MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 17 Maret 2019 11:02
Iseng Berbuah Hasil

Qory Marcarolina

YAKIN: Meski sempat mendengar komentar negatif terkait usahanya, Qory tak ambil pusing. Menurutnya, hal itu biasa terjadi. Dia justru memilih untuk menutup telinga dan selalu yakin dengan kemampuannya.

PROKAL.CO, Tantangan terbesar dalam memulai usaha adalah diri sendiri. Termasuk melawan ego dan berani bertindak. Itulah yang dialami Jumiati Marcarolina Suhaime atau yang kini lebih dikenal dengan nama Qory Marcarolina. Tidak mudah hingga namanya sesukses sekarang. Menjalani profesi make up artist (MUA) yang kini selalu dicari saat perayaan hari penting.

TANGANNYA sibuk dan tatapan mata fokus ketika tengah mendandani seseorang di kediamannya, Jalan M Said Samarinda. Sesekali, dahi mengkerut ketika ada bagian di wajah klien yang kurang maksimal. Sembari memoles di wajah klien, dia menyunggingkan senyum ramah. Sosoknya yang ceria dan hangat menyambut awak Kaltim Post.

Meski tengah serius menghadapi klien, sesekali dia melontarkan candaan untuk mencairkan suasana. Dia adalah Jumiati Marcarolina Suhaime atau Qory Marcarolina. Merupakan salah satu make up artist (MUA) Samarinda. Qory pun menceritakan awal mula kisahnya terjun ke dunia tersebut.

Tak pernah terlintas di pikiran untuk menjadi MUA. Dia mengaku tak suka make-up untuk diri sendiri. Qory lebih senang melihat orang dirias. Sampai akhirnya dia menaruh ketertarikan dengan dunia rias tersebut pada Juli 2016. Saat itu, bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Qory memutuskan mengikuti kursus di Samarinda selama seminggu.

Awalnya berkeinginan untuk mengisi waktu luang saja karena sang suami, Nurdin yang berprofesi sebagai kapten kapal tak selalu di rumah. Pada masa awal kariernya, dia mengungkapkan jika semua sempat tak berjalan mulus. Sang suami awalnya tak menyetujui keinginan Qory itu. Tak patah semangat, dia berusaha meyakinkan suaminya dan berakhir dengan tetap mengikuti kursus.

Sembari memandang ke arah lain, Qory berusaha mengingat kembali masa-masa di mana dirinya masih sangat pemula. Saat itu hari kedua kursus, Qory diajak membeli alat kosmetik dengan gurunya. Waktu terus berjalan, tiba-tiba dia mendengar salah satu komentar dari teman sang kakak. Berpendapat jika alis yang dibuat Qory tak bagus. Komentar itu membuatnya minder dan sedih.

“Aku langsung nge-down. Tapi ya mau bagaimana? Namanya juga saat itu masih belajar. Saat itu aku yang sudah beli banyak alat kosmetik sempat punya keinginan untuk menjual semuanya,” jelas Qory.

Setelah seminggu menjalani kursus, Qory diajak gurunya untuk mengambil job merias selama enam kali. Berpikir jika tak selamanya dia selalu ikut dengan sang guru, Qory kembali kecil hati. Dia bingung bagaimana caranya supaya bisa mendapat job sendiri. Memanfaatkan kekuatan media sosial Facebook, mengiklankan jasanya dan mendapat tanggapan positif.

“Aku masih ingat saat melakukan job pertama pada 2016, aku cuma dibayar sebesar Rp 45 ribu untuk merias orang yang mau wisuda. Waktu itu aku pergi ke Jalan Kadrie Oening dengan mengendarai motor pada jam 2 malam,” ungkap ibu beranak tiga itu.

Upah saat itu tak membuatnya mengeluh. Dia justru bangga dengan penghasilan pertamanya. Berprofesi sebagai MUA juga membuat Qory merasa senang ketika hasil kerja kerasnya dihargai. Mulai dari situ, muncul pemikiran jika dia harus sukses tanpa bantuan orang lain. Bahkan, penghasilan pertamanya saat itu masih dia simpan dan tak ingin dia gunakan agar bisa menjadi kenang-kenangan.

“Setelah selesai kursus itu memang harus mandiri. Tempat kursus itu kan akan selalu menerima anak baru dan enggak mungkin aku selalu diajak nge-job bareng karena dia juga pasti akan mengajak anak barunya nge-job. Jadi ya harus tahu diri juga dan berinisiatif sendiri,” lanjut Qory.

Meski sempat kesulitan, nyatanya Qory tetap maju dan ingin membuktikan pada banyak orang bahwa dia bisa. Kuncinya hanya satu yakni selalu belajar. Suami yang tadinya sempat pesimis pun akhirnya memberi dukungan penuh.

“Pernah waktu itu suamiku memang lagi enggak bertugas. Jadi dia yang mengantar aku ke tiga tempat untuk make-up klien. Mungkin dia tadinya mikir apa memang ada orang yang mau make-up sama aku? Sampai akhirnya pada awal 2017 lalu, suamiku benar-benar mendukung. Dia bilang, jasa make-up begini enggak akan ada matinya,” pungkas Qory lalu tersenyum. (*/ysm*/rdm2)

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 12:58

Juanda Pratama, Tunda Usaha demi Restu Calon Mertua

TIDAK ada pekerjaan yang mudah. Kalimat sederhana itu sukses menjadi…

Senin, 17 Juni 2019 12:57

Balas Keluhan dengan Senyuman

TUJUH tahun bukan waktu yang singkat. Memulai karier dari nol…

Minggu, 16 Juni 2019 23:28

Ini 5 Tanda Gejala Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah…

Selasa, 04 Juni 2019 11:25

Adi Santoso, Resign demi Hijrah dan Kembangkan Usaha

Hidup adalah proses. Bertumbuh dan berkembang. Itulah yang menggambarkan Adi…

Selasa, 04 Juni 2019 11:24

Bisnis Bermanfaat, Ajak Perempuan Berpakaian Santun

HIDUP hanya sekali. Hal itu membuat Adi Santoso kerap mengingat…

Senin, 20 Mei 2019 09:12

Inline Skating, Sejak Dini Cegah Risiko Penyakit Jantung

PERUBAHAN pola makan saat menjalani ibadah puasa membuat sebagian orang…

Senin, 20 Mei 2019 09:08

Belajar Bangkit dari Jatuh Berkali-kali

JANGAN sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada…

Minggu, 12 Mei 2019 13:47

Petanque, Kontrol Emosi dan Latih Sikap Cermat

SEKILAS permainannya tampak seperti tolak peluru. Namun, ukuran bolanya lebih…

Minggu, 12 Mei 2019 13:46

Kenalkan Petanque untuk Generasi Muda

PETANQUE masih cukup asing di telinga masyarakat. Khususnya, warga Kalimantan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*