MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 04 Maret 2019 09:48
Pria Tak Lagi Sungkan Perawatan
ilustrasi

PROKAL.CO, PRIA urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba modern, sosialita dan konsumtif. Dalam perkembangannya, konsep metroseksual mengarah kepada hidup pria perkotaan yang berpenghasilan lebih dan sangat peduli kepada penampilan dan citra dirinya. Menggunakan produk khusus pria sebagai penunjang penampilan adalah kewajiban. Prayogo Waluyo dalam jurnal Metroseksual Sebagai Komunikasi Fashion Pria Urban (2014, vol 8, hal 30) menyebut, dalam kajian gender, pria metroseksual tergolong dalam gender maskulin yang sifatnya sedikit bergeser ke arah feminin. Lantaran pria metroseksual dianggap sangat mengerti bagaimana merawat tubuhnya.

 Produk-produk kosmetik sekarang ada yang dikhususkan bagi segmen pria. Mulai deodoran, parfum, lotion hingga produk pembersih muka, semakin banyak jumlahnya di pasaran.

“Sekitar 30 persen konsumen kami adalah pria. Ada yang beli sendiri, namun kebanyakan diwakili sama istri atau pacar mereka,” terang Agnes, beauty advisor Sogo BIG Mall Samarinda yang khusus menangani produk perawatan kulit untuk pria.

 Para pasangan yang berbelanja umumnya sudah mengetahui produk apa yang ingin dibeli. Jadi, lanjutnya, mereka biasanya tidak banyak berkonsultasi dengan beauty advisor yang sedang bertugas. Berbeda dengan lelaki yang memilih datang sendiri ke gerai kosmetik. Perempuan berambut sebahu ini mengatakan, konsultasi banyak dilakukan. Sebab, mereka tidak tahu produk yang cocok dengan keluhan kulit mereka. Termasuk cara penggunaannya.

 “Memang kami jelaskan semuanya. Sebab, mereka yang perlu banget dapat konsultasi. Biasanya, ada yang datang ke sini, tanya-tanya dulu. Ada juga yang sudah tahu mau beli produk apa,” imbuh Agnes.

 Dia menjelaskan, lazimnya masalah kulit yang dialami para pelanggan pria adalah kulit kering atau berjerawat. Produk yang banyak dicari pun produk-produk pembersih wajah. Seperti facial wash dan exfoliating cleanser. Produk untuk mandi pun banyak dicari. “Meski begitu, banyak pula yang membeli tabir surya, hand cream, dan serum anti penuaan untuk melengkapi perawatan kulit mereka,” sebutnya.

 Diakui Agnes, konsumennya mayoritas adalah lelaki dewasa mulai dari usia 25 tahun. Mereka umumnya sudah mulai sadar merawat diri (grooming) dengan produk-produk yang dikhususkan untuk lelaki. Meski gerainya berada di Samarinda, namun pelanggannya justru lebih banyak dari Sangatta, Kutai Timur.

“Enggak tahu juga ya. Mungkin di sana panas banget. Jadi, laki-laki di sana berasa kusam dan perlu banget pakai produk perawatan kulit,” sebutnya.

Sedangkan, untuk urusan segmen riasan wajah, lip tint dan lip balm yang paling banyak dicari.

Meyke, beauty advisor SOGO BIG Mall Samarinda, menambahkan para lelaki hanya 10 persen yang datang ke gerai untuk urusan kosmetik. Ketika datang, mereka jarang konsultasi berlama-lama dengan beauty advisor. Mereka biasanya datang dengan persiapan barang apa saja yang mau dibeli dan varian yang mana.

“Kebanyakan juga make-up artist yang beli. Kalau saya perhatikan sih, kebanyakan untuk beli make up lebih banyak yang memilih via online,” tambah Meyke.

JADI MAHKOTA

Rambut tak hanya dianggap mahkota bagi wanita. Pria metroseksual juga menjadikan rambut sebagai bagian dari fesyen. Tak hanya mesti trendi, rambut mereka pun dipastikan harus sehat. Seiring dengan hal itu, menjamurnya barbershop di Kaltim seolah menjadi bukti jika perawatan rambut pada pria juga diperlukan.

 

Eka Rachmajaya Putra, pemilik DMB Goodly Barbershop mengatakan, hingga awal tahun 2019 ini, tren masyarakat menggunakan barbershop sangat tinggi. Begitu juga dengan pemahaman masyarakat atas perbedaan barbershop dengan pangkas rambut biasa. Di Samarinda, harga memotong rambut di barbershop pun beragam. Ada yang kisaran puluhan ribu untuk kelas regular. Namun ada juga kelas premium hingga ratusan ribu rupiah.

“Sudah merata, ada yang dari kalangan muda, dewasa hingga tua,” terang Eka

Pria maskulin pun dianggap pas memangkas rambut di barbershop lantaran model gaya rambut mengikuti tren. Ini yang menjadi tantangan para barberman untuk membuat pelanggan tak hanya merasa nyaman, tetapi juga puas dengan yang diharapkan.

“Biasanya oleh barberman juga diberikan opsi sesuai dengan bentuk kepala agar sesuai. Kalau sudah langganan, akan lebih mudah sebab sudah hafal,” tambahnya lagi.

Saat ini tambah Eka, istilah maskulin tak lagi tabu oleh kalangan pria. Sehingga, jumlah mereka yang membutuhkan tampil maskulin jumlahnya diprediksi bisa meningkat. Karena itulah, interaksi dengan tukang cukur saat memangkas rambut juga diperlukan. Sehingga, komunikasi yang baik tersebut bisa membuat hasil maksimal. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 08 Maret 2019 09:17

”Sistem Salah Pembagian Bonus”

SUHARDI Hamka, sosok pengusaha Kota Minyak ini memiliki pengalaman yang berhubungan dengan…

Selasa, 05 Maret 2019 12:36

Fesyen Pria Metroseksual, Konsep Urban Etnik Jadi Tren

GAYA fesyen pria metroseksual yang mengusung unsur etnis, peminatnya  semakin…

Senin, 04 Maret 2019 09:48

Pria Tak Lagi Sungkan Perawatan

PRIA urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba modern, sosialita…

Minggu, 03 Maret 2019 11:32

Pelaku Depresi karena Ketidakadilan

POLIGAMI tak hanya mendatangkan stres kepada istri dan anak. Pelaku…

Minggu, 03 Maret 2019 11:31
Tak Semua Poligami Indah

Banyak Kasus Poligami Berawal dari Selingkuh

Ada banyak alasan mengapa memilih mendua. Namun kenyataannya, banyak kasus…

Jumat, 01 Maret 2019 08:48

“Jadi Kedok untuk Bersenang-senang”

SESUNGGUHNYA poligami tidak dilarang. Ada dalam aturan secara agama dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*