MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk
Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili
Bendungan Bilibili meluap.

PROKAL.CO, MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah kali pertama Bendungan Bilibili yang dibangun pada 1991 itu, membuat panik secara masif. Warga bantaran Sungai Jeneberang berlarian.

Sesaat setelah alarm berbunyi nyaring, lima pintu pembuangan bendungan dibuka. Air bergolak. Melabrak semua yang ada di bawahnya. Termasuk jembatan penghubung Bontomarannu-Manuju, terputus.

Dampak domino pembukaan semua pintu pembuangan itu, benar-benar terasa. Banjir melanda pemukiman di sepanjang pesisir Sungai Jeneberang. Jembatan Kembar Sungguminasa pun sempat ditutup karena bergemuruh akibat hantaman arus deras limpahan Bilibili. Pembukaan pintu pembuangan dilakukan sejak pukul 07.00 Wita. Peningkatan elevasi muka air waduk sudah mencapai titik rawan: 101.64. Ketinggiannya sudah lebih dari 1 meter di atas mercu bendungan.

Kondisi itu membahayakan. Normalnya, hanya 99.50 saja. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) tak ada pilihan. Mereka pun sempat beberapa kali memberi peringatan. Sirine.

Konsekuensinya jika pintu air dibuka, warga yang berada di sekitar area Sungai Jeneberang akan terdampak. “Jika pintu air tak dibuka, ancaman lebih besar akan datang. Bendungan jebol, sehingga menimbulkan dampak banjir skala besar," ungkap BBWSPJ, T Iskandar.

Faktor curah hujan yang tinggi membuat kondisi air di bendungan Bilibili meningkat. Mengancam konstruksi bendungan. Makanya saat kondisi ini terjadi, BBWSPJ langsung berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah yang diprediksi kena dampak luapan.                Termasuk memberi laporan ke gubernur dan wagub, serta sejumlah kepala daerah. Penetapan status waspada diambil atas pertimbangan kondisi bendungan. Bahkan hingga pukul 18.05 Wita, kenaikan elevasi muka air telah mencapai 101.87.

Meski begitu, hingga pukul 20.53 Wita, ada penurunan tingkat elevasi dengan angka 101.85. "Makanya kita turunkan status lagi dari waspada menjadi siaga. Sampai saat ini pintu air di wilayah hilir menuju Sungai Jeneberang masih kita buka," ungkapnya.

BBWSPJ belum bisa memprediksi kapan pintu air tersebut ditutup. Semua bergantung kondisi cuaca dan curah hujan, yang menjadi penyebab utama naiknya evelasi air bendungan. Memang, peristiwa ini baru terjadi selama beberapa tahun terakhir. Makanya masyarakat yang tinggal di sekitar sungai pun rata-rata baru merasakan banjir akibat luapan air.

"Laporan dari BMKG memang besar. Di atas 100 mm. Bahkan sempat sampai 300 mm," tambah Iskandar. 

Maksimal 103

Bendungan Bilibili pada dasarnya memiliki daya tampung 375 juta meter kubik dengan tingkat elevasi muka air 103. Dari daya tampung tersebut, yang efektif untuk kebutuhan irigasi hingga PDAM, 345 juta meter kubik.           Sisanya yakni 29 juta meter kubik untuk tampungan mati demi keperluan pemeliharaan bendungan. Ketika hampir mendekati tingkat elevasi maksimal, BBWSPJ sudah harus melakukan tindakan. Membuka pintu air jadi pilihan. Itu untuk menormalkan daya tampung bendungan.

Sebetulnya, pintu air dibuka sedikit demi sedikit saat tingkat elevasi bendungan sudah mencapai 99.42. Hanya saja, belum berefek, lantaran bukaan pintu yang masih kecil.  "Saat proses bukaan, kami umumkan ke masyarakat di wilayah hilir bendungan. Jangkauan pengumumannya hingga 4 kilometer dari pusat bendungan. Jadi bukan membunyikan sirine," urai Iskandar.

