MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu
Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman
Zulfirman Syah

PROKAL.CO, Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi sang istri yang mendapat pekerjaan di sana. Kakaknya di Sumatera Barat belum memberitahukan peristiwa nahas yang dialaminya kemarin kepada orang tua.

 

MEITIKA C.-LATIFA N., Bantul

AGAS P.H., Jakarta

 

PERCAKAPAN terakhir dengan Zulfirman Syah itu masih terus diingat Erizal A.S. Sebab, sahabatnya tersebut sekaligus berpamitan hendak ke Selandia Baru kala itu.

”Dia bilang istrinya (Alta Marie, Red) mendapat rekomendasi bekerja di Selandia Baru. Jadi, Zul ikut berangkat mendampingi istri dan anaknya,” tutur Erizal kepada Jawa Pos Radar Jogja tentang sahabatnya di Komunitas Seni Sakato, Jogjakarta, itu.

Erizal ketua Sakato, sedangkan Zul yang seorang pelukis itu menjadi anggota komunitas tersebut. Keduanya sama-sama angkatan 1997 di Institut Seni Jogjakarta.

Sejak keberangkatan pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat, tersebut ke Negeri Kiwi dua bulan lalu, tak ada komunikasi apa pun dengan Erizal yang tinggal di Jogjakarta. Sampai kemudian, kabar mengejutkan itu terdengar kemarin (15/3) dari Christchurch, kota di Selandia Baru tempat Zul dan keluarga tinggal.

Ada serangan ke dua masjid di sana saat salat Jumat. Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Di masjid yang terakhir itulah Zul dan sang anak turut menjadi korban.

Berdasar rilis resmi KBRI Wellington tadi malam, pukul 23.30 waktu setempat, Zul masih kritis dan dirawat di ruang gawat darurat Christchurch Public Hospital.

”Sedangkan anak Pak Zul berada di ruang rawat biasa. Dalam kondisi stabil,” terang Koordinator Fungsi Penerangan Sosial, Budaya, dan Pendidikan Kedubes RI Wellington Adek Triana Yudhaswari saat dihubungi Jawa Pos.

Dalam statusnya di Facebook, Alta Marie menuliskan bahwa sang suami telah dioperasi. Namun, perempuan asal Amerika Serikat itu mengaku belum bisa menemuinya. Sedangkan sang anak telah didampinginya.

”Saya dapat kabar dari istrinya,” ujar Hendra Yaspita, kakak korban, kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Hendra, si adik tertembak di sejumlah bagian tubuh. Sedangkan sang anak di bagian kaki. ”Orang tua belum kami beri tahu. Harus hati-hati pula nanti mengabarkannya,” kata Hendra.

Erizal menyebut Zul sebagai sosok baik hati dan supel. ”Saya berdoa semoga dia segera pulih,” tutur Erizal yang juga pelukis itu.

Zul terakhir berpameran bersama Komunitas Sakato di Nadi Gallery, Jakarta, pada September 2018. Lukisan ayah satu anak itu bergaya abstrak. Pria yang sebelum pindah ke Christchurch tinggal di Godean, Sleman, Jogjakarta, tersebut aktif memamerkan karya-karyanya sejak 1997.

Berdasar rilis KBRI Wellington, ada enam warga negara Indonesia yang salat Jumat di Masjid Al Noor saat serangan terjadi. Lima orang telah melapor ke KBRI dalam kondisi sehat, sedangkan satu lainnya, Muhammad Abdul Hamid, belum diketahui keberadaannya. Adapun di Masjid Linwood, hanya Zul dan sang anak WNI yang jadi korban.

Faizal Ahzari, rekan Zul lainnya di Sakato, mengungkapkan bahwa perwakilan komunitas sudah berusaha mengontak Alta. Tapi, hingga tadi malam belum tersambung.

”Di sana mungkin situasinya sedang crowded,” kata Faizal kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Zul adalah senior Faizal di ISI Jogjakarta. Di matanya, Zul adalah sosok dengan kepedulian sosial yang tinggi.

”Termasuk kepada semua juniornya,” katanya.

Ali Usman, senior Zul, membenarkan. ”Zul itu orangnya tidak neko-neko dan selalu siap membantu teman,” katanya kepada Jawa Pos.

Sementara itu, Irfan Yunianto, salah seorang dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta, juga salat Jumat di Masjid Al Noor, Christchurch, saat penyerangan terjadi kemarin. Untung, dosen pendidikan biologi yang tengah menjalani pendidikan S-3 itu selamat.

Humas UAD Ariadi Nugraha mengatakan, Irfan selamat dari tembakan peluru si teroris dengan bersembunyi di sebuah rumah yang ada di belakang masjid.

”Informasi yang bisa kami sampaikan, yang berada di masjid tersebut adalah satu dosen dan satu anak dosen UAD,” jelasnya kemarin (15/3).

Selain Irfan, korban selamat lain adalah anak pasangan dosen UAD, Zuhrotus Salamah dan Hadi Sasongko, bernama Anis. Hingga tadi malam UAD masih berkomunikasi dengan pihak terkait yang berada di Selandia Baru untuk mengumpulkan informasi.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD Ahmad Ahid Mudayana menambahkan, saat ini Irfan masih shock karena peristiwa tersebut. ”Kebetulan saya kenal dekat dengan Pak Irfan, jadi langsung cari info ke keluarga beliau,” ungkapnya. (*/c10/ttg)


BACA JUGA

Kamis, 04 April 2019 10:32
Berbincang dengan Setyo Pranoto, Pria Berjuluk Manusia Jadul

Keliling Jawa dan Kalimantan untuk Berburu Handphone Jadul

Teknologi semakin maju. Telepon genggam pun semakin canggih dengan desain…

Kamis, 04 April 2019 10:30
Bule Perancis Keliling Dunia Pakai Sepeda

Telah Singgahi 10 Negara, di Indonesia Doyan Makan Tempe dan Bakso

Victor Habchy punya nyali tinggi. Bule asal Prancis itu berkeliling…

Rabu, 03 April 2019 12:19
Ribuan Anak Yaman Angkat Senjata di Garda Depan

Dijanjikan Uang dan Pekerjaan, tapi Disuruh Perang

Anak-anak di Yaman tidak hanya harus tumbuh dengan melihat pemandangan…

Rabu, 27 Maret 2019 12:08
Warga Venezuela yang Hidup di ’’Neraka Gelap’’

Semua Jadi Gila saat Listrik Mati

Masyarakat Venezuela ingin melupakan kejadian tragis yang disebabkan lumpuhnya jaringan…

Sabtu, 23 Maret 2019 12:03
Geliat Wisata saat Gunung Bromo Erupsi Kecil

Justru Bisa Dapat Sajian Momen Keindahan Asap

Jumlah wisatawan ke Bromo menurun bahkan jika dibandingkan dengan saat…

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*