MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 13 Maret 2019 11:10
Putusan Hakim Nakhoda Kapal MV Ever Judger Belum Maksimal
Kejadian terbakarnya kapal MV Ever Judger di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menilai putusan hakim terhadap Zhang Deyi (50), nakhoda kapal MV Ever Judger divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp15 miliar, terkait kasus pencemaran minyak, masih belum maksimal.

"Putusan Hakim masih jauh dari upaya memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan ini. Sudah selayaknya penjara seumur hidup dan denda diatas nominal tersebut di tetapkan," kata Rupang, Rabu (13/3/2019).

Rupang menilai hukuman semestinya harus berat karena jangkauan daya rusak dari pencemaran lingkungan ditimbulkan hingga mencapai kurang lebih 60 kilometer sepanjang garis pantai Balikpapan dan Panajam Paser Utara.

"Apalagi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yakni sebanyak 5 orang, hukuman 10 tahun dan denda 15 miliar masih jauh dari upaya memberikan efek jera," kata Rupang.

Rupang mengatakan Jatam Kaltim mengkritik hingga saat ini aparat hukum hanya menyasar pelaku di lapangan. Namun, aktor utama pencemaran minyak di Teluk Balikpapan dari jajaran pertamina juga lingkungan birokrat di Kementiran ESDM tak juga tersentuh diperiksa oleh penyidik.

"Padahal dengan jelas beberapa problem internal pertamina menjadi penyebab mengapa petaka kemarin bisa terjadi. Karena tidak adanya sistem peringatan dini, posisi Balikpapan Coal Terminal yang berada diteluk sangat rawan berdekatan dengan ruang hidup warga serta aktifitas nelayan teluk," ujar Rupang.

Rupang membeber laporan tim Penanganan Kejadian Tumpahan Minyak yang dibentuk Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup juga telah memaparkan sejumlah temuan yang mengarah pada lemahya sistem keamanan dan keselamatan dari pertamina yang berada di kawasan teluk balikpapan.

"Di sisi lain sistem peringatan dini yang tak berjalan menjadikan perusahaan pelat merah ini sudah bermasalah dari dalam. kami menolak jika hanya pelaku lapangan yang harus bertanggung jawab," jelas Rupang. (mym)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:00

Tiga Hari Tak Terlihat, Saat Diketemukan Sudah Begini...

BALIKPAPAN-Sekira tiga hari Fredrik Olewianus Makahinda tak terlihat keluar rumah.…

Kamis, 21 Maret 2019 09:29

10 Minggu, Peredaran 18 Kg Narkoba Dicekal

BALIKPAPAN–Sebanyak 18 kg narkoba yang hendak diselundupkan ke Kaltim, berhasil…

Kamis, 21 Maret 2019 09:28

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

BALIKPAPAN–Kedatangan bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin ke…

Kamis, 21 Maret 2019 09:27

Promosikan Balikpapan Jadi Tempat Pertemuan

BALIKPAPAN–Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkot Balikpapan berencana menggenjot serapan…

Kamis, 21 Maret 2019 09:21

Tengok Pesawat Tempur Lebih Dekat

BALIKPAPAN–Lima pesawat super tucano buatan Brazil dari Pangkalan TNI AU…

Rabu, 20 Maret 2019 09:50

Warga Diteror Pria Pamer Alat Vital

BALIKPAPAN–Warga di RT 56, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, dirundung…

Rabu, 20 Maret 2019 09:49

INSYA ALLAH LANCAR..!! 5.000 Personel Amankan Pemilu

BALIKPAPAN–Memaksimalkan pengamanan pemilu, kepolisian telah memetakan wilayah. Pasukan pun digelar…

Rabu, 20 Maret 2019 09:49

Info Hoaks untuk Kewaspadaan

BALIKPAPAN–Selasa (19/3) siang, beredar kabar di media sosial. Seseorang bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 09:48

Teknik Tepat, Perkuat Hubungan Ibu-Anak

Menggendong bayi tidak bisa sembarangan. Setiap gerakan dalam menggendong bisa…

Rabu, 20 Maret 2019 09:47

TMMD Ke-104 Jelang Penutupan

BALIKPAPAN–Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berlanjut. Memasuki tahun kedua,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*