MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Senin, 28 Januari 2019 08:20
Haruskah Terus-menerus Bersinggungan?

PROKAL.CO, align="left">OLEH: DWI RESTU

(wartawan Kaltim Post)

TUBUH baru rebah di atas tempat tidur. Menatap plafon putih yang sebagian jadi persinggahan cicak. Malam menyergap, lelah beraktivitas seharian di jalanan, seketika hilang. Maklum, menjadi seorang "kuli tinta", bukan perkara mudah. Merekam aktivitas sebagian sudut ibu kota Kaltim, sudah jadi rutinitas saya. Perut keroncongan, tapi badan sudah kadung dipeluk dipan. Enggan dilepas karena sudah nyaman. Sekarang zaman sudah canggih, lewat aplikasi, bisa pesan apa saja, termasuk menyantap makanan yang diinginkan.

Aplikasi jasa angkutan berbasis online, yang menyediakan pilihan pembelian makanan saya pilih. Meski jam di dinding menunjukkan pukul 23.00 Wita, saya tak lagi peduli. Misi diet saya buyar seketika. Setelah berselancar di aplikasi, order makanan sedang proses, hanya hitungan menit pesan masuk di ponsel pribadi saya. "Bang, ada teman dipukul," tulis rekan saya di pesan WhatsApp. "Siapa yang pukul? Laporan saja di polisi," balas saya.

Seketika pula notifikasi dua kelompok sesama penyedia jasa transportasi memenuhi percakapan grup. Akhirnya saya paham, pesan yang dikirim rekan saya, maksudnya adalah anggota ojek online. Pasti sama sopir angkutan kota (angkot). Dan, benar adanya. "Wal (kawal, dalam bahasa anak Samarinda artinya teman), ke polres (Polresta Samarinda) sekarang. Ramai anggota ojol (ojek online)," chatting rekan saya sesama jurnalis. Makanan selesai disantap, badan yang harusnya istirahat, akhirnya kembali bekerja. Bertolak ke markas utama kepolisian Kota Tepian.

Bukan sekali dua kali dua kelompok itu bersinggungan. Sudah terlalu sering bahkan. Masalahnya, lagi-lagi "piring nasi", alias rezeki. Malam itu, Kamis (24/1), emosi masih menggebu-gebu. Kabar bentrokan dua jasa transportasi itu juga memenuhi beranda media sosial. Ada yang menghujat, bijak, ada pula yang panas memberikan komentarnya sangat pedas. "Namanya juga netizen," ujar saya ke rekan sesama profesi. Bicara rezeki, saya tiba-tiba teringat dengan sebuah ceramah seorang ustaz muda. Seyogianya rezeki sudah ada yang atur, dan itu tidak tertukar. Lagi pula, rezeki tak melulu soal uang.

Namun, apa daya, istri dan anak di rumah butuh makan. Saya juga mafhum perihal keluhan sopir angkot. Pendapatannya menurun drastis, setelah jasa angkutan online mulai digandrungi masyarakat. Dari kalangan selebriti hingga warga biasa. Di era modern, hal seperti itu sulit ditolak. Menilik lebih dalam, bagaimana minimarket bisa tumbuh subur. Jika melihat toko ritel, pelayanannya berkelas. Memiliki sambutan hangat bagi pengunjung yang datang. Begitu pula jasa angkutan online saat ini. Bukan untuk menyampingkan angkot, tapi publik sudah bisa menilai semuanya.

Mudah dan cepat. Bisa dijangkau hingga ke titik tujuan. Di era yang terus berkembang, siapa tak bisa berkompetisi, maka akan mati. Bukan untuk meninggalkan angkot, saya pikir, harus ada pembenahan khusus. Toh emak-emak masih banyak yang menggunakan jasa angkot. Lantas, mau sampai kapan bersitegang.

Saya sempat bertemu dengan oknum sopir angkot yang menganiaya seorang anggota ojek online. Taufik Wijaya, usianya 26 tahun. Jauh dari kampung halamannya, Blitar, Jawa Timur, dia malah membuat ulah. Tak memiliki tempat tinggal pasti di Samarinda, pemuda yang rupanya sudah bolak-balik penjara itu memanfaatkan ruang loket penjualan tiket bus antarkota. Dia mengakui kesalahannya. Dan meminta maaf atas perbuatannya. Dari sederet kejadian serupa di Samarinda, saya jadi berpikir, harus ada terobosan baru perihal transportasi di Samarinda. Tujuannya jelas, agar peristiwa penganiayaan tak kembali terulang. Tentunya, harus ada sikap dari pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tulisan ini bukan untuk memperkeruh suasana. Setidaknya, jangan ada lagi pertumpahan darah demi mencari rezeki. Dan mari sama-sama membangun ibu kota Kaltim agar lebih baik. (*/rsh/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*