MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 11 Februari 2019 11:42
Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit membatasi ruang gerak perbankan. Awal tahun ini saja pemerintah sudah mengambil langkah agresif dalam menarik pendanaan. Hingga Februari, sudah ada dua obligasi ritel yang ditawarkan pemerintah. Yakni, Saving Bond Ritel SBR005 dan Sukuk Tabungan ST-003.

Sebelumnya, SBR005 menyerap dana Rp 4 triliun dari pasar. Kini ST-003 masih berada dalam masa penawaran hingga 20 Februari mendatang. Pemerintah sendiri masih berencana menerbitkan delapan obligasi ritel hingga akhir tahun. Ekonom Indef Aviliani mengatakan, ada risiko pengetatan likuiditas di perbankan dengan adanya obligasi ritel tersebut.

’’LDR (loan to deposit ratio) BUKU (bank umum kelompok usaha) IV sudah 97 persen, BUKU III sudah 103 persen. Itu menunjukkan kecenderungan ekspansinya menjadi sangat terbatas kalau tidak ada sumber dana,” ujarnya kemarin (10/2).

Apalagi, tahun ini pemerintah memberikan imbal hasil obligasi ritel yang cukup tinggi dengan kupon 8,15 persen per tahun. Menurut Avi, akan berat bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dia juga melihat akan lebih banyak bank yang mengalami kenaikan biaya dana (cost of fund) dengan memberikan bunga di atas suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebab, jika bank memberikan bunga simpanan yang murah, akan sulit bagi bank untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

Dampaknya, pertumbuhan sektor riil yang diprediksi meningkat tahun ini tidak bisa diimbangi secara maksimal oleh perbankan. Sebab, kemampuan bank untuk membiayai sektor riil menjadi terbatas. Untuk itu, Avi menyarankan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan upaya inklusi keuangan. Masyarakat harus benar-benar didorong untuk datang ke bank agar mau menabung.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah memang sudah lebih agresif dalam mencari sumber pendanaan. Hal itu adalah strategi agar lebih mudah menyerap dana dari pasar sebelum risiko pengetatan terjadi. Misalnya kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dan kenaikan BI-7DRRR. ’’Memang ada saat-saat di mana kami mengambil momentum untuk menerbitkan surat utang. Ini hanya soal waktu, kapan saat yang pas. Ketika saatnya dirasa pas, maka pemerintah akan lebih banyak mengambil langkah-langkah itu,” jelasnya. (rin/c17/oki)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…

Kamis, 07 Februari 2019 11:09

LUPUT..!! Janji Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, yang Bisa Diraih Hanya 5,17 Persen

JAKARTA- Akhirnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*