MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 10 Februari 2019 10:08
Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

Pelatihan Sustainability Reporting Diikuti 20 Jurnalis Kaltim-Kalsel

Pelatihan yang digelar AJI. Sunudyantoro, naraasumber pelatihan “Storytelling For Creating Public Demand For Corporate Accountability Through Sustainability Reporting.

PROKAL.CO, dir="ltr">BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi dari kejahatan kerusakan lingkungan dengan mengkritik dan membuka kejahatan perusahaan yang merusak.

Saat ini, planet bumi sudah mengalami penurunan kualitas lingkungan dengan terus bertambah bencana dari fenomena alam. Turunnya kualitas lingkungan inilah banyak disumbang dari perusahaan karena kebutuhannya untuk produksi yang tinggi dengan mengeksploitasi alam.

"Disinilah, wartawan yang harus menjadi watchdog atau satpam, bagaimana perusahaan tetap jalan tetapi tidak sampai merusak lingkungan," kata Feby Siahaan ketika menjadi narasumber Pelatihan “Storytelling For Creating Public Demand For Corporate Accountability Through Sustainability Reporting”.

Pelatihan digagas oleh Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) bekerjasama dengan Global Reporting Initiative (GRI) di Balikpapan diikuti 20 jurnalis digelar di Hotel Le Grandeur pada 8- 9 Februari 2019.

Para jurnalis mendapat materi menulis tentang praktik laporan berkelanjutan perusahaan, terutama dalam isu sosial, lingkungan dan ekonomi.

Feby menerangkan komitmen perusahaan sekarang ini sadar dengan pelestarian lingkungan untuk keselamatan dunia telah dilakukan melalui pembuatan Sustainability Report (SR). Dari laporan SR, jurnalis dapat melihat berbagai kinerja perusahaan menjalankan produksinya yang bebas dengan praktek merusak lingkungan.

"Sustainability Report dibuat perusahaan hanya memuat hal yang bagus saja disampaikan. Tetapi, dari penyampaiannya, jurnalis bisa melihat apa yang perlu dikritisi karena perusahaan biasanya tak pandai menulis seperti jurnalis," kata Feby.

Selain Feby, hadir pula jurnalis senior Sunudyantoro membawakan materi bagaimana jurnalis membuat storytelling untuk mengkritisi perusahan. Melalui storytelling, pembaca bisa lebih lengkap menerima pesan dari tulisan jurnalis.

Pelatihan digelar AJI ini serupa digelar juga di Gorontalo, Bandung dan terakhir di Balikpapan. Pemilihan tiga kota tersebut berdasarkan potensi isu lingkungan di daerah itu.

“Pelatihan ini memberi pemahaman dan kesempatan bagi jurnalis untuk menggunakan laporan berkelanjutan (sustainable report) dan informasi lainnya dari perusahaan sebagai bahan liputan yang lebih mendalam,” kata Rochimawati dari Sekolah Jurnalisme AJI.

Menurutnya, nilai tambah lainnya dari kegiatan ini adalah jurnalisme naratif, dengan mengunakan metode radio Netherlands Training Centre.
Jurnalisme naratif merupakan bentuk mumpuni untuk melaporkan, karena akan memberi dampak bagi para pembaca ataupun pendengar.

Ketua AJI Kota Balikpapan Devi Alamsyah mengatakan, pelatihan dengan fokus tersebut belum pernah sebelumnya digelar di Balikpapan. 
“Saatnya jurnalis di daerah meningkatkan kapasitasnya dalam berbagai isu, agar liputan yang dihasilkan beragam dan mendalam,” ujarnya

Peserta yang mengikuti workshop, antara lain dari Kaltim Post, Prokal.Co, Bisnis Indonesia, Tempo, Kaltimkece.id, TV One, Gerbang Kaltim, Tribun Kaltim, Discover Borneo, Antara, TV Beruang, Radio KBR, inibalikpapan, Cahaya Kaltim. Ke-20 peserta itu telah mendaftar dan melewati proses seleksi SJAJI, dengan usulan liputan sesuai tema.


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:57
Cooking Class Nastar dan Red Velvet Kukus

Lama Dipanggang agar Tak Melempem

MENGOLAH cookies terutama kue kering tidaklah mudah. Terlebih untuk mendapatkan…

Senin, 24 Juni 2019 13:56

Layanan IMTN Disarankan Direvisi

Layanan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) yang sudah berjalan lebih…

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:10

Pendam VI/Mulawarman Kembali Raih Juara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar tiga kali setahun. Selain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*