MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 17 Februari 2019 12:16
Energi Terbarukan di Debat Kedua
Sandiaga saat di Samarinda

PROKAL.CO, Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga S Uno kemarin menggelar sejumlah kegiatan di Surabaya. Dia mengaku memiliki 'bahan baru' untuk menghadapi debat kedua itu.

Hal itu diungkapkan Sandi usai menjadi salah satu pembicara dalam perhelatan Young Enterpreneurship Summit (YES) 2019 yang berlangsung di DBL Arena. ”Setelah ini (kemarin sore), saya langsung ke Jakarta. Untuk bersinergi dengan teman-teman dari dewan pakar,” katanya.

Sandi bersama dewan pakar juga bakal menyampaikan masukan terakhir jelang debat kepada capres Prabowo Subianto. ”Masih ada waktu lebih dari 24 jam dari sekarang hingga debat,” katanya.

Meski tidak membeber secara rinci materi yang disiapkan dalam debat nanti, mantan Wagub DKI itu menyebut hasil safarinya di Jatim menghasilkan tema baru yang akan diusung. ”Konsep energi baru dan terbarukan yang baru kita dapat dari kunjungan di Jatim ini, akan kita formulasikan sebagai bahan,” katanya.

Konsep itu pula yang disampaikan Sandi kepada pengusaha muda- kalangan milenial yang hadir dalam YES 2019. Di sana, putra dari Mien Uno itu membeber konsep santripreneur, sebuah program yang dirancang untuk para santri agar bisa menjadi pengusaha.

Salah satu program yang disiapkan dalam santripreneur itu adalah Santri Surya. ”Lewat program ini, kami ingin mengkonversi energi surya melalui panel-panel ke rumah-rumah, termasuk para pengusaha, menjadi energi listrik,” katanya.

Program ini disebut Sandi sangat efektif. Sebab, selain menjadi solusi bagi enterpreneur untuk bisa mendapat sumber energi murah. ”Bahkan, penghematannya bisa mencapai 40 persen,” katnaya.

Tak hanya bermanfaat bagi pengembangan usaha bagi enterpreneur, program Santri Surya itu juga bisa menghasilkan swasembada energi di Indonesia.

Lewat konsep Santripreneur, para santri juga bakal mendapat bekal ilmu untuk membuka lapangan kerja, terutama untuk sektor industri halal. ”Kita masih berada di urutan ke-10 Global Islamic Economy Indicator. Saya optimistis kita bisa lebih maju,” katanya. (ris)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 13:22

Adegan Tak Senonoh Terekam di Skybridge Solo

Jagad maya dihebohkan dengan rekaman adegan tidak senonoh yang diduga…

Selasa, 26 Maret 2019 13:04

Kata Tommy Soeharto: Selama 21 Tahun Sektor Pertanian Jalan di Tempat

CIANJUR -- Ketua Umum Partai Berkaya Tommy Soeharto, Senin 25…

Selasa, 26 Maret 2019 10:51

Puluhan Korban Banjir Papua Masih Hilang

JAKARTA – Kodam XVII/Cendrawasih terus mencari korban banjir dan longsor…

Selasa, 26 Maret 2019 10:41

Indonesia Terhindar Gugatan Rp 18 Triliun

JAKARTA – Setelah melalui proses panjang, pemerintah kembali menang gugatan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:19

Gara-Gara Ini, Pekerja Bongkar Lagi Bangunan yang Sudah Jadi Milik Disperindag

GIANYAR- Proyek pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) di Desa…

Selasa, 26 Maret 2019 10:16

Orang Utan Imut-Imut Selundupan WN Rusia

DENPASAR – Warga Negara Rusia, Andrei Zhestkov, pelaku penyelundupan orang…

Selasa, 26 Maret 2019 10:12

Jokowi Angkat Isu Bandara dan Tol Trans-Jawa

BANYUWANGI – Capres 01 Joko Widodo disambut sangat meriah saat…

Senin, 25 Maret 2019 22:16

INSYA ALLAH..!! Tak Benar Bila Peralihan Kekuasaan akan Menyebabkan Perpecahan

Bangsa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam berdemokrasi. Bahkan, dulu ada…

Senin, 25 Maret 2019 22:14

Berawal dari Kafe, Rian Setuju Booking Vanessa Rp 80 Juta

Dua mucikari Vanessa Angel dan Avriellya Shaqilla menjalani sidang perdana…

Senin, 25 Maret 2019 22:09

Posyandu Garda Terdepan Cegah Penyakit

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*