MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 11 Februari 2019 11:27
Berbau Busuk, Muntahan Paus yang Berharga Mahal, Diyakini Sembuhkan Penyakit Kulit
LANGKA : I Wayan Sumarta menunjukkan muntahan paus yang ia temukan saat aksi bersih-bersih di Pantai Kelating, Tabanan. (foto: Dewa Rastana/Bali Express)

PROKAL.CO, Siapa sangka jika benda seperti bongkahan lilin yang ditemukan salah seorang warga di pinggir Pantai Kelating, Tabanan, merupakan muntahan ikan paus. Benda yang bernilai jual tinggi dan bisa untuk obat penyakit kulit itu, rencananya akan dijual apabila ada yang berminat.

 

 DEWA GEDE RASTANA, Tabanan

 

Salah seorang warga Banjar Pekandelan, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, I Wayan Sumarta, 55, menuturkan, penemuan benda diduga muntahan paus itu bermula sekitar tahun 2017 lalu. Kala itu, pria yang memang aktif mengampanyekan kebersihan pantai ini, hendak melakukan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kelating. Ketika itu Sumarta mencium bau busuk yang sangat menyengat. "Kebetulan waktu itu mau Beach Clean Up, apalagi pas musim hujan sampah pasti banyak. Tiba-tiba mencium bau menyengat," ungkapnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), Minggu (10/2) kemarin di kediamannya Banjar Pekandelan, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

 Akhirnya ia mencari-cari sumber bau, hingga menemukan sebuah benda seperti bongkahan lilin yang menjadi sumber dari bau tersebut. Bahkan, sebagian benda tersebut sudah mulai mencair karena sengatan matahari. "Awalnya tidak tau itu benda apa, tetapi pernah lihat di youtube kalau muntahan ikan paus seperti itu bentuknya," sambungnya. 

Sembari membersihkan sampah, akhirnya Sumarta memutuskan untuk membawa pulang bongkahan tersebut yang beratnya sekitar satu kilogram. Dan, setibanya di rumah, ia kembali mencoba mencari informasi melalui internet tentang muntahan paus. " Ciri-ciri, karakter, bentuknya memang sama seperti muntahan paus," sambungnya. 

Akhirnya setiap melaksanakan bersih-bersih pantai, Sumarta mengumpulkan muntahan paus tersebut hingga terkumpul sebanyak 8 kilogram. Namun kini sudah berkurang lantaran tak sedikit rekan-rekannya yang meminta untuk dijadikan obat. "Informasinya untuk menyembuhkan gatal-gatal, jadi bongkahannya seperti lilin saat dipanaskan akan meleleh," lanjutnya. 

Rencananya, jika ada yang berminat membeli, muntahan ikan paus itu akan dijual. Namun, hingga kini belum ada yang berminat. Dari informasi yang didapatkan, lanjutnya, muntahan ikan paus tersebut memiliki banyak kegunaan, yakni sebagai bahan obat-obatan, bahan parfum, dan lainnya. "Jika memang itu muntahan paus dan ada yang berminat, maka akan saya jual. Dulu sempat ada yang mau nawar, tapi sampai sekarang tidak datang," tutur Sumarta.

 Dirinya pun tidak bisa memprediksi kapan dan bagaimana muntahan paus itu bisa sampai di pesisir Pantai Kelating. Hanya saja yang ia ketahui, jenis ikan paus yang bisa mengeluarkan muntahan hanya Paus Sperma, dan kemungkinan muntahan tersebut terbawa arus hingga ke Pantai Kelating. "Kemungkinan terbawa arus dan tidak bisa diprediksi kapan ada," tandasnya. (ras/rin)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 12:48

PSSI Bantah Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Jadi Apa Dong?

PSSI membantah Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Menurut mereka,…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:34

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

JAKARTA – Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:21

Daftar Pertanyaan Debat Capres Hampir Tuntas

JAKARTA – Minggu lusa dua calon presiden (capres), Joko Widodo…

Kamis, 14 Februari 2019 12:01

YAELAAA...!! Demi Tampil Modis, Pelajar Nekat Bobol Toko

SINGARAJA – Lagi-lagi seorang pelajar harus berurusan dengan hukum. Kali…

Kamis, 14 Februari 2019 12:00

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia kembali mengingatkan masyarakat, khususnya umat…

Rabu, 13 Februari 2019 13:08

Dua WNI yang Dimutilasi di Malaysia, Korban Diduga Pengusaha Tekstil

JAKARTA – Proses identifikasi pada dua WNI yang menjadi korban…

Selasa, 12 Februari 2019 13:42

CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi…

Selasa, 12 Februari 2019 13:39

WOW...!! Simulasi Pilpres 2019 di 12 Daerah, Prabowo Unggul dari Jokowi

Simulasi Pilpres 2019 yang digelar Radar Bogor menghasilkan satu temuan,…

Selasa, 12 Februari 2019 13:10

Tidak Benar, Mendagri Keluarkan Larangan Rapat di Hotel

JAKARTA- Kapuspen Kemendagri Bachtiar Baharuddin menegaskan, hingga saat ini Mendagri…

Senin, 11 Februari 2019 14:06
Menkominfo: Mari Bekerjasama Menangkal Hoax!

Meski Efeknya Lama, Literasi Digital Terus Dilakukan

JAKARTA  - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengajak peserta Rapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*