MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 11 Februari 2019 12:48
Kepala KSP, Moeldoko: Waspadai Revolusi Jari!
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko. (puspen kemendagri)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta semua pihak mewaspadai adanya revolusi jari. Revolusi jari merupakan sebutan Moeldoko untuk perubahan arus informasi yang bisa dilakukan siapapun ahnya bermodalkan gadget dan kecepatan jarinya.

“ Saya menamakannya revolusi jari. Dimana sebuah berita ditentukan kecepatan hanya dalam waktu 30 detik. Begitu Kick Back berita, tanpa memindai, tanpa mengetahui kebenaran, jari kita sudah bermain. Tak peduli berita itu benar atau tidak, masa bodoh jari kita. Situasi ini harus diwaspadai” tegas Moeldoko saat membuka acara rapat Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum Tahun 2019 di Birawa Assembly Hall, lt. 1, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/02/2019).

Menurut Moeldoko, di era tsunami informasi seperti sekarang ini, berita tak henti dihembuskan dari berbagai penjuru, tak peduli dengan kebenaran dari informasi tersebut yang akhirnya menimbulkan rasa ketakutan dan keragu-raguan di tengah masyarakat.

“Äda berita paradox, padahal itu jauh dari kebenaran. Pemerintah sudah bekerja dengan benar, tapi dihembuskan berita yang bohong, fitnah. Padahal upaya itu telah melalui kerja keras yang luar biasa, tapi bisa dipatahkan dengan 1 kalimat yang memunculkan keragu-raguan” terang Moeldoko.

Oleh karena itu, Moeldoko menekankan kesiapan Sumber Daya Manusia, instrument dan cara menghadapi era tsunami informasi ini. “Apakah kita hanya berjalan? sudahlah kumaha nanti wae lah (Bagaimana nanti sajalah), untuk apa jadi abdi negara jika tidak terbuat sesuatu. Kesiapan SDM kita seperti apa? Bagaimana Instrumentnya? metode yang digunakan seperti apa? sepertinya kita baru sadar, kekuatan yang kita miliki itu belum siap” ucap Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko juga menekankan sinergi dan kolaborasi untuk menjalankan fungsi kehumasan dan biro hukum untuk mengimbangi arus informasi yang kian pesat yang disertai berita bohong atau tanpa fakta. Ia menyontohkan, setiap orang bisa menjadi pewarta, hal ini berbeda dengan jalan dulu dimana informasi hanya dimonopoli oleh wartawan.

"Semua orang bisa jadi pemberita, tapi cara kita menanganinya masih tradisonal. Tidak imbang antara berita yang masuk dengan cara memprosesnya sampai outputnya. Sekarang, semua orang bisa megang HP, bisa jadi pemberita, mungkin dia tidak tahu beritanya viral. Hampir semua masyarakat pegang HP. Padahal dulu hampir semua berita dimonopoli Media/Pers" terang Moeldoko.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menjelaskan, acara Rakornas Bidang Kehumasan dan Hukum ini diikuti oleh 1.400 orang, yang berasal dari 514 kabupaten/kota dan 34 Biro Humas Provinsi dan 34 Biro Hukum Provinsi . Acara ini digelar, untuk menegaskan bahwa Humas di daerah juga memiliki peran strategis untuk menjadi juru bicara Pemerintah Pusat, maupun daerah termasuk untuk menyukseskan acara Pemilu Serentak 2019.

“Kita kumpulkan 514 kabupaten/kota dan 34 Biro Humas Provinsi dan 34 Biro Hukum Provinsi, intinya ingin menegaskan bahwa Humas di daerah itu jangan hanya meliput berita kegiatannya kepala daerah, tetapi juga harus sebagai juru bicara Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. Siapapun presidennya, siapapun gubernurnya dia wajib untuk menyuarakan apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Biro hukum juga harus memberikan masukan kepada pemerintah ataupun non-pemerintah termasuk pengguna anggaran. Jadi siapapun gubernur, walikota, dan bupati harus diberikan masukan sebelum teken kontrak dengan DPRD menyangkut APBD” papar Tjahjo. (p/pro)


BACA JUGA

Jumat, 26 April 2019 11:13
Caleg Partai Lama Diprediksi Mendominasi

Pesimistis DPR yang Baru Bawa Perubahan

JAKARTA – Wajah anggota DPR periode 2019–2024 sangat mungkin didominasi…

Kamis, 25 April 2019 14:04

Gejolak Internal KPK Meluas

Saat KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka, suhu di internal…

Kamis, 25 April 2019 14:00

Sofyan Basir Dinonaktifkan dari PLN

JAKARTA – Karir Sofyan Basir di PT Perusahaan Listrik Negara…

Kamis, 25 April 2019 12:27

Penyelenggara Pemilu Meninggal Usai Menjalankan Tugasnya, Baru Terjadi di Indonesia

Ratusan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), anggota Panwaslu, dan…

Kamis, 25 April 2019 11:54

Dakwaan JPU, Vanessa Angel Jajakan Diri demi Biaya Party

Pesinetron Vanessa Angel akhirnya duduk sebagai terdakwa. Perempuan kelahiran 21…

Kamis, 25 April 2019 09:50

Coblosan Pemilu Banyak Masalah, Dorong Pakai e-Voting

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai sistem pemungutan suara secara…

Kamis, 25 April 2019 06:00

Konflik 2 Caleg di Surabaya, Ini Kata Sekjen Perindo

DPP Partai Perindo akan turun tangan untuk menyelesaikan konflik antara…

Rabu, 24 April 2019 11:01
Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Aku Pengin ke Minimarket Numpak Jaran

 Ada dua alasan kenapa Dodit Mulyanto membangun rumah di tengah…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Ma’ruf Berencana Temui Sandi

JAKARTA – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan rencana menemui cawapres…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*