MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 Februari 2019 13:42
CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya
Ganjar Pranowo

PROKAL.CO, Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi kedua untuk penindakan kasus korupsi terbanyak selama 2018. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat hal tersebut sebagai catatan minus.

"Ini jelas (catatan) buruk. Buruk banget," ucap Ganjar saat ditemui di Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (12/2).

Sesuai laporan 'Tren Penindakan Korupsi 2018' yang dirilis ICW belum lama ini, korupsi di Jateng selama 2018 tercatat sebanyak 36 kasus dengan 65 tersangka. Total nilai kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 152,9 miliar.

Jateng sendiri satu peringkat di bawah Jawa Timur dengan 52 kasus korupsi, 135 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 125,9 miliar. Setelah Jateng, ada Sulawesi Selatan dengan 31 kasus, 62 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 74,5 miliar. Lalu Jawa Barat, 27 kasus, 71 tersangka, serta kerugian negara sejumlah Rp 51,4 miliar.

Bahkan, penilaian ICW terhadap Jateng ini memburuk. Pada 2017 lalu, Jateng berada di nomor empat soal jumlah penindakan kasus korupsi terbanyak dengan total 29 kasus dan kerugian negara sebesar Rp 40,3 miliar. Tiga besar saat itu adalah Jatim, Jabar, dan Sumut.

Maka, Ganjar mendesak agar para penyelenggara negara mau bertindak untuk memperbaiki catatan negatif ini. Seperti menata ulang birokrasi agar penggunaan uang negara bisa terbuka, mengumumkan harta kekayaan, dan meningkatkan kualitas pengawasan di internal. Intinya, wajib transparan dan akuntabel disertai kontrol dari masyarakat.

"Sehingga mitigasinya sudah ketahuan. Toh selama ini kan urusaannya suap, jual beli izin, jabatan, sesimpel itu saja," kata Ganjar.

"Itu kan tinggal ditunjukkan saja. Ada kasusnya di daerah mana, kabupaten mana, dicatat ini itu, ya sudah tinggal diperbaiki," lanjut politikus PDIP tersebut.

Mereka yang enggan berbenah dan bermental korup harus siap kena persoalan hukum. "Kalau sudah ndableg (bandel) memang harus di-OTT (Operasi Tangkap Tangan), nggak ada lagi kata-kata lain," tegasnya. (jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:34

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

JAKARTA – Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:21

Daftar Pertanyaan Debat Capres Hampir Tuntas

JAKARTA – Minggu lusa dua calon presiden (capres), Joko Widodo…

Kamis, 14 Februari 2019 12:01

YAELAAA...!! Demi Tampil Modis, Pelajar Nekat Bobol Toko

SINGARAJA – Lagi-lagi seorang pelajar harus berurusan dengan hukum. Kali…

Kamis, 14 Februari 2019 12:00

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia kembali mengingatkan masyarakat, khususnya umat…

Rabu, 13 Februari 2019 13:08

Dua WNI yang Dimutilasi di Malaysia, Korban Diduga Pengusaha Tekstil

JAKARTA – Proses identifikasi pada dua WNI yang menjadi korban…

Selasa, 12 Februari 2019 13:42

CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi…

Selasa, 12 Februari 2019 13:39

WOW...!! Simulasi Pilpres 2019 di 12 Daerah, Prabowo Unggul dari Jokowi

Simulasi Pilpres 2019 yang digelar Radar Bogor menghasilkan satu temuan,…

Selasa, 12 Februari 2019 13:10

Tidak Benar, Mendagri Keluarkan Larangan Rapat di Hotel

JAKARTA- Kapuspen Kemendagri Bachtiar Baharuddin menegaskan, hingga saat ini Mendagri…

Senin, 11 Februari 2019 14:06
Menkominfo: Mari Bekerjasama Menangkal Hoax!

Meski Efeknya Lama, Literasi Digital Terus Dilakukan

JAKARTA  - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengajak peserta Rapat…

Senin, 11 Februari 2019 12:51

Mendagri: Siapapun Presiden dan Gubernurnya, Humas Wajib Suarakan yang Dikerjakan Pemerintah

JAKARTA -  Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko membuka langsung Rapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*