MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 23 Februari 2019 11:49
PARAH..!! Dalam Video, 15 Camat Dukung Paslon, Diperiksa Bawaslu

Setelah 15 Camat, Bawaslu Periksa SYL

PROKAL.CO,  MAKASSAR-  Bawaslu Sulsel bergerak cepat mengusut video dukungan capres. Setelah memeriksa 15 camat se-Kota Makassar, giliran Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga akan diperiksa.  

Dalam video yang menjadi viral itu, SYL memberikan pernyataan dukungan terhadap capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Video itu bermasalah, karena SYL terlihat bersama 15 camat se-Kota Makassar. Dengan didampingi 15 camat, SYL menyebut kata "Kami".

Komisioner Bawaslu Sulel, Azry Yusuf menjelaskan, pihaknya juga akan memanggil mantan gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk memberikan klarifikasi. Pemeriksaannya juga sebagai terlapor. "SYL juga nanti kita agendakan pemeriksaannya," kata Azry.

Jumat, 22 Februari, kemarin, Bawaslu Sulsel memeriksa 15 camat selama 10 jam. Para camat yang dilaporkan terlibat video pernyataan dukungan kepada calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma'ruf, tiba di kantor Bawaslu Sulsel, sekitar pukul 11.50 Wita, Jumat, 22 Februari.

Mereka kompak memenuhi undangan klarifikasi mengenakan pakaian dinas lengkap. Kendati sudah tiba di Bawaslu sejak pukul 11.50 Wita, namun mereka baru memasuki ruang pemeriksaan pukul 14.55 Wita.

Pemeriksaan sesi pertama, 15 camat dibagi tiga kelompok. Lima camat diperiksa di lantai dua dan 10 camat lainnya diperiksa di ruangan berbeda di lantai satu.

Sesi pertama, para camat dicecar 24 pertanyaan. Ada tiga sesi pemeriksaan. Butuh waktu satu jam lebih untuk pemeriksaan satu orang camat. Mereka yang sudah dimintai keterangan, langsung kembali menuju Ruang Gakkumdu. Sesekali bergantian memasuki ruangan pemeriksaan.

Di setiap ruang pemeriksaan, juga ada satu orang kuasa hukum yang mendampingi para camat saat memberikan klarifikasi.

Komisioner Bawaslu Sulsel Azry Yusuf menjelaskan, sebelum ada laporan terkait video yang viral tersebut, pihaknya telah membentuk tim investigasi.

"Sebelum laporan masuk, kita sudah dapat videonya. Nah hari ini berdasarkan undangan kita 15 camat hadir untuk dimintai keterangan atau klarifikasi," jelas Azry.

Dia menambahkan, Bawaslu Sulsel menerima tiga laporan, Bawaslu Makassar tujuh laporan, dan Bawaslu RI satu laporan. Kasusnya sama, dugaan dukungan camat kepada capres nomor urut 01.

Setelah memeriksa 15 camat, Bawaslu melakukan kajian mendalam bersama Sentra Gakkumdu. "Kami akan mengagendakan pemeriksaan saksi pada Senin atau Selasa, pekan depan, baik saksi pelapor dan terlapor," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu tim hukum 15 camat se-Makassar, Zulkifli Hasanuddin menyampaikan pihaknya belum bisa menanggapi lebih jauh, sebelum Bawaslu memutuskan hasil pemeriksaan itu.

"Kita ingin tahu undang-undang apa yang disangkakan pasal berapa. Kita belum bisa tanggapi, nanti setelah pemeriksaan," katanya.

Para camat yang diperiksa juga kompak tidak memberi komentar. Jawaban mereka pun seragam, menyerahkan ke kuasa hukumnya.

 Sanksi Berat

Kasus video dugaan dukungan para camat ke capres-cawapres 01 makin mencuat karena viral. Banyak pihak yang mengecam dan menyayangkannya. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), seharusnya camat menjaga diri pada momentum politik dengan tidak mengangkangi undang-undang (UU).

"Kalau memang yang (video) viral itu benar, saya pikir sangat fatal sebagai ASN," sesal pakar hukum tata negara Universitas Muslim Indonesia (UMI), Hamzah Bahar, Jumat, 22 Februari.

Menurutnya, sanksi berat harus diberlakukan. Namun, harus diselidiki mendalam terlebih dahulu. Tugas Bawaslu di situ. Memastikan adanya unsur pelanggaran. "Tidak benar bagi ASN berperilaku seperti itu. Melanggar UU ASN juga melanggar UU Pemilu," imbuhnya.

Hamzah tak yakin para camat di Makassar dan seorang camat di Bone beserta kepala desanya, tak tahu regulasi Pemilu. Makanya, harus ada keseriusan dari Bawaslu untuk menindaklanjuti masalah ini. "Memanggil dan memeriksa (camat). Secara hukum, sama sekali tidak dibenarkan," ujarnya.

Hal yang paling fatal dalam video itu, kata dia, ASN itu berani menyebut dirinya camat dan bahkan ada yang mengenakan pakaian dinas. Artinya, dalam konteks itu bukan mengatasnamakan pribadi. Dugaan pelanggarannya cukup kuat.

Di Bone, Camat Ajangale Andi Mappangara beserta lurah dan kepala desa membuat video dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf. Bawaslu akan segera memprosesnya.

