MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 14 Maret 2019 15:06
Nekat Lakukan Bom Bunuh Diri Korbankan Anak
Istri AH Lebih Kuat Terpapar Paham Terorisme
Warga berkerumun di lokasi ledakan Sibolga.

PROKAL.CO, JAKARTA— Ledakan bom di rumah Abu Hamzah alias Husain akhirnya membuat istrinya dan seorang anaknya usia 2 tahun tewas. Ledakan bom itu diduga disulut oleh istri Abu Hamzah, artinya dia melakukan bom bunuh diri dengan membawa serta seorang anaknya. Kenekatan istri Abu Hamzah ini dikarenakan pemahaman radikalnya lebih kuat dibanding suaminya.

Pasca penangkapan terhadap Abu Hamzah Selasa siang pukul 14.23, ledakan bom terjadi di rumahnya. Tepatnya di luar rumah yang berada di Jalan Cendrawasih, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara. Dua orang terluka, satu orang warga dan satu petugas kepolisian.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pasca ledakan itu upaya negosiasi dilakukan berturut-turut. Negosiasi dilakukan satu arah dengan menggunakan toa masjid terdekat. ”Dari toa itu, kami membujuk istri terduga teroris,” ujarnya.

Negosiasi yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto itu berlangsung lebih dari 10 jam. Awalnya didatangkan takmir masjid setempat untuk membujuk istri Abu Hamzah. ”Tapi, tetap tidak mau menyerah,” paparnya.

Sembari terus membujuk, petugas akhirnya meminta Abu Hamzah sendiri yang membujuk istrinya. Apalagi, ada anaknya yang berada di dalam rumah. ”Anak ini yang sangat dikhawatirkan,” jelas Dedi.

Abu Hamzah melalui toa masjid itu telah meminta istrinya untuk menyerah. Setidaknya, bisa untuk menyerahkan anaknya agar tidak menjadi korban. ”Namun, tidak ada respon sama sekali,” ujarnya.

Dedi menuturkan, terduga teroris itu sejak awal ragu bahwa istrinya akan menyerahkan diri. Sebab, istrinya itu lebih keras pemahamannya dibanding AH. ”Lebih militan. Istrinya ini lebih kuat percaya pada ideologi ISIS,” urainya.

Informasi yang diterima Jawa Pos, rumah tersebut telah dipasang puluhan bom. Yang ditujukan untuk menjebak petugas yang mencoba masuk ke rumah. Hal itulah yang membuat petugas sulit untuk bisa mendekati rumah dan akhirnya dilakukan sterilisasi dengan radius 100 meter.

Dedi enggan merespon informasi tersebut. Menurutnya, yang pasti ada puluhan bom yang ada di rumah tersebut. ”empat bom aktif dibawa istri AH itu,” jelasnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin.

Proses negosiasi itu mentok. Saat dini hari pukul 01.20 terdengar sebuah ledakan dari arah rumah tersebut. Petugas belum bisa mendekat, karena menduga ada ledakan susulan. ”Ternyata benar, beberapa menit kemudian ledakan kedua terjadi,” ujar Dedi.

Dia menuturkan, petugas baru bisa mendekati dan melakukan evakuasi sekitar pukul 05.00. ditemukan dua jenasah, seorang perempuan usia sektar 30 tahunan dan anak kecil usia sekitar dua tahun. ”Kondisi jenasah hancur,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa ada perbedaan jumlah anggota keluarga yang masih dipastikan. Menurutnya, pengakuan dari Abu Hamzah itu anaknya tiga. Tapi, dari tetangga menyebut di dalam rumah ada dua anak. ”Tapi, dari olah TKP, hanya satu anak yang ditemukan. Ini masih dipastikan,” tuturnya.

Menurutnya, dampak ledakan bom cukup besar hingga puluhan rumah di sekitar lokasi rusak berat. Setidaknya 20 kepala keluarga terdampak. ”Bukan karena high explosive, melainkan bomnya banyak,” ujarnya.

Hingga pukul 15.00, sesuai laporan petugas di lapangan diketahui proses sterilisasi bom belum selesai. Telah ditemukan setidaknya empat bom yang berhasil dimusnahkan. ”Tapi, masih ada kemungkinan bom lain,” paparnya.

