MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 15 Maret 2019 13:45
Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal
ilustrasi (net)

PROKAL.CO, SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum sesuai harapan. Kendati terus tumbuh, transportasi laut belum menjadi jalur utama. Bukan hanya transportasi angkutan orang, melainkan juga barang. Padahal, sebagai negara kepulauan, potensi laut sebagai jalur transportasi utama sangatlah besar.

Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Surabaya Stenven Lasawengen mengatakan bahwa kinerja industri pelayaran belum maksimal. Terutama pengiriman barang lewat jalur laut. ”Ini baru mulai merangkak kembali. Untuk bangkit seperti kejayaan 10 tahun lalu masih sangat sulit,” terangnya saat dijumpai kemarin.

Salah satu penyebabnya adalah menurunnya permintaan pengiriman barang. Stenven mengatakan, permintaan pengiriman barang lewat kargo laut anjlok. Padahal, jumlah pelaku industri tersebut banyak. ”Suplainya itu sekarang sudah melebihi demand. Maka, terjadilah perang tarif itu,” ujar Stenven.

Pada 2018, INSA Surabaya mencatatkan pertumbuhan permintaan lewat kargo laut sebesar 5 persen. Tahun ini, Stenven berharap pertumbuhannya meningkat. Setidaknya menjadi sekitar 7 sampai 10 persen. ”Tetap tumbuh. Tapi, belum menggembirakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Stenven mengatakan bahwa digitalisasi bisa menggairahkan kargo laut. Sayangnya, teknologi itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, belum semua pelaku usaha mengecek pengiriman dan pemesanan jadwal secara online. ”Kami belum mendapatkan substansi prinsip Industri 4.0. Seharusnya, digitalisasi itu mempermudah perkembangan industri karena tidak lagi man-to-man,” ucap Stenven.

Menurut dia, digitalisasi industri pelayaran akan memperluas akses bagi penyedia jasa untuk mendapatkan konsumen. Konsumen pun akan menikmati kepraktisan pengiriman barang. Lewat digitalisasi, seharusnya rangkaian proses pengiriman barang lebih singkat. ”Tidak perlu booking segala macam” usulnya. (ell/c6/hep)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:38

Penerapan Tarif Baru, Maskapai Diapresiasi

JAKARTA – Kemarin (18/5) merupakan hari pertama penerapan Keputusan Menteri…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:13

Begini Inovasinya agar Produk UMKM Makin Jaya

INOVASI yang dilakukan Toko Purnama di Pasar Inpres Kebun Sayur,…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:12

Alokasi Belanja Pemerintah Turun

SAMARINDA- Alokasi belanja dan transfer seluruh pemerintah daerah di Kaltim…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:11

Jasa Pengiriman Kembali Melejit

BALIKPAPAN- PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Sultan Aji Muhammad…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:10

Berencana Tambah Dua Extra Flight ke Jakarta

BALIKPAPAN – Kementerian Perhubungan telah menerbitkan aturan tarif batas atas…

Jumat, 17 Mei 2019 21:42

Pertamina Bantu Branding Usaha Mikro yang Tak Gunakan Elpiji Subsidi

SAMARINDA - Pertamina berjanji akan lebih banyak membantu pelaku usaha…

Jumat, 17 Mei 2019 14:09

Indosat Tambah Kapasitas Traffic

BALIKPAPAN - Indosat Ooredoo menambah kapasitas traffic hingga 20 persen…

Jumat, 17 Mei 2019 14:07

Pajak Daerah Dominasi PAD Kaltim

SAMARINDA- Pada triwulan I 2019, realisasi pendapatan asli daerah (PAD)…

Jumat, 17 Mei 2019 00:00

Kembali Hadir di Samarinda dan Balikpapan, Smartfren Luncurkan Produk Double Berkah Silaturahmi

SAMARINDA - Tepat di bulan Ramadan dan menyambut hari raya…

Kamis, 16 Mei 2019 13:43

KPPU Pantau Tarif Baru, Awasi Potensi Kartel

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambut baik keputusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*