MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 13 Maret 2019 10:59
Bertahan 13 Jam di Dalam Rumah, Akhirnya Istri Teroris Sibolga Ledakkan Diri
HEBOH: Warga berhamburan saat ledakan terjadi. (Istimewa)

PROKAL.CO,  Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah memutuskan untuk bunuh diri. Dia mengakhiri hidupnya dengan cara meledakkan diri usai bertahan di dalam rumah selama 13 jam.

Diberitakan JawaPos.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo berkata, dari laporan yang didapatkannya, istri Husain meledakkan diri dengan bom yang ada di rumahnya sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Di dalam rumah juga ada dua anaknya.

"Saat ini tim sedang melaksanakan sterilisasi, olah TKP dan evakuasi terduga pelaku peledakan (istri)," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (13/3).

Bertahan 13 Jam di Dalam Rumah, Istri Teroris Sibolga Ledakkan Diri

Lokasi penggerebekan teroris di Sibolga (Istimewa)

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kini menunggu tim dari laboratorium forensik dan inafis ke lokasi guna melakukan identifikasi terhadap jasad pelaku. Sementara, kediaman keluarga teroris itu belum bisa dimasuki petugas. 

Sebab kata Dedi, diduga masih ada sisa-sisa bom yang dapat melukai petugas jika tidak berhati-hati. "Sterilisasi masih dilaksanakan. Situasi secara umum Sibolga sudah kondusif," tambahnya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menggerebek terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utaran. Penggerebekan dilakukan pada Selasa (12/3) kemarin, sekitar pukul 14.23 WIB.

Ketika Densus ingin lakukan penggeledahan, sekitar pukul 14.50 WIB, sebuah bom meledak. Diduga diledakkan oleh istri dan anak Husain yang masih ada di dalam rumah.

Sementara itu, Kepolisian mengatakan penangkapan Husain alias Abu Hamzah merupakan pengembangan dari terduga teroris yang diamankan di Lampung akhir pekan lalu. Mereka adalah kelompok yang sudah terpapar  pemahaman  jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sebelumnya warga Kota Sibolga kembali geger. Pasalnya ledakan kembali terjadi, Rabu (13/3) sekira pukul 01.30 WIB di rumah yang dihuni Hus alias AH, terduga pelaku peledakan hari sebelumnya. Bukan sekali. Ledakan terdengar sangat keras dua kali. Bahkan suaranya terdengar sampai ke Kabupaten Tapanuli Tengah yang berbatasan langsung dengan Sibolga. 

Asap putih membumbung dari rumah terduga pelaku peledakan di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Sambas, Kota Sibolga. 

Ledakan Susulan Terjadi, Nasib Istri dan 3 Anak Pelaku Belum Diketahui

Suasana di seputar lokasi ledakan pada Selasa (12/3) malam. (Istimewa)

Ledakan pun memicu kehebohan. Karena warga memang sibuk menonton proses negosiasi kepada istri dan tiga anak terduga Hus untuk menyerahkan diri. Bahkan ada yang nekat ingin terus melihat dari jarak dekat meski pun sudah  dilarang polisi. "Besar kali suaranya bah. Kami yang jauh aja panik kali tadi dengarnya," ujar Hensim, warga Sibolga. 

Kepolisian setempat tampak sibuk. Meminta masyarakat lebih menjauh dari lokasi kejadian. Belum diketahui bagaimana nasib istri Hus alias AH dengan ketiga anaknya hingga saat ini. Polisi juga masih melakukan penyelidikan. Sedangkan Hus sudah diringkus terlebih dahulu. 

Namun sebelum ledakan kedua dan ketiga, negosiasi berjalan cukup alot. Sang istri menolak keluar dan berdialog. Dia tetap kukuh bertahan dengan anaknya dan bom aktif di rumah itu. 

"Upaya negosiasi dan bujukan melalui ulama, Keluarga bahkan suaminya tidak menurunkan atau membuatnya menyerah," ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto kepada awak media pascaledakan.

Kabar teranyar juga menyebut jika ledakan juga menyebabkan kerusakan di rumah pelaku dan sejumlah tetangganya. Saat terjadinya ledakan itu, imbuh Kapolda, tim dari kepolisian tidak langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)."Belum bisa dilakukan olah TKP karena malam dan khawatir keselamatan petugas," ujar dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut para pelaku yang ditangkap di Sibolga dan Lampung masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). (jpc)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:03

Pemudik Jarak Jauh Mulai Padati Terminal

JAKARTA – Sejak Jumat (24/5) pemudik jarak jauh seperti Sumatra…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:44

Proses Visa Haji Mulai Syawal

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang masih menerima pengumpulan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:40

Amien Rais: People Power Eggi Enteng-Entengan

KEBAYORAN BARU - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:23

PWI Peduli dari Anggota Untuk Masyarakat

JAKARTA- Menyatukan potensi yang dimiliki seluruh anggota, Persatuan Wartawan Indonesia…

Kamis, 23 Mei 2019 12:51

Ke Istana Lagi, tapi Tak Bahas Koalisi

BOGOR – Kans Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)…

Kamis, 23 Mei 2019 10:39

Ini Wasiat Ustadz Arifin Ilhan

Jenazah almarhum Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham, diperkirakan tiba di…

Kamis, 23 Mei 2019 10:00

Ustad Arifin Ilham Berpulang

PENANG -- Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis…

Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal

Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di…

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*