MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 09 Februari 2019 13:52
Sembilan Sindikat Pengedar Narkoba Divonis Hukum Mati

PROKAL.CO, PALEMBANG – Ony Kurniawan mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya kuat-kuat. Ekspresinya datar. Dia merenung sendirian di dalam sel setelah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kelas I-A Palembang. Dalam sidang itulah pria 23 tahun tersebut divonis hukuman mati.

Putusan itu tidak diterima Ony sendirian. Delapan temannya yang sama-sama menjadi sindikat pengedar narkoba divonis serupa. Delapan terpidana mati itu adalah M. Nazwar Syamsu alias Letto alias Anggi alias Aditya alias Nazwar, 25; Chandra Susanto, 23; Trinil Sirna Prahara, 21; Frandika Zulkifli, 22; Faiz Rahmana Putra alias Son, 23; Shabda Serdedian alias Dian, 33; Andik, 25; dan M. Hasanuddin alias Hasan Bopak, 38.

Sumatera Ekspres melaporkan, vonis mati tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang maraton selama enam jam Kamis (7/2). Sidang dimulai pukul 15.00 dan berakhir pukul 21.00. Vonis tersebut lebih berat daripada tuntutan jaksa yang hanya menuntut penjara seumur hidup.

Kemarin atau sehari setelah vonis mati, sembilan terpidana mati asal Jawa Timur tersebut mendapat pengamanan ekstra di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo. ’’Letto dan delapan temannya secara psikis masih shock dengan vonis mati itu. Makanya kami berikan pengamanan ekstra,’’ jelas Kepala Rutan Kelas I Palembang Mardan SH kemarin (8/2).

Meski demikian, tidak berarti sembilan orang itu dihalangi untuk beraktivitas. Mereka tetap bisa bergaul seperti biasa dengan sesama warga binaan. Mereka juga tidak ditempatkan di dalam sel khusus. ’’Sejak awal masuk, mereka kami bagi ke beberapa sel sehingga bisa membaur. Ini juga terkait dengan kapasitas sel yang overload,’’ jelas Mardan.

Dari evaluasi sementara kemarin, secara umum mereka bersikap baik. Tetap bercengkerama bersama tahanan dan narapidana (napi) lain. Beberapa di antaranya tetap mengaji seperti biasa. ’’Kami terus monitoring dan evaluasi,’’ ucapnya.

Untuk pemindahan tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata atau Lapas Narkotika, pihaknya masih menunggu kejaksaan selaku eksekutor atas putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

’’Biasanya kalau sudah inkracht, dengan sendirinya akan dipindahkan oleh kejaksaan. Tapi, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada. Mungkin karena vonis belum inkracht dan tahanan masih mengajukan banding,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memuji anak buahnya yang berhasil meyakinkan jaksa sehingga Letto cs dijatuhi hukuman mati. Menurut jenderal bintang dua itu, vonis mati tersebut membuat polda semakin bersemangat memberantas narkoba.

’’Kami ingatkan lagi kepada para pemain narkoba. Kami tidak akan segan menembak mati. Kami juga tidak ragu menjerat dengan hukuman mati,’’ tegasnya di Mapolda Sumsel kemarin.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu menyebutkan, vonis mati untuk sembilan terdakwa narkoba tersebut sangat spektakuler. Dia juga memberikan apresiasi hingga 1.000 persen kepada majelis hakim atas vonis tersebut. Kendati Letto cs masih bisa mengajukan banding, Zulkarnain berharap putusan banding memperkuat hukuman mati itu.

’’Kelompok Letto ini benar-benar parah. Narkoba yang mereka edarkan di Sumsel sangat banyak. Jadi, vonis itu sudah sesuai,’’ ujarnya.

Jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, Okut, 31 Oktober 1961, itu menegaskan akan menyikat habis para bandar yang bermain di Sumsel. Termasuk yang masih bermain dari dalam lapas sekalipun.

Zulkarnain juga berharap vonis mati dijatuhkan untuk bandar lain yang ditangkap pada kurun waktu 2018. Misalnya, dua kurir asal Lapas Jambi dengan barang bukti 6 kg sabu-sabu. Selain itu, ada bandar yang merupakan pecatan Polri bernama Firman dengan barang bukti 7,6 kg sabu-sabu. ’’Semoga divonis mati juga,’’ ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Menurut dia, vonis tersebut merupakan wewenang pengadilan dan para hakim. ’’Jadi, kita tidak boleh mengintervensi,’’ katanya saat melakukan kunjungan di Pengadilan Tinggi Sumsel kemarin sore.

Meski demikian, dia menyatakan bahwa pengedar narkoba harus ditindak tegas. Sebab, mereka bisa menjadi faktor yang merusak tatanan bangsa. ’’Narkotika menjadi perhatian khusus dan prioritas dalam persidangannya. Ini adalah perkara yang harus jadi prioritas selain kasus korupsi,’’ tegasnya.

Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban juga mengapresiasi putusan majelis hakim kasus tersebut. Dia menegaskan, pihaknya sangat berkomitmen pada pemberantasan narkoba. ’’Kami dapat kiriman bunga dari masyarakat atas putusan itu,’’ ungkapnya.

Apakah para terpidana mengajukan banding? Bongbongan menyatakan, hingga kemarin, belum ada surat banding yang masuk secara resmi. Namun, sembilan terpidana tersebut masih memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding. (afi/vis/c5/oni)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 22:05

Pengumuman SNMPTN 2019 di Sini, 92.331 Lulus Seleksi

 Pengumuman SNMPTN 2019 disampaikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan…

Jumat, 22 Maret 2019 22:00

DURHAKA..!! Dimarahi karena Merokok, Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Warga Desa Medaeng, Waru, Sidoarjo mendadak jadi gaduh pada Rabu malam…

Jumat, 22 Maret 2019 21:53

Loh Kenapa? Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa UIN Sumut

Dialog Publik yang menghadirkan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali…

Jumat, 22 Maret 2019 21:50

Soal Aliran Dana Hibah KONI, Cak Imin: No Comment

 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi belakangan ni disebut-sebut…

Jumat, 22 Maret 2019 21:47

Kalangan Menengah Atas Banyak Alihkan Dukungan, Ini Sebabnya

Elektabilitas capres kubu 02 Prabowo-Sandi masih di bawah pasangan Jokowi…

Jumat, 22 Maret 2019 21:44

Tommy : Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

BANYUMAS -- Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya…

Jumat, 22 Maret 2019 21:43

Ajak Difabel Berwirausaha dan Mandiri

Sejak berdiri dua tahun lalu, Partai Berkarya membuka kesempatan kepada…

Jumat, 22 Maret 2019 11:28

Enam Orang Guru Dipecat Gara-Gara Pose Dua Jari

Sebanyak 6 guru di Kabupaten Tangerang, Banten dipecat setelah foto…

Jumat, 22 Maret 2019 10:41

NYINDIR SIAPA NIH..!! Jokowi: Jangan Berikan Posisi Presiden Pada Orang yang Coba-coba

Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan negara sebesar Indonesia…

Kamis, 21 Maret 2019 22:02

Ini Alasan Kalangan Menengah Atas Pilih Prabowo

Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Prabowo - Sandi di kalangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*