MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 13 Maret 2019 11:10
Putusan Hakim Nakhoda Kapal MV Ever Judger Belum Maksimal
Kejadian terbakarnya kapal MV Ever Judger di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menilai putusan hakim terhadap Zhang Deyi (50), nakhoda kapal MV Ever Judger divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp15 miliar, terkait kasus pencemaran minyak, masih belum maksimal.

"Putusan Hakim masih jauh dari upaya memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan ini. Sudah selayaknya penjara seumur hidup dan denda diatas nominal tersebut di tetapkan," kata Rupang, Rabu (13/3/2019).

Rupang menilai hukuman semestinya harus berat karena jangkauan daya rusak dari pencemaran lingkungan ditimbulkan hingga mencapai kurang lebih 60 kilometer sepanjang garis pantai Balikpapan dan Panajam Paser Utara.

"Apalagi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yakni sebanyak 5 orang, hukuman 10 tahun dan denda 15 miliar masih jauh dari upaya memberikan efek jera," kata Rupang.

Rupang mengatakan Jatam Kaltim mengkritik hingga saat ini aparat hukum hanya menyasar pelaku di lapangan. Namun, aktor utama pencemaran minyak di Teluk Balikpapan dari jajaran pertamina juga lingkungan birokrat di Kementiran ESDM tak juga tersentuh diperiksa oleh penyidik.

"Padahal dengan jelas beberapa problem internal pertamina menjadi penyebab mengapa petaka kemarin bisa terjadi. Karena tidak adanya sistem peringatan dini, posisi Balikpapan Coal Terminal yang berada diteluk sangat rawan berdekatan dengan ruang hidup warga serta aktifitas nelayan teluk," ujar Rupang.

Rupang membeber laporan tim Penanganan Kejadian Tumpahan Minyak yang dibentuk Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup juga telah memaparkan sejumlah temuan yang mengarah pada lemahya sistem keamanan dan keselamatan dari pertamina yang berada di kawasan teluk balikpapan.

"Di sisi lain sistem peringatan dini yang tak berjalan menjadikan perusahaan pelat merah ini sudah bermasalah dari dalam. kami menolak jika hanya pelaku lapangan yang harus bertanggung jawab," jelas Rupang. (mym)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:53

Gerakan Massa ke Jakarta Belum Terdeteksi

BALIKPAPAN - Pergerakan massa dari luar daerah ke Jakarta pada…

Minggu, 19 Mei 2019 10:52

Kasus Adegan Mesum yang Disebar, Ditengarai Ada Pelaku Lagi

 YOHANES Maroko selaku kuasa hukum terdakwa Andi Rahmat Nur (21)…

Minggu, 19 Mei 2019 10:50
Balikpapan Explore Dijual dalam Bentuk PC

Hasil Penjualan untuk Sedekah Ramadan

Kreator Balikpapan Explore menawarkan penjualan gim bernuansa horor dalam versi…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:37

Rencana Pelebaran Jalan Diusulkan 2020

BALIKPAPAN – Berulangnya kecelakaan di tanjakan sekitar diler Mazda, Jalan…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:36

Amati Suhu Tubuh hingga Siapkan Rujukan

BALIKPAPAN–Singapura dan Batam sudah terinfeksi virus cacar monyet. Balikpapan ikut…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:25

Pelunasan BPIH Tahap Tiga Diundur

BALIKPAPAN-Tanggal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap tiga, atau…

Jumat, 17 Mei 2019 13:40

Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan di Jalan MT Haryono

BALIKPAPAN–Tanjakan Mazda ibarat tempat angker bagi kendaraan di Kota Minyak.…

Jumat, 17 Mei 2019 13:39

Praktik Buku Kir Palsu Terungkap

BALIKPAPAN-Menjalankan ibadah puasa tak membuat semangat personel Patroli Jalan Raya…

Kamis, 16 Mei 2019 15:31
Kisah Korban Penculikan Anak di Bawah Umur –SUB (3–Habis)

Ingin Kejar Paket A dan Kursus Salon

Keberhasilan NI kembali ke Balikpapan tak lepas dari kelengahan suaminya.…

Kamis, 16 Mei 2019 15:28

Baru Stop setelah Tabrak Dua Mobil

BALIKPAPAN–Ditengarai karena mengangkut pasir melebihi kapasitas, sebuah dump truk tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*