MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 03 Februari 2019 11:27
Si Tangan Ajaib

Icha Mahendra

BERJUANG: Mengawali karier menjadi make up artist sejak 2008, Khairunnisa atau Icha Mahendra selalu mengevaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

PROKAL.CO, SETIAP calon pengantin selalu ingin tampil menawan pada hari bahagia mereka. Tak sedikit yang berani merogoh kocek lebih dalam untuk urusan tata rias. Khairunnisa, salah satu perias senior Kota Tepian ini sudah merias ratusan wajah mempelai wanita. Mempelajari seni memoles wajah tersebut sejak 2002.

BERTANGGUNG jawab, berkomitmen, dan tidak menunda pekerjaan merupakan kunci kesuksesan Khairunnisa. Setelah belajar pada 2002, perempuan yang akrab disapa Icha itu baru memberanikan diri merias seseorang pada 2008.

Sembari merapikan patung maneken yang berjejer, Icha menyambut hangat saat disambangi di kediamannya pada Rabu (30/1) sore. Bangunan yang sudah menjadi istana bagi dia dan keluarga kecilnya selama 16 tahun itu berdiri di Perumahan Tepian.

Bagi Anda yang belum pernah bertandang, menemukan rumahnya bukan perihal sulit. Bagaimana tidak, spanduk berukuran sekitar 4 meter tertulis besar nama Icha Mahendra. Mempermudah siapa saja mengetahui bahwa pemilik dari rumah tersebut merupakan perias yang namanya sering jadi rekomendasi.

“Nama asli aku itu sebenarnya Khairunnisa. Icha Mahendra itu baru aku pakai setelah bersuami. Selama di sekolah aku dipanggil Nissa, sedangkan di rumah akrab disebut Icha. Mahendra itu aku ambil dari nama suami. Jadi sekarang, teman-teman semasa sekolah pada kaget dan enggak menyangka kalau Icha Mahendra itu Nissa yang mereka kenal,” jelasnya menghapus tanya.

Perempuan berhijab itu mengaku menyukai dunia rias wajah sejak mengantongi ijazah SMP. Berawal ketika memiliki teman-teman waria yang selalu nongkrong di salon depan gang rumahnya. Setiap sore menjelang malam, Icha suka menonton teman warianya yang tengah sibuk merias wajah sebelum mangkal. Bahkan, tak jarang Icha juga ikut merias wajahnya, sambil menyontek setiap tahapan make up yang dilakukan teman-temannya.

“Aku bukan tipikal orang yang suka memilih-milih teman. Jadi, setiap sore, aku selalu gabung dengan mereka untuk sekadar bercanda gurau sampai ikutan make up di depan gang. Sampai akhirnya mereka sadar dengan bakat merias, dan merekomendasikan aku untuk mendaftar di lembaga kursus tata rias pengantin yang ada di Samarinda,” ungkapnya.

Tanpa pikir panjang Icha langsung mengambil kelas rias lima adat pengantin. Yakni, Sunda, Eropa, Jawa, Bugis, Banjar. Sambil mendalami ilmu tata rias pada pagi hari, dia lalu melanjutkan aktivitasnya sebagai pelajar di SMA Muhammadiyah 2 Samarinda siangnya.

“Sayangnya aku hanya sempat belajar 3 budaya saja yakni Bugis, Jawa, Eropa. Enggak sampai habis. Selain itu, aku juga merasa bosan dan lelah karena pagi kursus rias, selesai jam kursus langsung sekolah. Benar-benar menguras tenaga,” jelasnya.

Setelah berhenti kursus, Icha mengaku tidak berpikir untuk meneruskan bakatnya itu. Hingga dia memutuskan melepas lajang pada 2007 dengan pria yang berprofesi sebagai juru foto. Tak disangka semenjak itulah kariernya menjadi MUAprofesional dimulai.

“Awalnya aku hanya bantu suami untuk rias modelnya. Enggak lama setelah itu, naluri sebagai MUA muncul kembali. Disarankan suami untuk melanjutkan. Akhirnya mulai semangat lagi dan memutuskan untuk belajar autodidak,” beber perempuan yang kental dengan aksen Banjar itu.

“Enggak hanya ikut suami, aku juga mempromosikan jasa rias kepada teman fotografer Samarinda yang lainnya. Selain itu juga pelan-pelan menerima make up pesta. Pada saat itu baru dapat Rp 20 ribu sekali rias. Namanya baru pemula, belum memikirkan bayaran. Yang penting klien puas dan dapat promosi,” ujarnya kemudian tersenyum.

Meski hanya Rp 20 ribu, Icha tidak pernah mengeluh dan selalu bersyukur. Dia percaya, niscaya Allah SWT akan selalu menambahkan rezeki setiap umat yang selalu bersyukur. Hal itu bukan sekadar isapan jempol, dia yang tak pernah mengeluh atas nikmat yang belum didapat akhirnya berada pada titik kesuksesan. Berawal dari Rp 20 ribu, perempuan beranak satu itu, berhasil mendapatkan minimal Rp 40 juta setiap bulannya. (*/nul*/rdm2)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 10 Februari 2019 10:05

Pria Wajib Pakai Deodoran dan Body Spray...??

Percaya diri tumbuh ketika pria memiliki tubuh yang wangi. Tapi, terkadang…

Minggu, 03 Februari 2019 11:27

Si Tangan Ajaib

SETIAP calon pengantin selalu ingin tampil menawan pada hari bahagia…

Minggu, 03 Februari 2019 11:26

Tak Ada Suka Tanpa Duka

SIAPA warga Samarinda yang tidak mengenal sosok make up artist…

Minggu, 03 Februari 2019 11:21

Perbanyak Syukur, Puaskan Klien

KHAIRUNNISA menyadari bahwa MUA, bukan lagi profesi musiman. Pasalnya, jasa…

Minggu, 20 Januari 2019 10:30

Membuat Amplang di Papua

HINGGA kini, Taufik Rahmani masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kewirausahaan…

Minggu, 20 Januari 2019 10:28

Wajib Belajar dari Kegagalan

Sejak 1992 hingga kini, usaha amplang Taufik Rahmani semakin eksis.…

Minggu, 06 Januari 2019 08:34

Penting..!! Cek Kolesterol Usai Liburan

Liburan bisa membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan…

Minggu, 30 Desember 2018 11:02

Maratua Istimewa

Komunitas gowes Kaltim Post, Samarinda Blue Bike Community (SBBC), kembali…

Minggu, 30 Desember 2018 10:47

Tubuh Ideal dan Pertahanan Diri

SALAH satu olahraga bela diri yang cukup populer berasal dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*