang diperoleh Yuyu, masih ada beberapa hal yang perlu dibahas oleh Kemhan. “Ada beberapa hal yang perlu diselesaikan,” ungkap perwira tinggi TNI AU berdarah Sunda tersebut. ”Masalah imbal dagang, terkait regulasi, dan sebagainya,” tambah orang nomor satu di TNI AU itu. Semua urusan tersebut, lanjutnya, tengah berusaha dituntaskan oleh Kemhan.

 Sebagai instansi yang bertugas menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yuyu mengakui bahwa pihaknya ingin semua proses tersebut cepat selesai. ”Sehingga bisa segera memperkuat skadron 14,” jelas dia. Maklum, sejak ditinggalkan oleh F-5 Tiger, para penerbang di skadron tersebut sudah lebih dari dua tahun tanpa pesawat. Padahal, mereka butuh pesawat untuk berlatih dan operasional.

 Namun demikian, TNI AU juga tidak berdiam diri. Mereka sudah mulai melatih penerbang Skadron Udara 14 Tempur menggunakan pesawat buatan Sukhoi. ”Supaya lebih cepat adaptasi,” imbuhnya. Pelatihan itu dilakukan di tanah air dengan menggunakan Sukhoi SU-30. Apabila sudah ada kontrak efektif untuk pembelian Sukhoi SU-35, bukan tidak mungkin para penerbang tersebut juga akan dikirim ke Rusia guna berlatih langsung menggunakan pesawat itu. (syn/)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 11:01

SALAH INPUT LAGI..?? Suara Jokowi Ditambah 500, Prabowo Dikurangi 100 di TPS 18 Malakasari

Kesalahan entri data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi…

Senin, 22 April 2019 09:07

Sungai Tercemar..!! Berwarna Cokelat dan Berbau Menyengat

BENGALON - Warga kembali dibuat khawatir oleh keruhnya air sungai…

Minggu, 21 April 2019 13:32
Data Quick Count Harus dibuka ke Publik

Kaltara Hanya 3 Sampel TPS, Lembaga Survey Bantah Afiliasi Politik

JAKARTA - Sejumlah lembaga Quick Count yang tergabung dalam Perhimpunan…

Minggu, 21 April 2019 12:47

Bawaslu dan DKPP Awasi KPU

JAKARTA –Dugaan kecurangan yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Minggu, 21 April 2019 10:59

KECIL..!! Anggaran Buat Akses Jalan Kutai Barat ke Mahakam Ulu

SAMARINDA - APBD Provinsi Kaltim Tahun 2019 hanya anggarkan Rp…

Minggu, 21 April 2019 10:08
Cardiff City vs Liverpool

Sinyal Pesta The Reds

CARDIFF CITY–Liverpool kampiun Liverpool musim ini? Terlalu dini untuk menyematkan…

Minggu, 21 April 2019 10:07

Seluruh Parpol di Kukar Sepakat Deklarasi Damai

Seluruh Partai Politik di Kabupaten Kukar melakukan deklarasi damai pasca…

Sabtu, 20 April 2019 14:04

Sementara Golkar Masih Berjaya, PDIP-PKS Mengekor

SAMARINDA–Real count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 20 April 2019 13:57

Kotak Suara “Diculik” ke Hotel, Tanpa Segel, KPU Justru Sebut Sesuai Aturan

BALIKPAPAN–Suasana tegang menyelimuti Hotel Mega Lestari, di Jalan ARS Muhammad,…

Sabtu, 20 April 2019 13:33

Kesalahan di Situng Bukan Karena Hacker

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat bicara terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*