MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 09:02
Genjot Industri Manufaktur
Hartono

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR–Pemprov Kaltara melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM), terus berupaya meningkatkan produksi industri manufaktur mikro dan kecil. Hal itu akan memberikan pengaruh positif bagi pelaku usaha di Kaltara.

Kepala Disperindagkop-UKM Hartono mengatakan, pembangunan industri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang harus dilaksanakan secara terpadu. Menurut dia, perlu juga adanya kelanjutan fungsi sumber daya industri itu sendiri untuk dapat menopang kehidupan manusia antargenerasi.

Penyebab terjadinya penurunan produksi industri manufaktur di Kaltara, karena terjadinya penurunan produksi kayu di Kaltara. “Kayu ini yang punya izin HPH (hak pengusahaan hutan) tidak banyak. Karena HPH telah dibatasi,” ujarnya.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara menunjukkan terjadinya penurunan produksi industri manufaktur mikro kecil (IMK) hingga 6,05 persen. Namun, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan IV/2018 terhadap triwulan IV/2017 mengalami kenaikan 5,66 persen.

Jenis IMK di Kaltara adalah meliputi industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya. Jenis industri yang mengalami penurunan itu ialah industri kayu barang dari kayu, anyaman rotan dengan persentase -26,67 persen.

Kemudian, industri barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar -18,42 persen dan industri pengolahan lalinnya -9,32 persen. Untuk rotan yang masih satu kelompok dengan industri kayu, penjualannya tidak banyak, karena pembeli dari mancanegara yang datang ke Kaltara tidak sebanyak triwulan sebelumnya.

“Triwulan sebelumnya tinggi, karena pada saat-saat itu banyak buyer dari luar yang datang untuk membeli. Ekspor meningkat sehingga industrinya tetap jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, yang mengalami kenaikan produksi adalah industri makanan 4,02 persen, tekstil 20,65 persen, percetakan dan reproduksi media rekaman 35,46 persen, barang galian bukan logam 5,60 persen, farmasi, obat dan obat tradisional 2,28 persen, alat angkutan lainnya 0,49 persen, dan industri furniture 5,72 persen. (humas/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 10:00

MESTI DIAWASI

Anak-anak di Desa Jelarai Selor, Tanjung Selor Hilir, asyik bermain…

Rabu, 20 Februari 2019 09:59

Air Baku PDAM Mulai Menipis

TARAKAN – Hujan yang mulai jarang mengguyur Tarakan, berdampak terhadap…

Rabu, 20 Februari 2019 09:27

Pembangunan Serudong-Seimenggaris Disepakati

SABAH– Pemprov Kaltara yang mewakili Indonesia bersama Pemerintah Sabah, Malaysia,…

Selasa, 19 Februari 2019 09:44

Lelang Proyek Harus Beres April

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)  Irianto Lambrie menginginkan…

Selasa, 19 Februari 2019 09:39

Perekaman KTP-el Masuk Wilayah Hijau

TANJUNG SELOR – Meski belum seratus persen, berdasar hasil pemetaan…

Senin, 18 Februari 2019 10:04

Gubernur Optimistis Pembangunan KIPI Lancar

TARAKAN–Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyebut, rencana pengembangan Kawasan Industri dan…

Senin, 18 Februari 2019 09:44

Pemprov Diminta Lengkapi Data untuk Pelepasan HPL

TANJUNG SELOR–Sesuai janjinya, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi…

Rabu, 13 Februari 2019 12:30

Tak Ditarget, Diharapkan Cepat

TANJUNG SELOR– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara tidak menarget penyelesaian…

Rabu, 13 Februari 2019 11:52

Realisasi KIPI Siap Dikebut

TARAKAN–Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) beserta…

Selasa, 12 Februari 2019 10:50

Warga Puas, PRS Lanjut Tahun Depan

SAMARINDA – Pekan Raya Samarinda (PRS) 2019 telah berakhir. Event…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*