MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 Februari 2019 13:42
CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya
Ganjar Pranowo

PROKAL.CO, Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi kedua untuk penindakan kasus korupsi terbanyak selama 2018. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat hal tersebut sebagai catatan minus.

"Ini jelas (catatan) buruk. Buruk banget," ucap Ganjar saat ditemui di Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (12/2).

Sesuai laporan 'Tren Penindakan Korupsi 2018' yang dirilis ICW belum lama ini, korupsi di Jateng selama 2018 tercatat sebanyak 36 kasus dengan 65 tersangka. Total nilai kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 152,9 miliar.

Jateng sendiri satu peringkat di bawah Jawa Timur dengan 52 kasus korupsi, 135 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 125,9 miliar. Setelah Jateng, ada Sulawesi Selatan dengan 31 kasus, 62 tersangka, dan kerugian negara senilai Rp 74,5 miliar. Lalu Jawa Barat, 27 kasus, 71 tersangka, serta kerugian negara sejumlah Rp 51,4 miliar.

Bahkan, penilaian ICW terhadap Jateng ini memburuk. Pada 2017 lalu, Jateng berada di nomor empat soal jumlah penindakan kasus korupsi terbanyak dengan total 29 kasus dan kerugian negara sebesar Rp 40,3 miliar. Tiga besar saat itu adalah Jatim, Jabar, dan Sumut.

Maka, Ganjar mendesak agar para penyelenggara negara mau bertindak untuk memperbaiki catatan negatif ini. Seperti menata ulang birokrasi agar penggunaan uang negara bisa terbuka, mengumumkan harta kekayaan, dan meningkatkan kualitas pengawasan di internal. Intinya, wajib transparan dan akuntabel disertai kontrol dari masyarakat.

"Sehingga mitigasinya sudah ketahuan. Toh selama ini kan urusaannya suap, jual beli izin, jabatan, sesimpel itu saja," kata Ganjar.

"Itu kan tinggal ditunjukkan saja. Ada kasusnya di daerah mana, kabupaten mana, dicatat ini itu, ya sudah tinggal diperbaiki," lanjut politikus PDIP tersebut.

Mereka yang enggan berbenah dan bermental korup harus siap kena persoalan hukum. "Kalau sudah ndableg (bandel) memang harus di-OTT (Operasi Tangkap Tangan), nggak ada lagi kata-kata lain," tegasnya. (jpc)


BACA JUGA

Jumat, 26 April 2019 11:13
Caleg Partai Lama Diprediksi Mendominasi

Pesimistis DPR yang Baru Bawa Perubahan

JAKARTA – Wajah anggota DPR periode 2019–2024 sangat mungkin didominasi…

Kamis, 25 April 2019 14:04

Gejolak Internal KPK Meluas

Saat KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka, suhu di internal…

Kamis, 25 April 2019 14:00

Sofyan Basir Dinonaktifkan dari PLN

JAKARTA – Karir Sofyan Basir di PT Perusahaan Listrik Negara…

Kamis, 25 April 2019 12:27

Penyelenggara Pemilu Meninggal Usai Menjalankan Tugasnya, Baru Terjadi di Indonesia

Ratusan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), anggota Panwaslu, dan…

Kamis, 25 April 2019 11:54

Dakwaan JPU, Vanessa Angel Jajakan Diri demi Biaya Party

Pesinetron Vanessa Angel akhirnya duduk sebagai terdakwa. Perempuan kelahiran 21…

Kamis, 25 April 2019 09:50

Coblosan Pemilu Banyak Masalah, Dorong Pakai e-Voting

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai sistem pemungutan suara secara…

Kamis, 25 April 2019 06:00

Konflik 2 Caleg di Surabaya, Ini Kata Sekjen Perindo

DPP Partai Perindo akan turun tangan untuk menyelesaikan konflik antara…

Rabu, 24 April 2019 11:01
Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Aku Pengin ke Minimarket Numpak Jaran

 Ada dua alasan kenapa Dodit Mulyanto membangun rumah di tengah…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Ma’ruf Berencana Temui Sandi

JAKARTA – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan rencana menemui cawapres…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*