MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 17 Februari 2019 12:16
Energi Terbarukan di Debat Kedua
Sandiaga saat di Samarinda

PROKAL.CO, Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga S Uno kemarin menggelar sejumlah kegiatan di Surabaya. Dia mengaku memiliki 'bahan baru' untuk menghadapi debat kedua itu.

Hal itu diungkapkan Sandi usai menjadi salah satu pembicara dalam perhelatan Young Enterpreneurship Summit (YES) 2019 yang berlangsung di DBL Arena. ”Setelah ini (kemarin sore), saya langsung ke Jakarta. Untuk bersinergi dengan teman-teman dari dewan pakar,” katanya.

Sandi bersama dewan pakar juga bakal menyampaikan masukan terakhir jelang debat kepada capres Prabowo Subianto. ”Masih ada waktu lebih dari 24 jam dari sekarang hingga debat,” katanya.

Meski tidak membeber secara rinci materi yang disiapkan dalam debat nanti, mantan Wagub DKI itu menyebut hasil safarinya di Jatim menghasilkan tema baru yang akan diusung. ”Konsep energi baru dan terbarukan yang baru kita dapat dari kunjungan di Jatim ini, akan kita formulasikan sebagai bahan,” katanya.

Konsep itu pula yang disampaikan Sandi kepada pengusaha muda- kalangan milenial yang hadir dalam YES 2019. Di sana, putra dari Mien Uno itu membeber konsep santripreneur, sebuah program yang dirancang untuk para santri agar bisa menjadi pengusaha.

Salah satu program yang disiapkan dalam santripreneur itu adalah Santri Surya. ”Lewat program ini, kami ingin mengkonversi energi surya melalui panel-panel ke rumah-rumah, termasuk para pengusaha, menjadi energi listrik,” katanya.

Program ini disebut Sandi sangat efektif. Sebab, selain menjadi solusi bagi enterpreneur untuk bisa mendapat sumber energi murah. ”Bahkan, penghematannya bisa mencapai 40 persen,” katnaya.

Tak hanya bermanfaat bagi pengembangan usaha bagi enterpreneur, program Santri Surya itu juga bisa menghasilkan swasembada energi di Indonesia.

Lewat konsep Santripreneur, para santri juga bakal mendapat bekal ilmu untuk membuka lapangan kerja, terutama untuk sektor industri halal. ”Kita masih berada di urutan ke-10 Global Islamic Economy Indicator. Saya optimistis kita bisa lebih maju,” katanya. (ris)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:11

Korban Kecelakaan Kapal di Sumenep, Temukan 15 Jasad Mengapung

SUMENEP–Pencarian korban Kapal Motor (KM) Amin Jaya yang tenggelam di…

Senin, 17 Juni 2019 14:33

KPU Pakai Patokan Gugatan Awal

JAKARTA – Sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) kembali…

Minggu, 16 Juni 2019 22:28

Merasa Tak Ada Beban, Periode Terakhir Jokowi Ambil Keputusan Gila

Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya sudah tidak punya beban dalam…

Minggu, 16 Juni 2019 22:25

Golkar Makin Loyal ke Jokowi

Loyalitas Partai Golkar pada koalisi Jokowi dinilai semakin tinggi. Tak…

Minggu, 16 Juni 2019 21:15

Komisioner KPU Ini Nilai Gugatan Prabowo-Sandi Cacat Logika

JAKARTA- Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai salah satu dalil…

Minggu, 16 Juni 2019 13:27

Penahanan 100 Tersangka Rusuh Ditangguhkan

JAKARTA – Polri terus mendalami kasus dugaan makar. Rencananya, Polri…

Minggu, 16 Juni 2019 13:12

Situng Dipersoalkan, KPU Sebut Tidak Tepat

JAKARTA – Para pihak yang bersengketa atas hasil pilpres di…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:49
Antara Pemilu 2019 dan Pilkada 2020

Wewenang Bawaslu Bisa Berbeda

JAKARTA – Pengawasan pemilu yang tergolong ketat kali ini sangat…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:44

Pimpinan MPR Usul Diisi Gabungan Kubu Jokowi-Prabowo

JAKARTA – Pengisian kursi pimpinan MPR mulai menjadi perdebatan. Sebab,…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:43

Percepatan Kongres untuk Konsolidasi PDIP

JAKARTA – Percepatan Kongres V PDI Perjuangan (PDIP) tidak lepas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*