MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Selasa, 19 Maret 2019 09:35
NAH KAN....!! Kotak Hitam Buktikan Kecelakaan Ethiopian Air Mirip Lion Air
Analisis kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia dan Indonesia memperlihatkan “kemiripan yang jelas” ungkap otoritas Addis Ababa. Tak hanya Boeing, pihak regulasi penerbangan AS turut dipertanyakan (Sky News)

PROKAL.CO, Analisis kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia dan Indonesia memperlihatkan “kemiripan yang jelas” ungkap otoritas Addis Ababa. Tak hanya Boeing, pihak regulasi penerbangan AS turut dipertanyakan.

Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Moges mengungkapkan pada hari Minggu (17/03), berdasarkan analisis terhadap kotak hitam yang berisi flight data recorder atau data penerbangan, disimpulkan adanya indikasi bahwa kasus pesawat Ethiopian Airlines memperlihatkan "kemiripan yang jelas" dengan kecelakaan pesawat Lion Air di Indonesia.

"Ini adalah kasus yang sama dengan yang terjadi di Indonesia. Ada kesamaan yang jelas antara dua kecelakaan sejauh ini,” kata juru bicara Kementerian Transportasi Ethiopia, Muse Yiheyis seperti dikutip dari Reuters. Pasca kecelakaan, sistem keselamatan pesawat Boeing dipertanyakan sebab dua pesawat naas tersebut berjenis Boeing 787 MAX dan keduanya jatuh beberapa menit setelah lepas landas.

pesawat jatuh, pesawat, kecelakaan pesawat, pesawat ethiopian airlines, ethiopian airlines,

Tim investigasi masih menganalisis temuan awal dari kecelakaan Lion Air JT 610 yang terjadi Oktober lalu di Jakarta. Besar kemungkinan ada fungsi yang bermasalah pada fitur sistem anti-stall (Reuters)

Kesimpulan tersebut diperoleh melalui data yang berhasil dipulihkan tim penyelidik Amerika dan Ethiopia di Prancis. Namun pejabat AS menyebutkan kepada Reuters, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) dan Dewan Kelamatan Transportasi AS (NTSB) belum memvalidasi data tersebut. Proses verifikasi baru akan dilakukan ketika tim penyelidik Ethiopia kembali dari Prancis.

Sistem anti-stall Boeing penyebab kecelakaan?
 
Tim investigasi masih menganalisis temuan awal dari kecelakaan Lion Air JT 610 yang terjadi Oktober lalu di Jakarta. Besar kemungkinan ada fungsi yang bermasalah pada fitur sistem anti-stall yang dikenal dengan sebutan MCAS (Manuevering Characteristics Augmentation System).

Perusahaan Boeing hari Minggu (17/03) menyebutkan mereka bersiap untuk merilis perangkat lunak yang akan menyempurnakan sistem tersebut.

"Sementara para penyelidik terus berkerja untuk mencari penyebab yang pasti, Boeing sedang menyelesaikan pengembangan perangkat lunak seperti yang disampaikan sebelumnya dan memperbaruhi pelatihan pilot yang akan menangani aturan yang mengontrol perilaku penerbangan MCAS dalam menanggapi data input sensor yang salah," ungkap Presiden dan CEO Boeing, Dennnis Muilenburg.

Boeing mengembangkan sistem anti-stall karena letak posisi mesin pesawat yang terlalu ke depan sehingga perangkat lunak tersebut dapat difungsikan untuk menghindari kegagalan dengan mengukur kecepatan dan angle of attack pesawat.

Sertifikasi bermasalah

Penyelidikan masih akan memakan waktu berbulan-bulan, namun tekanan besar kini menyasar FAA terkait proses sertifikasi. Sejumlah pengamat mempertanyakan mengapa FAA tetap memberikan lampu hijau terhadap sistem MCAS ketika sebelumnya banyak pilot AS yang secara serius telah mempersoalkan sistem tersebut.

FAA membantah dan menegaskan telah mengikuti standar prosedur. "Sertifikasi 737 MAX mengikuti standar proses sertifikasi FAA,” ungkapnya secara tertulis kepada AFP.

FAA kini berada di bawah "penyelidikan tidak biasa" kementerian transportasi AS terkait masalah ini, khususnya kantor FAA di Seattle. Pesawat Boeing dibangun di dekat Seattle, AS. Harian The Seattle Times mengungkap bahwa FAA telah mendelegasikan sebagian dari proses sertifikasi untuk pesawat – termasuk MCAS – kepada para insiyur Boeing.

Analisis keselamatan yang asli yang diberikan Boeing kepada FAA berisi "beberapa kelemahan penting," tulis surat kabar tersebut, seraya menambahkan bahwa proses tersebut dilakukan secara tergesa-gesa sebab Boeing sedang mengejar ketertinggalan akibat persaingan binis dengan kompetitornya, Airbus yang baru meluncurkan jenis A 320 Neo. Model tersebut laku keras untuk pasar penerbangan jarak dekat. Laporan yang dimaksud dikeluarkan 11 hari sebelum kecelakaan Ethiopian Airlines, tulis surat kabar tersebut lebih lanjut. (ts/hp (AFP, Reuters)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:29

Gedung 7 Lantai Ambruk, 18 Tewas

PHNOM PENH – Phat Sophal kaget bukan kepalang. Dia pun…

Senin, 24 Juni 2019 13:24

Trump dan Kim Jong un Surat-Suratan

PYONGYANG – Tensi hubungan AS dan Korut sedang naik turun.…

Senin, 24 Juni 2019 09:38

Di Balik Ancaman Perang Iran versus Amerika Serikat

Kamis lalu (20/6), bisa saja menjadi titik awal konflik bersenjata…

Senin, 24 Juni 2019 09:37

Antara Minyak Bumi dan Selat Hormuz

AMBANG konflik bersenjata Iran dan AS selalu punya satu benang…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:57

Protes Georgia Berujung Ricuh

TBILISI – Ibu kota Georgia, Tbilisi, negara pecahan Uni Soviet,…

Jumat, 21 Juni 2019 11:36

Tiongkok Cari Senjata Lawan Trump

PYONGYANG – Xi Jinping resmi menjadi pemimpin Tiongkok pertama yang…

Jumat, 21 Juni 2019 11:35

Singapura Cabut Izin Dokter Cabul

SINGAPURA – Hukuman bertubi-tubi menimpa Tan Kok Leong. Izin praktik…

Jumat, 21 Juni 2019 11:32

Pangeran Arab Dituding Terlibat Pembunuhan

JENEWA – Muhammad bin Salman (MBS) kian sulit berkelit. Putra…

Kamis, 20 Juni 2019 21:29

CANGGIH..!! Ganti Saluran dengan Tatapan Mata

Tidak perlu menggunakan jari saat mengoperasikan remote televisi ini. Cukup…

Rabu, 19 Juni 2019 12:38

Carrie Lam Janji Tebus Dosa

HONGKONG – Selasa (18/6) pukul 16.00, Chief Executive Hongkong Carrie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*