MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 10 Maret 2019 11:25
Tato ISIS Tak Pandang Bulu
Tentara Syrian Democratic Forces (SDF). Banyak warga yang tak berdosa juga menjadi korban SDF serta ISIS.

PROKAL.CO, BENIH masalah yang tertanam pascaperang ISIS bukan hanya soal terorisme. Melainkan juga soal kepercayaan. Lebih tepatnya, kepercayaan pemerintah terhadap warga yang tidak bersalah.

Rabu lalu (6/3), Human Rights Watch merilis dokumen 53 halaman tentang berbagai kisah anak di Iraq. Mereka disiksa aparat lokal karena dianggap berafiliasi dengan ISIS. Jika tidak mengaku, tubuh mereka yang jadi sasaran.

’’Anak saya berkata bahwa dia dimasukkan dalam ruangan dan dipukul dengan slang,’’ ujar seorang perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Nasim juga menjadi korban kepolisian Iraq. Pemuda itu merupakan warga Mosul saat ISIS mulai merangsek pada 2014. Sekolah tempatnya belajar pun dikuasai kelompok itu. Kurikulum berubah drastis. Nasim yang masih berusia 13 tahun langsung putus sekolah. Dia membantu ayahnya di toko kelontong.

Tak suka dengan pelajaran barunya, pada 2017 Nasim mengadu nasib ke Kota Erbil. Dia merasa tak ada masa depan di sana. Namun, dia malah ditahan otoritas. Kata mereka, nama Nasim ada dalam daftar anggota ISIS.

’’Saat menginterogasi, mereka mengancam saya. Kalau tidak mengaku, saya akan dibawa ke markas Hashad (Tentara Iraq, Red) dan dibunuh,’’ ungkapnya.

Nasim terpaksa menerima tato ISIS di dahinya. Dia mengaku sudah 15 hari bergabung ISIS. Petugas bilang tak cukup. Kesaksiannya dicoret dan diganti 30 hari. Dari kesaksian tertulis itu, Nasim sekarang mendekam di penjara sambil menunggu putusan pengadilan.

’’Saya tidak tahu kenapa saya di sini. Saya rindu keluarga setiap hari,’’ ungkapnya.

Kisah serupa terjadi di Syria. Warga-warga di bekas jajahan ISIS juga tersiksa karena teror SDF. Mereka dipaksa untuk memberikan informasi tentang tempat persembunyian yang tersisa.

’’Saya bilang, sumpah demi Tuhan saya hanya warga sipil. Mereka bilang jangan sebut nama-Nya karena dia tidak ada di ruangan ini,’’ ujar salah seorang penduduk lokal yang menolak diungkap identitasnya kepada New York Times.

Hassan Hassan, peneliti Center for Global Policy, mengatakan, hal itu bakal menimbulkan krisis kepercayaan antara pemerintah dan rakyat. Celah tersebut bisa digunakan ISIS untuk menyusun kembali kekuatannya. ’’Rakyat jadi bingung. Apakah polisi datang untuk membantu atau justru mengeksploitasi,’’ jelasnya. (bil/c7/dos)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 09:07

Sungai Tercemar..!! Berwarna Cokelat dan Berbau Menyengat

BENGALON - Warga kembali dibuat khawatir oleh keruhnya air sungai…

Minggu, 21 April 2019 13:32
Data Quick Count Harus dibuka ke Publik

Kaltara Hanya 3 Sampel TPS, Lembaga Survey Bantah Afiliasi Politik

JAKARTA - Sejumlah lembaga Quick Count yang tergabung dalam Perhimpunan…

Minggu, 21 April 2019 12:47

Bawaslu dan DKPP Awasi KPU

JAKARTA –Dugaan kecurangan yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Minggu, 21 April 2019 10:59

KECIL..!! Anggaran Buat Akses Jalan Kutai Barat ke Mahakam Ulu

SAMARINDA - APBD Provinsi Kaltim Tahun 2019 hanya anggarkan Rp…

Minggu, 21 April 2019 10:08
Cardiff City vs Liverpool

Sinyal Pesta The Reds

CARDIFF CITY–Liverpool kampiun Liverpool musim ini? Terlalu dini untuk menyematkan…

Minggu, 21 April 2019 10:07

Seluruh Parpol di Kukar Sepakat Deklarasi Damai

Seluruh Partai Politik di Kabupaten Kukar melakukan deklarasi damai pasca…

Sabtu, 20 April 2019 14:04

Sementara Golkar Masih Berjaya, PDIP-PKS Mengekor

SAMARINDA–Real count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 20 April 2019 13:57

Kotak Suara “Diculik” ke Hotel, Tanpa Segel, KPU Justru Sebut Sesuai Aturan

BALIKPAPAN–Suasana tegang menyelimuti Hotel Mega Lestari, di Jalan ARS Muhammad,…

Sabtu, 20 April 2019 13:33

Kesalahan di Situng Bukan Karena Hacker

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat bicara terkait…

Sabtu, 20 April 2019 09:57

BANYAKNYA..!! Tak Dapat Formulir A5, 3.000 Karyawan Tak Nyoblos

SANGATTA - Pemilihan umum (pemilu) 2019 di Kutai Timur (Kutim)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*