MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 03 Februari 2019 12:33
WASPADA..!! Curah Hujan Lebih Besar daripada Tahun Lalu, Tetap Waspada DBD

PSN Dianggap Paling Efektif

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Kementerian Kesehatan memprediksi bahwa bulan ini kasus demam berdarah dengue tetap tinggi. Hal itu salah satunya dikarenakan curah hujan yang lebih banyak. Telur nyamuk aedes aegepti memang cepat berkembang saat musim hujan.

Kepala Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Penerbangan BMKG Hary Tirto Djamiko menuturkan tahun ini sebagian wilayah Indonesia, curahnya hujannya lebih besar dibandingkan tahun lalu. Dalam periode yang sama yakni bulan Januari dan Februari, hujan tahun ini lebih lebat. Dia tidak bisa memungkiri bahwa tingginya kasus DBD yang merebak belakangan, ikut dipengaruhi dengan curah hujan yang berlangsung cukup lama. ’’Tapi saya tegaskan curah hujan di tiap-tiap daerah berbeda-beda,’’ kata dia. Untuk wilayah Pulau Jawa prakiraan curah hujannya masih tinggi.

Data prakiraan BMKG menyebutkan hujan lebat masih bakal terjadi di pulau Jawa hingga 8 Februari nanti. Kondisi serupa juga tejradi di Bali, NTB, dan NTT. Kemudian di Sulawesi Utara, Tenggara, dan Tengah. Diantara pemicu hujan lebat ini adalah terdapat sebuah bibit siklon trobis di teluk Carpentaria dan siklus siklonik di Kalimantan Barat.

Terkait pengaruh cuaca terhadap penyakit DBD, Hary mengatakan BMKG pemodelan yang bisa diakses di dbd.bmkg.go.id. Pemodelan tersebut menyediakan prediksi angka insiden DBD per 100 ribu penduduk. Layanan ini merupakan kerjasama BMKG dengan Pemprov DKI Jakarta dan ITB. ’’Saat ini baru untuk wilayah DKI Jakarta,’’ katanya. Tidak menutup kemungkinan pemodelan tersebut bakal dikembangkan ke provinsi lainnya.

Melihat hasil pemodelan BMKG tersebut, untuk periode Februari hingga Maret depan di wilayah Jakarta Utara dan Pusat masuk kategori aman DBD. Kondisi aman ini diantaranya angka insiden DBD kurang dari tiga. Sementara itu untuk wilayah Jakarta Timur, Selatan, dan Barat masuk wilayah waspada. Dengan indikasi angka insiden DBD 3-10.

Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, menyatakan bahwa melihat tren dan sosial determinant belum berubah. Sehingga dapat dimungkinkan jumlah pasien pada Februari tahun ini akan lebih tinggi daripada Februari tahun lalu.

Untuk mengendalikan persebaran virus DBD, sebenarnya sudah dilakukan beberapa hal. Pertama, penelitian Universitas Gajah Mada (UGM) yang menyebar nyamuk yang terjangkit bakteri Wolbachia untuk menekan virus dengue. ”Jogja melakukan sejak 2016-2017 dalam skala pilot project oleh UGM dengan skenario penelitian. Hasilnya masih dievaluasi, belum selesai semuanya,” tutur Anung kemarin (2/2).

Vaksin untuk mencegah DBD pun sudah ada. Namun menurut Anung Kemenkes tidak mengeluarkan kebijakan untuk melakukan vaksinasi. Alasannya, membaca hasil di Filipina dari sisi keamanan dan kualitas masih diragukan. ”Vaksin DBD pernah diinisiasi terus dipakai oleh Filipina. Namun setelah dua tahun dihentikan,” bebernya,

Lalu bagaimana yang paling efektf? Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi yang paling memungkinkan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ”Harus tepat sasaran. Fokus ke titik sasasran air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah,” ungkapnya. Salah satunya adalah bak kamar mandi hingga tempat minum burung. Dia juga mengingatkan jika ada barang bekas, maka perlu dilihat apakah ada air menggenang.

Pemberantasan jentik harus benar-benar masif dilakukan. Menurutnya, satu jentik betina dalam 12 hingga 14 hari dapat menjadi nyamuk dewasa yang bisa bertelur hingga 150 butir. ”Dalam sekali hidupnya (1 bulan, Red) nyamuk dewasa bertelur emapt kali,” katanya.

Sementara itu untuk menghindari gigitan nyamuk, maka perlu diketahui bahwa nyamuk pembawa virus dengue bekerja pada 09.00-10.00 dan 15.00-16.00. Selain itu perlu menggunakan lotion anti nyamuk. (wan/lyn)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:20

Jokowi-Ma’ruf Siapkan Dua Juta Saksi

JAKARTA – Kubu capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengerahkan sumber…

Selasa, 19 Februari 2019 12:18

NAH KAN..!! Soal Lahan Bikin Jokowi Diadukan ke Bawaslu

Calon presiden nomor 01 Joko Widodo alias Jokowi dilaporkan ke…

Selasa, 19 Februari 2019 10:33

Persaingan Ketat, Minat Pendaftar SNMPTN Rendah

JAKARTA-Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2019 akan berakhir…

Selasa, 19 Februari 2019 10:28

TERNYATA..!! Ada Keributan di Arena Debat Capres Kedua, Ini Kronologinya

Keributan terjadi di arena debat capres kedua di Hotel Sultan,…

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*