MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 22 Februari 2019 11:49
SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

Sepakati Kegiatan Belajar SMA 10 Dialihkan ke Jalan Perjuangan

Haji Rusli

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10 Melati dan Yayasan Melati, Jalan Rifadin, Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda akhirnya menuai titik terang. Baik Yayasan Melati dan Pemerintah Kaltim sepakat untuk mencari jalan tengah permasalah tersebut.

Hal itu terungkap dalam postingan Ketua Yayasan Melati HM Rusli di akun Facebook miliknya pada 16 Februari 2019. Dalam postingannya, Rusli menulis, kegiatan belajar mengajar di SMA 10 Melati yang berlokasi di Kampus Melati akan dipindahkan ke gedung baru SMA 10 di Jalan Perjuangan Samarinda.

Rencana tersebut telah disepakati oleh Gubernur Kaltim Isran Noor saat bertandang silaturahmi ke kediaman Rusli belum lama ini. Selain itu, proses pemindahan SMA 10 juga sudah mendapatkan dukungan dari Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi.

Disambangi di kediamannya di Kampus Bunga Bangsa Samarinda di Jalan DI Panjaitan, HM Rusli menerangkan, proses pemindahan siswa SMA 10 akan dilakukan bertahap mulai tahun 2020 mendatang. Mengingat masih ada pelajar Kelas XI dan XII yang melaksanakan kegiatan belajar menganjar.

Tak hanya itu, dari hasil komunikasi yang dilakukan dengan Pemerintah Kaltim, nantinya semua aset yang berdiri di atas Kampus Melati akan dikelola oleh Yayasan Melati. Dengan demikian, silang sengkarung yang selama ini menaungi kedua belah pihak dapat diselesaikan.

“Kami sangat menyambut baik keputusan Pak Isran menengahi masalah ini. Seperti apa skema pemindahannya, nanti akan diatur lagi bagaimana teknisnya antara pemerintah dan Yayasan Melati,” kata dia, Kamis (21/2) kemarin.

Proses pemindahan SMA 10 dipastikan bakal berjalan mudah. Sebab, di Jalan Perjuangan, Gunung Kelua, Samarinda Seberang sudah dibangun gedung yang ditempati Pelajar SMA 10. Namun rencana itu akan terlebih dahulu disosialisasikan kepada para siswa, orangtua murid, dan para guru di sekolah tersebut.

Selain itu, agar proses pemindahan berjalan baik, setiap siswa baru yang masuk SMA 10, nanti akan langsung dialihkan ke gedung baru mereka di Jalan Perjuangan. Dengan demikian, mereka yang belajar di SMA 10 di Kampus Melati adalah mereka yang sudah Kelas XI dan XII.

“Kesimpulannya, dari pihak yayasan memberikan kesempatan anak-anak menyelesaikan sekolah di sana (SMA 10 di Kampus Melati). Setelah itu tidak boleh lagi ada (penerimaan siswa) yang baru. Kalau ada yang diterima, maka ditaruh di sana (SMA 10 Jalan Perjuangan),” terang dia.

Mengingat kepemilikan tanah yang ditempati Kampus Melati sudah menjadi milik Pemprov Kaltim, Rusli sendiri enggan mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, keberadaan lahan itu dapat diajukan sebagai hak pakai oleh Yayasan Melati.

“Mau nanti SK (surat keputusan) pinjam pakai lahan adalah SK baru atau yang lama, enggak masalah. Kami prinsipnya hanya menggunakan hak pakai lahannya,” ujarnya.

Pemilik Hotel Mesra Samarinda ini mengaku enggan mengajukan surat permohonan hibah lahan seluas belasan hektare yang ditempati Kampus Melati. Walau sudah ada banyak pihak yang mendorongnya untuk menggajukan permohonan tersebut.

Ia beralasan, dirinya tidak ingin suatu saat nanti timbul konflik. Apalagi bila ke depan perkembangan Kampus Melati tidak berjalan baik atau muncul permasalahan di tengah jalan. Jika lahan itu hanya hak pakai, maka kapan saja pemerintah dapat mengambilnya.

“Ada yang meminta diajukan lahannya dihibahkan seperti kampus IAIN dan Unmul Samarinda. Saya orang yang enggak setuju. Ini sebuah yayasan. Sangat ringkih kalau saya bilang. Kalau dikasih atas nama hibah, lalu suatu hari tidak ada yang mengurus, terus siapa yang memiliki tanah itu,” tuturnya.

Kendati demikian, Rusli memberikan apresiasi atas kesediaan Gubernur Isran dan Wagub Hadi Mulyadi menyudahi tarik ulur permasalahan SMA 10 dan Kampus Melati Samarinda. Mengingat masalah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun.

“Tanah pemerintah biar jadi tanah pemerintah. Fasilitas yang ada di atasnya biar jadi milik Yayasan Melati.Saya tidak ingin ada lagi pelajar yang dibayang-bayangi dengan sengketa masalah tanah di sekolah yang mereka tempati,” imbuhnya.

Terpisah, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengaku,dirinya dan Gubernur Isran tidak ingin polemik di SMA 10 dan Kampus Melati berjalan tanpa ada titik terang. Atas alasan itu, pemerintah akan mengembalikan status pengelolaan sekolah ke Yayasan Melati.