Prores itu dinilai sudah sesuai standar operasional. BBWSPJ baru membuka pintu secara menyeluruh saat tingkat elevasi mencapai angka 101.64 pada pukul 07.00 Wita pagi kemarin.  "Kita cegah tingkat elevasi mencapai 103, karena kondisi daya tampung bendungan. Ketika sudah mendekati, harus kita buka pintu air untuk kembali menormalkan daya tampung yang ada," tambahnya.

 

Dampak Besar

Tumpahan air Bendungan Bilibili membuat dua jembatan di Gowa ambruk. Yakni di Kampung Palingang, Perbatasan Desa Moncongloe dan Tanakaraeng di Kecamatan Manuju. Juga Jembatan Lemoa, di Desa Pattallikang.  Ambruknya dua jembatan ini akses menuju Kecamatan Bungaya dan Botolempangan terputus. Warga yang hendak melintas tak bisa lagi menyebrang. Beruntung tak ada korban jiwa.

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Mundoap, meninjau langsung kondisi jembatan ini. Mundoap menjelaskan, dengan ambruknya kedua jembatan ini akses ke dataran tinggi betul-betul terputus. Sebab, untuk memutar melewati Jeneponto juga tak bisa sebab di Jeneponto ada jembatan yang amruk.

"Insyaallah, mulai besok (hari ini) kita upayakan buat dulu jalan sementara di sana. Semoga cuaca segera normal," harapnya.  Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerukan agar warga bersama-sama berdoa dan ia berharap cuaca bisa kembali normal kembali. "Kita akan berupaya terus menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena bencana," tambahnya. ((SUARDI-RUDIANSYAH-SYAEFUL/Fajar)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:42

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

 JAKARTA – Kamis lalu (14/2) Garuda Group mengumumkan penurunan harga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:27

ASTAGA..!! Ketua PSSI Jadi Tersangka

JAKARTA – Ibarat kapal, PSSI kini benar-benar terguncang hebat. Tadi…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:50

Gubernur Siap Kawal Jalur Alternatif ke APT Pranoto

TENGGARONG–Terbukanya jalan alternatif dari Tenggarong ke Bandara APT Pranoto melalui…

Jumat, 15 Februari 2019 10:26

DIPUKULI...!! Gagal Maling Sepeda, Nyawa Pria Kurus Ini Melayang

SAMARINDA- Naas bagi pria yang belum diketahui namanya itu. Ya,…

Jumat, 15 Februari 2019 10:06

Ditanya Siapa yang Mengisi Wakil Bupati, Ini Penjelasan Edi Damansyah

SAMARINDA - Edi Damansyah resmi dilantik Gubernur Kaltim Isran Noor…

Jumat, 15 Februari 2019 09:04

Edi Dilantik Jadi Bupati, Begini Pesan Gubernur Kaltim...

TENGGARONG - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini resmi memiliki pimpinan…

Kamis, 14 Februari 2019 11:59
Pembiayaan Pakai Skema Apa?

BERDOA AJA KUAT-KUAT..!! Jembatan Tol Bisa Dibangun Tahun Ini

BALIKPAPAN – Sebelum akhir tahun ini, pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam…

Kamis, 14 Februari 2019 09:39

Jalan Rusak, 144 Warga Transmigrasi di Paser Terancam Terisolir

TANAH GROGOT - Jalan menuju lokasi transmigrasi di Desa Keladen…

Rabu, 13 Februari 2019 12:44

KENAPA JUGA..?? 2.049 Caleg Tolak Publikasikan Riwayat Hidup

JAKARTA – Tidak semua calon anggota legislatif (caleg) bersedia diketahui…

Rabu, 13 Februari 2019 10:29

Penunjukan Sekda Definitif, Pemprov Tunggu Jawaban Presiden

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor telah menyurati Presiden Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*