MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 11 Februari 2019 11:40
Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan ekspor ke Malaysia dan Australia. Salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut adalah pencabutan bea masuk antidumping untuk produk hot rolled coil (HRC) oleh Malaysia serta pembebasan bea masuk produk hot rolled plate (HRP) oleh Australia.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Purwono Widodo optimistis pasar baja di dalam dan luar negeri meningkat pada 2019. Krakatau Steel mematok target untuk ekspor ke Malaysia sebanyak 500 ribu ton. Untuk Australia, perusahaannya diharapkan bisa mengekspor 5.000 ton per kuartal sepanjang 2019. ”Kami optimistis tahun ini dapat menaikkan penjualan dan produksi baja 20–30 persen dibanding 2018,” ujar Purwono.

Selain itu, Januari lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan impor baja lewat Permendag No 110/2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya. Peraturan itu mulai berlaku pada 20 Januari 2019 dan diharapkan bisa memberikan peluang pertumbuhan bagi industri baja nasional karena penggunaan baja impor akan dibatasi dan lebih mengutamakan produk lokal.

Faktor pendorong lain adalah pencabutan bea masuk oleh dua negara tujuan tersebut untuk beberapa produk baja. Direktur Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Pradnyawati mengungkapkan, keputusan tersebut merupakan kabar baik. ”Kami berharap eksporter baja dapat memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan antidumping terhadap baja HRC di Malaysia sebesar 11,2–25,4 persen berlaku sejak 2015. Namun, aturan itu baru dihentikan dan berlaku efektif 9 Februari 2019 berdasar keputusan otoritas pada 27 Desember 2018. ”Secara resmi kami telah menyampaikan pembelaan dan permintaan tertulis dengan dasar industri produk baja HRC di Malaysia,” tambahnya.

Sementara itu, antidumping terhadap produk HRP diterapkan Australia sejak 19 Desember 2013. Namun, instrumen tersebut berakhir pada 19 Desember 2018. Sebelum pengenaan antidumping, ekspor baja HRC ke Malaysia pernah mencapai USD 30 juta pada 2014. Kemudian, ekspor baja HRP ke Australia mencapai USD 32 juta pada 2012.

Keputusan Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia menetapkan, tidak ada produsen dalam negeri yang mampu menyuplai HRC sehingga pengenaan bea masuk anti-dumping tidak lagi relevan. Kebutuhan baja Malaysia mencapai 9,4 juta ton setiap tahun. (agf/c6/oki)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…

Kamis, 07 Februari 2019 11:09

LUPUT..!! Janji Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, yang Bisa Diraih Hanya 5,17 Persen

JAKARTA- Akhirnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*