MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 10 Februari 2019 10:12
Kerap Melarang Anak Itu Tidak Baik...??
Ilustrasi: jangan khawatir berlebihan dengan mengatakan tidak pada anak. Sebaliknya, katakan iya boleh tetapi tetap dengan pengawasan. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

PROKAL.CO, Kerap melarang anak ternyata tidak baik bagi tumbuh dan kembang anak. Demikian dikatakan Psikolog klinis Ratih Ibrahim pada Jawa Pos. Sebaliknya dikatakan mengabulkan keinginan anak dengan mengucapkan 'iya boleh' merupakan salah satu bentuk stimulan yang baik untuk tumbuh dan kembang anak.

Hanya saja, tetap harus berada dalam controlling orang tua. Artinya, orang tua tidak perlu takut berlebihan dalam memberikan kebebasan kepada anak.

"Kalau stimulan yang kita berikan benar, seharusnya tidak akan berlebihan. Banyak stimulan yang bisa saya dan Anda lakukan," kata Ratih, belum lama ini.

Katakan 'Iya Boleh' ke Buah Hati, Kembangkan 5 Potensi Karakter AnakIlustrasi: serunya melakukan eksplorasi bersama anak. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Perempuan yang akrab disapa Bunda Ratih itu memberikan beberapa contoh stimulan yang baik. Misalnya, ketika anak bangun tidur, disapa dengan kata-kata yang baik dan sedikit usapan di kepala atau pelukan.

"Pagi, sunshine-nya mama. Bangun, yuk. Saya usap-usap kepala anak-anak," ucap Ratih memberikan contoh stimulan yang baik seperti dilansir JawaPos.com.

Menurut Ratih, sebutan sunshine untuk anak menjadi salah satu stimulan. Sedangkan usapan dan pelukan adalah cara halus agar anak mau bangun, dibandingkan harus memarahi anak yang sulit bangun.

Kemudian, Bunda Ratih menambahkan bahwa orang tua tidak hanya mengatakan 'iya boleh' pada anak. Melainkan, harus ikut terlibat dalam proses eksplorasi atau pencarian anak, sehingga terawasi dengan baik.

Ratih mengungkapkan eksplorasi yang tepat sesuai dengan usia dan tahap perkembangan, ternyata akan membantu anak untuk mengembangkan lima potensi karakter penting. Yakni, berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin.

Konsep pengasuhan 'iya boleh' ini sudah diterapkan Putri Dwi Palupi, ibu satu anak. Dia mulai menerapkan konsep tersebut sejak anaknya berusia 6 bulan. Menurutnya, pada usia tersebut, anaknya telah mulai bereksplorasi.

Kepada Jawa Pos, Putri berbagi momen yang tidak terlupakan ketika menerapkan konsep 'iya boleh'. Yakni, momen saat dirinya memasak bareng buah hatinya yang bernama Ben Adam. Saat itu, Putri dan Ben akan membuat kue. Lalu, Putri memberikan ruang kepada Ben untuk bersentuhan dengan bahan-bahan pembuatan kue. Ternyata, Ben terlihat antusias. Ben menyentuh tepung dan telur.

"Telurnya dipecahin lah. Mau dilarang, kasihan. Tapi, dengan catatan, selesai masak, Ben harus bantu membersihkan. Ternyata, mau dong Ben bantu bersihin,’’ ucapnya lantas tertawa.(jpc)


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 09:43

Kenal dan Pahami Skizofrenia

TAK hanya bipolar, ada pula gangguan jiwa lain yakni skizofrenia.…

Minggu, 21 April 2019 09:43

Apa Itu Bipolar Disorder..?

KESEHATAN jiwa tak bisa dianggap sepele. Salah satunya bipolar disorder.…

Minggu, 21 April 2019 09:41

Jangan Sepelekan Penyakit Mental

BANYAK dijumpai orang yang sering mendiagnosis diri apakah tengah mengidap…

Minggu, 21 April 2019 09:37

Uji Kesabaran Lewat Jasa yang Ditawarkan

ALIS merupakan salah satu bagian yang diakui make-up artist (MUA)…

Minggu, 21 April 2019 09:35

Kenali Teknik Membuat Kopi

HAMID Arief Harahap barista di 5.1 Koffie Samarinda menyebut ada…

Minggu, 21 April 2019 09:34

Kudapan Ringan Penambah Suasana

MENIKMATI kopi, rasanya kurang afdhal jika tidak dilengkapi kudapan. Di…

Minggu, 21 April 2019 09:33

Mari Ngopi di 5.1 Koffie

KOPI seakan menjadi bagian dari kehidupan. Obrolan berat hingga santai…

Jumat, 19 April 2019 10:44

Ini Loh, 4 Kesalahan Membentuk Alis Sehingga Terlihat Tidak Alami

 Tak dipungkiri, beberapa perempuan rela menghabiskan waktu lama untuk membentuk…

Rabu, 17 April 2019 10:00

Warning, Ini Tanda Anda Sudah Kegemukan

 Kegemukan atau obesitas sudah menjadi ancaman di era modern  saat…

Rabu, 17 April 2019 09:57

Atasi Jerawat Karena Ketidakseimbangan Hormonal

 Jerawat memang mengganggu penampilan. Jerawat bisa muncul karena polusi, bahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*