MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 20 Maret 2019 11:12
DIRACUN...?? Puluhan Hiu Jinak Mati Misterius
Puluhan hiu di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, mati mendadak. Pemilik penangkaran menduga, hiu-hiu itu mati akibat diracun. Saat ini, pemilik telah melapor pada pihak kepolisian dan membawa sampel untuk dicek di laboratorium.

PROKAL.CO, JEPARA – Puluhan hiu di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, mati mendadak. Pemilik penangkaran menduga, hiu-hiu itu mati akibat diracun. Saat ini, pemilik telah melapor pada pihak kepolisian dan membawa sampel untuk dicek di laboratorium.

Pemilik penangkaran Minarno (Tjoen Ming) menceritakan, hiu mati mendadak ini terjadi pada Kamis (7/3) lalu. Sekitar pukul 04.00, salah satu penjaga di kolam penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar bangun hendak ke kamar kecil. Kemudian melihat hiu-hiu menggelepar.

Penjaga tersebut kemudian membangunkan penjaga lain dan melihat hiu-hiu sudah mati. Ikan-ikan kecil dan terumbu karang di dua kolam itu juga mati. ”Sekitar pukul 05.00, penjaga melaporkan kejadian tersebut pada saya melalui telepon. Karena saya tidak berada di tempat saat itu,” kata Tjoen Ming kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Tjoen Ming melanjutkan, semua hiu dari dua kolam penangkaran mati. Jumlahnya mencapai 100 ekor. Tak hanya hiu, ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang ada di dua kolam itu, juga ikut mati.

”Hiu-hiu yang mati itu semua indukan. Usianya kira-kira 40 tahun. Kalau hiu yang anakan selalu saya pindah dan tempatkan di kolam terpisah di bagian belakang, supaya tidak berebut makanan. Hiu anakan semuanya masih hidup,” ungkapnya.

Tjoen Ming mengaku kaget mendengar laporan dari penjaga penangkaran hiu miliknya. Sebab, dia menilai hiu indukan daya tahannya tinggi dan tidak mudah mati. ”Karena itu saya menduga seperti ada yang ”mengerjai”. Karena warna air di kolam penangkaran dan di luar kolam berbeda,” jelasnya.

Laki-laki yang mengembangkan penangkaran hiu sejak 1966 itu, menyampaikan, dia kemudian meminta penjaga mengambil sampel daging hiu dan air kolam untuk dibawa ke laboratorium. ”Saya sudah melapor pada pihak kepolisian (Polda Jateng). Hiu-hiu itu kemudian kami bakar supaya tidak menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Disinggung mengenai kerugian yang dialaminya, Tjoen Ming mengaku tidak bisa menaksir. ”Selama ini saya tidak pernah jual ikan. Kalau ada yang minta indukan untuk dikembangkan justru saya kasih. Bukan masalah nominal, tetapi saya sangat kecewa karena hiu-hiu itu saya rawat sejak kecil dan sudah jinak,” katanya.

Terpisah, Saptagus Karnanejeng Rahmadi, camat Karimunjawa saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai kasus ini. ”Kewenangannya tidak di kami. Jadi, belum bisa berkomentar,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa membenarkan kejadian ini. Kepala BTN Karimunjawa Agus Prabowo, menyatakan, pihaknya menerima informasi terkait adanya hiu mati secara mendadak yang terdapat di kolam pemeliharaan hiu di Pulau Menjangan Besar pada Selasa (12/3) lalu.

Pihak BTN Karimunjawa juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Namun, sesampainya di lokasi mereka tidak menjumpai hiu mati. Sebaliknya, ada 10 ekor hiu hidup di kolam berjaring.

Pihak BTN Karimunjawa kemudian menggali keterangan lebih lanjut dari penjaga kolam penangkaran. ”Jumlah hiu yang dijumpai mati di dasar kolam ada sebanyak 40 hingga 45 dan dua ekor masih bisa diselamatkan dengan memindahkan ke keramba lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemilik telah melaporkan pada pihak kepolisian dan mengambil sampel untuk dibawa ke laboratorium. ”Itu untuk memastikan penyebab kematian hiu-hiu tersebut,” imbuhnya. (emy/lin)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:37

Tolak Wacana Revisi UU MD3

JAKARTA – Wacana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014…

Rabu, 26 Juni 2019 15:05

Mengorek Hasil Penelitian Balai Arkeologi Papua Dua Tahun Terakhir

Tak ada masa depan bila tak ada cerita masa lalu.…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Berharap Kuota Tambahan Jadi Permanen

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) berharap tambahan kuota haji sebanyak…

Rabu, 26 Juni 2019 14:46

Jaksa KPK Kembali Panggil Lukman dan Khofifah

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (JPU KPK)…

Rabu, 26 Juni 2019 14:43
KPK Terus Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Yasonna dan Taufiq Effendi Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP…

Rabu, 26 Juni 2019 14:36
Rekrutmen Calon Pimpinan KPK

Sembilan Jenderal Polri Lolos Seleksi Internal Capim KPK

JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:33

Berlaku Sistem Baru, Jumlah Pendaftar SBMPTN Turun

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup…

Rabu, 26 Juni 2019 14:20
Peneliti UGM Rilis Hasil Riset Penyebab Petugas KPPS Meninggal

KPPS Tak Ada Yang Diracun, tapi Anggap KLB

JAKARTA – Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab…

Rabu, 26 Juni 2019 12:40

Venue PON XX Papua Selesai Juni 2020

JAKARTA  – Progres Konstruksi 4 Venue PON XX Papua diyakini…

Selasa, 25 Juni 2019 13:49

Sehari, Indonesia Diguncang 53 Kali Gempa

JAKARTA – Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*