Belum diketahui pasti tentang kapan video tersebut. Sang camat enggan dikonfirmasi perihal viralnya video deklarasi itu bersama jajarannya. "Saya juga tidak tahu dek, jangan mi dibahas dulu," elak Mappangara.

Menanggapi hal ini, Komisioner Bawaslu Bone, Muhamad Ridwan, mengungkapkan, akan melakukan rapat pleno terkait masalah tersebut. Kendati demikian belum ada laporan dari kubu Prabowo-Sandi mengenai video yang beredar.

"Kita masih dalami video tersebut. Sudah diturunkan tim investigasi. Sampai saat ini, belum ada yang melapor," ungkapnya

Anggota DPRD Bone dari Fraksi Gerindra, Bustanil Arifin Amri, mengatakan, tidak mau tergesa-gesa melaporkan hal tersebut dan akan mempelajarinya terlebih dahulu. "Karena pembelaan untuk capres kami akan kami usahakan," katanya.

 

Respons Tim

 Ketua Tim Kampanye Daerah Sulsel Jokowi-Ma'ruf, Syamsul Bachri mengatakan jika Bawaslu menyatakan hal itu meresahkan atau terbukti melanggar, maka jangan terulang lagi. "Kalau melanggar atau mengganggu, sebaiknya jangan terulang. Itu urusan Bawaslu, tetapi saya menghargai semangat dari kawan-kawan camat itu," katanya.

Para camat bukan berarti tidak paham regulasi, tetapi mereka ingin memperlihatkan semangat sungguh-sungguh mendukung Jokowi. "Mereka memahami karya Jokowi selama ini," katanya. Ketua Partai Gerindra Sulsel Andi Indris Manggabarani mengatakan seluruh camat yang menyatakan sikap tersebut harus mendapatkan sanksi. "Bawaslu harus bekerja baik dan profesional," katanya.

Pria yang akrab disapa IMB itu meminta agar proses penindakannya tidak boleh ada perbedaan dengan yang lain. "Harus disamakan. Siapa pun ASN yang melanggar harus mendapat sanksi," pintanya.

Berdasarkan penilaian IMB, para camat tersebut diajak untuk melakukan kampanye. "Mereka tertekan juga mengamankan jabatan. Kalau tidak ikut, kan digeser. Dan ini harus diproses," imbuh IMB.

 

Didampingi

 Lima kuasa hukum mendampingi 15 camat se-Kota Makassar yang menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu Sulsel. Di antaranya, Zulkifli Hasanuddin, Adnan Buyung Aziz, Abdul Azis, Ahmad Rianto, dan Mursalim Djalil.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengakui tim hukum tersebut adalah kuasa hukumnya pada Pilwalkot 2018. Kini, secara pribadi dia menurunkan tim tersebut untuk mendampingi para camat menjalani proses pemeriksaan di Bawaslu.

"Biaya tim hukum juga saya tanggung pribadi. Kenapa? Karena laporan itu berdasarkan kepentingan politik, camat saya tidak seperti itu," kata pria yang akrab disapa Danny itu.

Dia menambahkan, video yang viral tersebut adalah editan, Dibuat seolah-olah para camat itu mendukung salah satu kandidat capres dan cawapres.

"Ternyata itu kegiatan adalah kegiatan antinarkoba. Perhatikan mi videonya, putus putus toh? Makanya saya bantu dengan memberi tim hukum," katanya. (fajar/jpc)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 21:43

Enterpreneur yang Sadar Perlunya Kemandirian Perfilman Indonesia

SUKABUMI-- Tak sedikit dari kalangan artis Tanah Air bakal maju…

Selasa, 26 Maret 2019 13:22

Adegan Tak Senonoh Terekam di Skybridge Solo

Jagad maya dihebohkan dengan rekaman adegan tidak senonoh yang diduga…

Selasa, 26 Maret 2019 13:04

Kata Tommy Soeharto: Selama 21 Tahun Sektor Pertanian Jalan di Tempat

CIANJUR -- Ketua Umum Partai Berkaya Tommy Soeharto, Senin 25…

Selasa, 26 Maret 2019 10:51

Puluhan Korban Banjir Papua Masih Hilang

JAKARTA – Kodam XVII/Cendrawasih terus mencari korban banjir dan longsor…

Selasa, 26 Maret 2019 10:41

Indonesia Terhindar Gugatan Rp 18 Triliun

JAKARTA – Setelah melalui proses panjang, pemerintah kembali menang gugatan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:19

Gara-Gara Ini, Pekerja Bongkar Lagi Bangunan yang Sudah Jadi Milik Disperindag

GIANYAR- Proyek pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) di Desa…

Selasa, 26 Maret 2019 10:16

Orang Utan Imut-Imut Selundupan WN Rusia

DENPASAR – Warga Negara Rusia, Andrei Zhestkov, pelaku penyelundupan orang…

Selasa, 26 Maret 2019 10:12

Jokowi Angkat Isu Bandara dan Tol Trans-Jawa

BANYUWANGI – Capres 01 Joko Widodo disambut sangat meriah saat…

Senin, 25 Maret 2019 22:16

INSYA ALLAH..!! Tak Benar Bila Peralihan Kekuasaan akan Menyebabkan Perpecahan

Bangsa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam berdemokrasi. Bahkan, dulu ada…

Senin, 25 Maret 2019 22:14

Berawal dari Kafe, Rian Setuju Booking Vanessa Rp 80 Juta

Dua mucikari Vanessa Angel dan Avriellya Shaqilla menjalani sidang perdana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*