MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 14 Maret 2019 15:15
NAH KAN..!! KPK Cium Korupsi Lain di Proyek Kampus IPDN

Penyidik KPK Langsung Dalami Temuan Penggeledahan di Kantor PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya

PROKAL.CO, JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan kampus Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) di Gowa, Sulawesi Selatan dan Minahasa, Sulawesi Utara terus berlanjut. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi di Jakarta pada Selasa (12/3). Kedua lokasi tersebut merupakan kantor BUMN besar. Yakni PT Waskita Karya serta PT Adhi Karya.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta kemarin (13/3). Menurut pria yang akrab dipanggil Febri itu, penggeledahan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB sampai malam hari. Dia menyampaikan bahwa penyidik KPK menduga ada bukti-bukti yang harus dikumpulkan dari dua kantor BUMN tersebut. ”Terkait proyek pembangunan kampus IPDN,” imbuhnya.

 Dari penggeledahan itu, penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dokumen sampai informasi elektronik. ”Dalam bentuk CD,” imbuh Febri. Dia menyampaikan bahwa instansinya memandang barang bukti tersebut bisa membantu penyidik dalam membuktikan kasus dugaan korupsi yang tengah mereka tangani. Dia pun menuturkan, lembaga antirasuah langsung memelajari seluruh barang bukti yang ditemukan dua hari lalu.

 ”Hari ini, tim sedang memelajari lebih lanjut karena cukup banyak dokumen-dokumen yang disita dari sana,” terang dia. Pun demikian dengan bukti lain yang masih tersimpan dalam CD. ”Itu sedang dipelajari saat ini." tambahnya. Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan kampus IPDN di Gowa dan Minahasa berjalan sejak KPK menetapkan pejabat Kementerian Dalam Negeri serta pejabat di PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya sebagai tersangka.

Mereka terdiri atas Dudy Jacom (pejabat Kementerian Dalam Negeri), Adi Wibowo (pejabat PT Waskita Karya), serta Dono Purwoko (pejabat PT Adhi Karya). Dari kedua proyek pembangunan kampus IPDN tersebut, lembaga superbodi menduga ada kerugian negara mencapai Rp 21 miliar. Itu diperoleh setelah mereka menghitung kekurangan volume pengerjaan kedua proyek tersebut.

 Selain penggeledahan, KPK memastikan bakal memanggil saksi-saksi untuk menggali lebih dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Febri pun menyebut, kepada para saksi bakal diklarifkasi sejumlah temuan yang sudah berhasil diamankan oleh penyidik. ”Di kroscek beberapa informasi tersebut,” ungkap dia. Pihaknya menilai itu penting lantaran ada dugaan pembangunan kampus IPDN yang dikorupsi bukan hanya di Gowa dan Minahasa saja.

 KPK mencium tindakan curang itu turut dilakukan dalam proyek pembangunan kampus IPDN di wilayah lain. ”Ada beberapa proyek kampus IPDN yang diduga dikorupsi,” kata Febri tegas. Untuk itu, penyidik KPK terus bekerja supaya seluruh dugaan itu bisa dipastikan kebenarannya. Megingat proyek yang dikorupsi dalam kasus tersebut ada hubungannya dengan sarana dan prasarana pendidikan.

 Dalam hal itu, Febri menegaskan bahwa instansinya bakal bekerja sebaik mungkin. ”Harapannya bisa lebih sedikit atau bahkan bisa tidak terjadi ke depan,” ujarnya. Dalam beberapa kesempatan pimpinan KPK juga kerap mengungkapkan bahwa korupsi yang ada kaitannya dengan fasilitas pendidikan harus ditindak tegas. Sebab, pendidikan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang mestinya terus dimaksimalkan perbaikannya. (syn/)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 21:43

Enterpreneur yang Sadar Perlunya Kemandirian Perfilman Indonesia

SUKABUMI-- Tak sedikit dari kalangan artis Tanah Air bakal maju…

Selasa, 26 Maret 2019 13:22

Adegan Tak Senonoh Terekam di Skybridge Solo

Jagad maya dihebohkan dengan rekaman adegan tidak senonoh yang diduga…

Selasa, 26 Maret 2019 13:04

Kata Tommy Soeharto: Selama 21 Tahun Sektor Pertanian Jalan di Tempat

CIANJUR -- Ketua Umum Partai Berkaya Tommy Soeharto, Senin 25…

Selasa, 26 Maret 2019 10:51

Puluhan Korban Banjir Papua Masih Hilang

JAKARTA – Kodam XVII/Cendrawasih terus mencari korban banjir dan longsor…

Selasa, 26 Maret 2019 10:41

Indonesia Terhindar Gugatan Rp 18 Triliun

JAKARTA – Setelah melalui proses panjang, pemerintah kembali menang gugatan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:19

Gara-Gara Ini, Pekerja Bongkar Lagi Bangunan yang Sudah Jadi Milik Disperindag

GIANYAR- Proyek pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) di Desa…

Selasa, 26 Maret 2019 10:16

Orang Utan Imut-Imut Selundupan WN Rusia

DENPASAR – Warga Negara Rusia, Andrei Zhestkov, pelaku penyelundupan orang…

Selasa, 26 Maret 2019 10:12

Jokowi Angkat Isu Bandara dan Tol Trans-Jawa

BANYUWANGI – Capres 01 Joko Widodo disambut sangat meriah saat…

Senin, 25 Maret 2019 22:16

INSYA ALLAH..!! Tak Benar Bila Peralihan Kekuasaan akan Menyebabkan Perpecahan

Bangsa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam berdemokrasi. Bahkan, dulu ada…

Senin, 25 Maret 2019 22:14

Berawal dari Kafe, Rian Setuju Booking Vanessa Rp 80 Juta

Dua mucikari Vanessa Angel dan Avriellya Shaqilla menjalani sidang perdana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*