MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 14 Maret 2019 15:15
NAH KAN..!! KPK Cium Korupsi Lain di Proyek Kampus IPDN

Penyidik KPK Langsung Dalami Temuan Penggeledahan di Kantor PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya

PROKAL.CO, JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan kampus Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) di Gowa, Sulawesi Selatan dan Minahasa, Sulawesi Utara terus berlanjut. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi di Jakarta pada Selasa (12/3). Kedua lokasi tersebut merupakan kantor BUMN besar. Yakni PT Waskita Karya serta PT Adhi Karya.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta kemarin (13/3). Menurut pria yang akrab dipanggil Febri itu, penggeledahan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB sampai malam hari. Dia menyampaikan bahwa penyidik KPK menduga ada bukti-bukti yang harus dikumpulkan dari dua kantor BUMN tersebut. ”Terkait proyek pembangunan kampus IPDN,” imbuhnya.

 Dari penggeledahan itu, penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dokumen sampai informasi elektronik. ”Dalam bentuk CD,” imbuh Febri. Dia menyampaikan bahwa instansinya memandang barang bukti tersebut bisa membantu penyidik dalam membuktikan kasus dugaan korupsi yang tengah mereka tangani. Dia pun menuturkan, lembaga antirasuah langsung memelajari seluruh barang bukti yang ditemukan dua hari lalu.

 ”Hari ini, tim sedang memelajari lebih lanjut karena cukup banyak dokumen-dokumen yang disita dari sana,” terang dia. Pun demikian dengan bukti lain yang masih tersimpan dalam CD. ”Itu sedang dipelajari saat ini." tambahnya. Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan kampus IPDN di Gowa dan Minahasa berjalan sejak KPK menetapkan pejabat Kementerian Dalam Negeri serta pejabat di PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya sebagai tersangka.

Mereka terdiri atas Dudy Jacom (pejabat Kementerian Dalam Negeri), Adi Wibowo (pejabat PT Waskita Karya), serta Dono Purwoko (pejabat PT Adhi Karya). Dari kedua proyek pembangunan kampus IPDN tersebut, lembaga superbodi menduga ada kerugian negara mencapai Rp 21 miliar. Itu diperoleh setelah mereka menghitung kekurangan volume pengerjaan kedua proyek tersebut.

 Selain penggeledahan, KPK memastikan bakal memanggil saksi-saksi untuk menggali lebih dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Febri pun menyebut, kepada para saksi bakal diklarifkasi sejumlah temuan yang sudah berhasil diamankan oleh penyidik. ”Di kroscek beberapa informasi tersebut,” ungkap dia. Pihaknya menilai itu penting lantaran ada dugaan pembangunan kampus IPDN yang dikorupsi bukan hanya di Gowa dan Minahasa saja.

 KPK mencium tindakan curang itu turut dilakukan dalam proyek pembangunan kampus IPDN di wilayah lain. ”Ada beberapa proyek kampus IPDN yang diduga dikorupsi,” kata Febri tegas. Untuk itu, penyidik KPK terus bekerja supaya seluruh dugaan itu bisa dipastikan kebenarannya. Megingat proyek yang dikorupsi dalam kasus tersebut ada hubungannya dengan sarana dan prasarana pendidikan.

 Dalam hal itu, Febri menegaskan bahwa instansinya bakal bekerja sebaik mungkin. ”Harapannya bisa lebih sedikit atau bahkan bisa tidak terjadi ke depan,” ujarnya. Dalam beberapa kesempatan pimpinan KPK juga kerap mengungkapkan bahwa korupsi yang ada kaitannya dengan fasilitas pendidikan harus ditindak tegas. Sebab, pendidikan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang mestinya terus dimaksimalkan perbaikannya. (syn/)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…

Rabu, 22 Mei 2019 11:19

Jokowi Deklarasi, Prabowo Maju Ke MK

JAKARTA – Penetapan hasil rekapitulasi pemilu 2019 oleh KPU dini…

Rabu, 22 Mei 2019 00:11

Mantan Menteri Era SBY Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers

JAKARTA- Badan Pertimbangan Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers akhirnya memilih…

Selasa, 21 Mei 2019 13:22

Masih di Luar Negeri, Jonan Batal Diperiksa

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Selasa, 21 Mei 2019 12:11

Protes Main Judi Curang, Wajah Witana Diclurit

SINGARAJA -Dewa Putu Witana, 49 tak henti-hentinya mengucap syukur meskipun…

Selasa, 21 Mei 2019 11:48

Zohri Makin Top, Wagub Bilang Ini Momentum Kebangkitan Pemuda NTB

MATARAM-Gubernur H Zulkieflimanayah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi…

Selasa, 21 Mei 2019 11:46

TEGAS..!! Penyelundup Narkoba dari Prancis Divonis Mati

MATARAM-Riwayat pengedar narkoba antar negara Dorfin Felix berakhir, kemarin (20/5).…

Senin, 20 Mei 2019 12:19

Antisipasi 22 Mei, Personel Cadangan TNI Bisa Digerakkan Mendadak

JAKARTA – Sesuai rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengumuman hasil…

Senin, 20 Mei 2019 10:55

Partai Koalisi Jokowi Berebut Kursi Ketua MPR

JAKARTA – Penetapan hasil pemilu belum dilakukan. Namun, partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*