“Supaya polemik tidak berkelanjutan, status pengelolaan sekolah kami kembalikan ke pihak yayasan. Supaya nanti keduanya (SMA 10 dan Kampus Melati) bisa sama-sama berjalan baik,” katanya.

Hadi menginginkan proses pemindahan SMA 10 ke gedung sekolah baru yang terletak di Jalan Perjuangan dilaksanakan bertahap. Dengan demikian, kegiatan belajar para siswa berjalan baik dan tidak menganggu psikologis mereka. Apalagi ujian nasional (UN) sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Proses peralihannya ini yang smooth. Tidak merugikan anak didik. Makanya perlu dilakukan secara bertahap. Nanti akan saya minta ke Disdik Kaltim. Jangan buru-buru yang membuat proses belajar mereka terganggu. Mereka yang mau UN, jangan dipindah dulu,” tuturnya.

Supaya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, maka pemanfaatan lahan oleh Yayasan Melati akan diterbitakan SK yang baru untuk izin pemanfaatan lahan. “Prinsipnya, kami ingin menyelesaikan masalah ini win win solution. Yayasan tetap bekerja. Status sekolah negeri juga tetap,” ujarnya.

Seperti diketahui, sengketa kepemilikan lahan dan aset yang ada di atas SMA 10 dan Yayasan Melati, berawal saat Awang Fareok Ishak yang menjabat Gubernur Kaltim mencabut SK pinjam pakai lahan yang ditempati Kampus Melati pada 21 November 2014.

Dalam SK Gubernur Kaltim  Nomor 180/K.745/2014, Awang Faroek mencabutSK Gubernur Kaltim tertanggal 2 Agustus 1994 Nomor 341 Tahun 1994 tentang Penyerahan Tanah Hak Pakai dengan Sertfikat Nomor 8 Tahun 1988 kepada Yayasan Melati.

Atas pencabutan itu, Yayasan Melati merasa keberatan mengingat hampir semua bangunan yang berdiri diatas tanah tersebut dibangun mereka selama kurun 20 tahun terakhir. Atas dasar itu, Yayasan Melati mengajukangugatan kePengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) di Jakarta.

Namun upaya hukum tersebut tidak berhasil. Sengketa tersebut dimenangkan Pemprov Kaltim dengan keluarnya putusan kasasi Mahkama Agung (MA) dalam perkara PTUN tanggal 18 April 2016 Nomor 54 K/TUN/2016dengan keputusan menolak gugatan Yayasan Melati.

Dengan demikian, SK Gubernur Kaltim Nmor 180/745/2014 yang dikeluarkan Awang Faroek sebagai pencabutan atas SK Nomor 341 Tahun 1994 tentang Penyerahan Tanah Hak Pakai seluas 122.545 meter persegi yang ditempati Yayasan Melati, resmi menjadi milik Pemerintah Kaltim.

Pengurus Yayasan Melati sendiri memilih bertahan di atas lahan milik Pemerintah Kaltim itu, karena merasa semua bangunan atau aset yang berdiri di atas lahan itu adalah milik mereka. Di sisi lain, pemerintah sendiri diketahui belum memiliki aturan teknis terkait proses pemindahan aset yang berdiri di atas lahan itu. (*/drh)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 21:40

Gubernur Isran Perjuangkan Rp 3 Triliun APBN untuk Keruk Sungai Karang Mumus

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku pihaknya sedang memperjuangkan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:11
Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadhan

Tidak Ada Potensi Hari Raya Ganda

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadhan…

Selasa, 26 Maret 2019 09:25

DENGAR NIH..!! Kata Gubernur, Pabrik Semen Tak Ganggu Karst Sangkulirang Mangkalihat

SAMARINDA- Mahasiswa boleh menolak pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.…

Senin, 25 Maret 2019 22:10

WALHI : Pemprov Kaltim Beri Jalan Mulus Kehancuran Karst Kutim dan Berau

SAMARINDA - Kawasan Karst di Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur…

Senin, 25 Maret 2019 12:39
MONTENEGRO vs INGGRIS

Butuh Lebih dari Caps ke-50

PODGORICA – Jordan Henderson pemain paling senior di timnas Inggris…

Senin, 25 Maret 2019 11:53

Cepat Bangkit, Kejar Target Lain!

HANOI – Nasib tim nasional U-23 Indonesia dalam dua bulan…

Senin, 25 Maret 2019 11:12

Yuni Dibunuh di Rumah, Wajah Lebam, Harta-Benda Raib

SAMARINDA–Sebuah rumah di Jalan Masjid, RT 30, Nomor 21, Rawa…

Senin, 25 Maret 2019 08:59

Dokter Menumpuk di Samarinda, Mahakam Ulu Tak Ada Dokter Spesialis

Dokter spesialis lebih suka bertugas di daerah perkotaan. Pasalnya, mereka…

Minggu, 24 Maret 2019 12:52

TEGAS..!! Kaltim Tolak Pembatasan Produksi Batu Bara

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menjaga…

Minggu, 24 Maret 2019 11:54

Hantu Kacak Balikpapan Meresahkan, Masih Ada 2 yang Keliaran

BALIKPAPAN – Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di Kota Beriman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*