Dia menjelaskan, saat ini kasus tersebut masih dikembangkan. Bom yang jumlahnya puluhan itu tidak mungkin dirakit sendirian oleh Abu Hamzah. ”Walau Abu Hamzah memiliki kemampuan itu, tapi tidak bisa sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja Densus 88 Polri yang kembali membuka dan menangkap jaringan terorisme di Indonesia. Dia menyebut, upaya seperti itu sangat diperlukan guna mewujudkan keamanan dan stabilitas negara. "Karena sangat berbahaya bagi negara ini, keamanan negara kita, kalau ada teroris-teroris yang menyimpan bom seperti itu," ujarnya di JIExpo, Jakarta, kemarin (13/3).

      Jokowi berharap, Densus 88 bisa terus mengembangkan upayanya. Sehingga sel-sel yang masih tersisa bisa diungkap dan ditangkap. "Sudah disampaikan harus ada sebuah tindakan yang tegas terus menerus tanpa henti, dan kita harapkan segera semua bisa terungkap," imbuhnya.

      Terkait perlu tidaknya peningkatan keamanan jelang pemilihan presiden (Pilpres), mantan gubernur DKI Jakarta itu menilai belum perlu. Sebab, berdasarkan informasi yang dia terima, terorisme di Sibolga tidak terkait dengan Pilpres."Ini sebenarnya dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, jadi tidak ada kaitannya dengan pilpres," tandasnya.

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menambahkan, terorisme di Sibolga tidak berkaitan dengan Pemilu. Dia menegaskan, aksi terorisme bisa terjadi kapan saja. "Terorisme itu kan bergerak tak kala kita lengah, terorisme itu bergerak tak kala aparat keamaan kita tidak memonitor mereka," ujarnya.

      Oleh karenanya, dia meminta masyarakat tenang dalam menghadapi pemilu bulan depan. Menurutnya, seluruh elemen sudah melakukan pengamatan dan menyusun indeks kerawanan sejak jauh hari. "Jangan diributkan seakan-akan bagian dari menganggu pemilu. Katanya pemilu enggak aman, enggak. Pemilu tetap kita jamin keamanannya," pungkasnya. (idr/far)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 11:35

Apa Tugas Terberat Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf..??

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo…

Rabu, 22 Mei 2019 11:32

KATANYA NGGA UNTUNG..!! Angkasa Pura Mundur Teratur, Batal Kelola APT Pranoto

BALIKPAPAN-Di tengah rencana Pemprov Kaltim untuk mengembangkan Bandara APT Pranoto,…

Rabu, 22 Mei 2019 11:20

Miliki Senpi, Mantan Danjen Kopassus Jadi Tahanan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko…

Rabu, 22 Mei 2019 11:00
Peluang Bisnis Jutaan ASN Jakarta Pindah ke Kaltim

Percepat Selesaikan Megaproyek, Guna Tunjang Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

SAMARINDA-Diperkirakan 1,2 juta warga Jakarta akan bermigrasi ke Kaltim. Itu…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

Bandara APT Pranoto Targetkan 7.000 Penumpang Setiap Hari

SAMARINDA- Sejak beroperasi pada 2018 lalu, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Dishub Kaltim Siapkan 2.555 Angkutan Lebaran

SAMARINDA-Untuk mengantisipasi lonjakan angkutan jelang Idulfitri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim…

Rabu, 22 Mei 2019 00:49

Tak Ada Lampu Runway, Maskapai Ancam Tutup Penerbangan ke APT Pranoto

SAMARINDA- Bandara APT Pranoto Samarinda terus berusaha melengkapi fasilitasnya. Apalagi…

Selasa, 21 Mei 2019 14:37

WOW..!! Ada Wacana Bangun Mal di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA- APT Pranoto Samarinda adalah salah satu bandara terbesar di…

Selasa, 21 Mei 2019 14:30
Bukit Soeharto, Nasibmu Kini

Pemprov Kesulitan Menindak Penambang Ilegal di Tahura

SAMBOJA-Dugaan penambangan ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit…

Selasa, 21 Mei 2019 12:44

Istana Imbau, 22 Mei Tak Perlu ke Jakarta

JAKARTA - TNI kembali melakukan simulasi pengamanan di Monumen Nasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*