MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 09 Februari 2019 13:52
Sembilan Sindikat Pengedar Narkoba Divonis Hukum Mati

PROKAL.CO, PALEMBANG – Ony Kurniawan mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya kuat-kuat. Ekspresinya datar. Dia merenung sendirian di dalam sel setelah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kelas I-A Palembang. Dalam sidang itulah pria 23 tahun tersebut divonis hukuman mati.

Putusan itu tidak diterima Ony sendirian. Delapan temannya yang sama-sama menjadi sindikat pengedar narkoba divonis serupa. Delapan terpidana mati itu adalah M. Nazwar Syamsu alias Letto alias Anggi alias Aditya alias Nazwar, 25; Chandra Susanto, 23; Trinil Sirna Prahara, 21; Frandika Zulkifli, 22; Faiz Rahmana Putra alias Son, 23; Shabda Serdedian alias Dian, 33; Andik, 25; dan M. Hasanuddin alias Hasan Bopak, 38.

Sumatera Ekspres melaporkan, vonis mati tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang maraton selama enam jam Kamis (7/2). Sidang dimulai pukul 15.00 dan berakhir pukul 21.00. Vonis tersebut lebih berat daripada tuntutan jaksa yang hanya menuntut penjara seumur hidup.

Kemarin atau sehari setelah vonis mati, sembilan terpidana mati asal Jawa Timur tersebut mendapat pengamanan ekstra di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo. ’’Letto dan delapan temannya secara psikis masih shock dengan vonis mati itu. Makanya kami berikan pengamanan ekstra,’’ jelas Kepala Rutan Kelas I Palembang Mardan SH kemarin (8/2).

Meski demikian, tidak berarti sembilan orang itu dihalangi untuk beraktivitas. Mereka tetap bisa bergaul seperti biasa dengan sesama warga binaan. Mereka juga tidak ditempatkan di dalam sel khusus. ’’Sejak awal masuk, mereka kami bagi ke beberapa sel sehingga bisa membaur. Ini juga terkait dengan kapasitas sel yang overload,’’ jelas Mardan.

Dari evaluasi sementara kemarin, secara umum mereka bersikap baik. Tetap bercengkerama bersama tahanan dan narapidana (napi) lain. Beberapa di antaranya tetap mengaji seperti biasa. ’’Kami terus monitoring dan evaluasi,’’ ucapnya.

Untuk pemindahan tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata atau Lapas Narkotika, pihaknya masih menunggu kejaksaan selaku eksekutor atas putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

’’Biasanya kalau sudah inkracht, dengan sendirinya akan dipindahkan oleh kejaksaan. Tapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada. Mungkin karena vonis belum inkracht dan tahanan masih mengajukan banding,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memuji anak buahnya yang berhasil meyakinkan jaksa sehingga Letto cs dijatuhi hukuman mati. Menurut jenderal bintang dua itu, vonis mati tersebut membuat polda semakin bersemangat memberantas narkoba.

’’Kami ingatkan lagi kepada para pemain narkoba. Kami tidak akan segan menembak mati. Kami juga tidak ragu menjerat dengan hukuman mati,’’ tegasnya di Mapolda Sumsel kemarin.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu menyebutkan, vonis mati untuk sembilan terdakwa narkoba tersebut sangat spektakuler. Dia juga memberikan apresiasi hingga 1.000 persen kepada majelis hakim atas vonis tersebut. Kendati Letto cs masih bisa mengajukan banding, Zulkarnain berharap putusan banding memperkuat hukuman mati itu.

’’Kelompok Letto ini benar-benar parah. Narkoba yang mereka edarkan di Sumsel sangat banyak. Jadi, vonis itu sudah sesuai,’’ ujarnya.

Jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, Okut, 31 Oktober 1961, itu menegaskan akan menyikat habis para bandar yang bermain di Sumsel. Termasuk yang masih bermain dari dalam lapas sekalipun.

Zulkarnain juga berharap vonis mati dijatuhkan untuk bandar lain yang ditangkap pada kurun waktu 2018. Misalnya, dua kurir asal Lapas Jambi dengan barang bukti 6 kg sabu-sabu. Selain itu, ada bandar yang merupakan pecatan Polri bernama Firman dengan barang bukti 7,6 kg sabu-sabu. ’’Semoga divonis mati juga,’’ ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Menurut dia, vonis tersebut merupakan wewenang pengadilan dan para hakim. ’’Jadi, kita tidak boleh mengintervensi,’’ katanya saat melakukan kunjungan di Pengadilan Tinggi Sumsel kemarin sore.

Meski demikian, dia menyatakan bahwa pengedar narkoba harus ditindak tegas. Sebab, mereka bisa menjadi faktor yang merusak tatanan bangsa. ’’Narkotika menjadi perhatian khusus dan prioritas dalam persidangannya. Ini adalah perkara yang harus jadi prioritas selain kasus korupsi,’’ tegasnya.

Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban juga mengapresiasi putusan majelis hakim kasus tersebut. Dia menegaskan, pihaknya sangat berkomitmen pada pemberantasan narkoba. ’’Kami dapat kiriman bunga dari masyarakat atas putusan itu,’’ ungkapnya.

Apakah para terpidana mengajukan banding? Bongbongan menyatakan, hingga kemarin, belum ada surat banding yang masuk secara resmi. Namun, sembilan terpidana tersebut masih memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding. (afi/vis/c5/oni)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:27

DPR Perjuangkan Tambahan Dana Parpol

JAKARTA – Pagu indikatif bantuan dana untuk parpol pada APBN…

Senin, 24 Juni 2019 10:26

Kecelakaan Maut Gara-Gara Sopir Ngantuk, Tujuh Meninggal

SEMARANG-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Salatiga Boyolali, tepatnya di…

Senin, 24 Juni 2019 10:14

Istri yang Ngutang Sama Tetangga, Kok Suami Banting Anak hingga Tewas

GROBOGAN – Entah apa yang ada di dalam otak bapak…

Minggu, 23 Juni 2019 12:38

Bini Suka Tampil Seronok, Aisss Ternyataaa....

Donwori -bukan nama sebenarnya- tidak pernah menyangka janji suci pernikahannya…

Minggu, 23 Juni 2019 11:44

Kai Kuat Banget di Ranjang, Bini Ampun-Ampun, Ujungnya Minta Cerai

Usia senja tak membuat Donwori -bukan nama sebenarnya- mengurangi aktivitas…

Sabtu, 22 Juni 2019 21:57

Pesta Seks Guru dan Murid Itu bukan Hanya di Laboratorium, Juga Dilakukan di Kelas

SERANG- Sebanyak 3 guru dan 3 siswi pesta seks di…

Sabtu, 22 Juni 2019 21:48

ASTAGA..!! Tiga Guru dan Tiga Siswi Pesta Seks di Ruang Laboratorium

SERANG- Sebanyak 6 guru dan siswi pesta seks di laboratorium…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:48

Visa Sudah Mulai Terbit, Pelunasan BPIH Tahap Keempat Mulai Berjalan

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi sudah mulai menerbitkan visa untuk…

Sabtu, 22 Juni 2019 11:37

Pilwali Makassar Diulang dari Awal

JAKARTA – Bila tidak ada perubahan UU, tahapan pilkada 2020…

Sabtu, 22 Juni 2019 10:14

Kemendagri Tidak Pernah Rilis Daftar 57 Calon Kabupaten dan 8 Provinsi yang akan Dimekarkan

JAKARTA- Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar menegaskan bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*