MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 09:02
Genjot Industri Manufaktur
Hartono

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR–Pemprov Kaltara melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM), terus berupaya meningkatkan produksi industri manufaktur mikro dan kecil. Hal itu akan memberikan pengaruh positif bagi pelaku usaha di Kaltara.

Kepala Disperindagkop-UKM Hartono mengatakan, pembangunan industri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang harus dilaksanakan secara terpadu. Menurut dia, perlu juga adanya kelanjutan fungsi sumber daya industri itu sendiri untuk dapat menopang kehidupan manusia antargenerasi.

Penyebab terjadinya penurunan produksi industri manufaktur di Kaltara, karena terjadinya penurunan produksi kayu di Kaltara. “Kayu ini yang punya izin HPH (hak pengusahaan hutan) tidak banyak. Karena HPH telah dibatasi,” ujarnya.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara menunjukkan terjadinya penurunan produksi industri manufaktur mikro kecil (IMK) hingga 6,05 persen. Namun, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan IV/2018 terhadap triwulan IV/2017 mengalami kenaikan 5,66 persen.

Jenis IMK di Kaltara adalah meliputi industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya. Jenis industri yang mengalami penurunan itu ialah industri kayu barang dari kayu, anyaman rotan dengan persentase -26,67 persen.

Kemudian, industri barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar -18,42 persen dan industri pengolahan lalinnya -9,32 persen. Untuk rotan yang masih satu kelompok dengan industri kayu, penjualannya tidak banyak, karena pembeli dari mancanegara yang datang ke Kaltara tidak sebanyak triwulan sebelumnya.

“Triwulan sebelumnya tinggi, karena pada saat-saat itu banyak buyer dari luar yang datang untuk membeli. Ekspor meningkat sehingga industrinya tetap jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, yang mengalami kenaikan produksi adalah industri makanan 4,02 persen, tekstil 20,65 persen, percetakan dan reproduksi media rekaman 35,46 persen, barang galian bukan logam 5,60 persen, farmasi, obat dan obat tradisional 2,28 persen, alat angkutan lainnya 0,49 persen, dan industri furniture 5,72 persen. (humas/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 15 Mei 2019 11:29

WARGA BUNYU DEMO..!! Minta Pemadaman Bergilir Berakhir

TANJUNG SELOR–Kekecewaan warga Pulau Bunyu, Bulungan, terhadap pemadaman listrik bergilir…

Senin, 13 Mei 2019 12:17

WADUH..!! Hulu Diguyur Hujan, 5 Desa di Tanjung Palas Timur Terendam

Hujan yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sejak…

Kamis, 25 April 2019 11:15

Makhluk Aneh, Disebut Hewan Peliharaan Dajjal Terdampar di Kaltara

 Makhluk aneh disebut hewan peliharaan Dajjal menggegerkan masyarakat Kalimantan Utara…

Rabu, 17 April 2019 10:14

Hari Ini, Disdukcapil Tetap Layani Pencetakan E-KTP

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan memastikan…

Rabu, 17 April 2019 10:13

Percepatan DOB, Selesaikan Batas Wilayah

TANJUNG SELOR – Meskipun hingga saat ini pembentukan Daerah Otonomi…

Rabu, 17 April 2019 10:12

234 CPMI Tak Mencoblos Hari Ini

NUNUKAN – Sebanyak 234 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang…

Rabu, 17 April 2019 10:11

Naskah UN Diambil di Polsek Terdekat

TANJUNG SELOR – Seluruh naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat…

Rabu, 17 April 2019 10:10

Hari Ini, Speedboat Reguler Tak Beroperasi

TANJUNG SELOR – Di hari H pelaksanaan pemilihan umum (pemilu)…

Minggu, 07 April 2019 12:45

TNI AL Amankan 1,8 Kg Sabu di Tarakan

Peredaran narkoba di daerah perbatasan terus dibasmi. Terakhir adalah kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*