MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 23 Januari 2019 11:13
Wacanakan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemilu serentak ternyata bukan pilihan terbaik. Lima surat suara yang harus dicoblos dalam sekali pemilihan berpotensi membingungkan kalangan bawah. Pemilih juga hanya berfokus pada pemilihan umum presiden (pilpres), sedangkan pemilu legislatif (pileg) terkesan terlupakan.

Problem-problem itu diungkap dalam diskusi di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kemarin (22/1). Ada banyak kelemahan pemilu ketika dilaksanakan secara serentak.

Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu Demokrasi August Mellaz mengungkapkan, pemilu serentak membuat perhatian publik nyaris tersita seluruhnya untuk membahas pilpres. Alhasil, perkembangan pileg di tingkat pusat maupun daerah menjadi minim pantauan.

Sementara itu, penyelenggara pemilu di daerah cenderung menunggu instruksi dari pusat. Kurang ada inisiatif untuk memberikan pendidikan bagi pemilih dalam bentuk lain. ”Porsi pilpres boleh dibahas, tapi jangan terkonsentrasi ke sana,” tuturnya.

Anggota DKPP Alfitra Salamm juga mengakui efek samping pemilu serentak itu. Salah satunya adalah tingkat pengetahuan pemilu yang rendah, bahkan di kalangan mahasiswa. Padahal, mahasiswa dikenal publik sebagai kalangan terpelajar. ”Mahasiswa di Jakarta (berdasar survei, Red) tidak peduli tentang hal dasar pemilu,” ungkapnya.

Menurut Alfitra, keserentakan pemilu di UU Nomor 7 Tahun 2017 perlu dievaluasi. ”Bisa juga dipisahkan antara pemilu daerah dan pusat,” lanjut dia. Artinya, memisahkan pemilu anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dengan tiga pemilihan lainnya (pilpres, pileg DPR, dan pileg DPD). Dia yakin pemerintah dan DPR juga sudah mulai mengevaluasi format keserentakan itu.

Menurut Alfitra, pemilu serentak dengan lima surat suara membuat masyarakat lebih berkonsentrasi pada pilpres. ”Apalagi, generasi muda, mahasiswa, tidak begitu peduli siapa calon anggota legislatifnya,” tambah dia. Dampaknya, kualitas anggota legislatif yang terpilih nanti tidak bisa dijamin karena tak ada yang peduli dengan rekam jejaknya. (byu/c9/fat)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 11:01
Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Aku Pengin ke Minimarket Numpak Jaran

 Ada dua alasan kenapa Dodit Mulyanto membangun rumah di tengah…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Ma’ruf Berencana Temui Sandi

JAKARTA – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan rencana menemui cawapres…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:47

Divonis 3 Tahun, Idrus Pikir-Pikir

JAKARTA – Idrus Marham terlihat tegang ketika mendengar vonis majelis…

Rabu, 24 April 2019 10:29

PARAH..!! Rebutan Suara, Sesama Caleg Baku Tikam

JAYAPURA-Rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 Distrik Bidogai, Kabupaten…

Rabu, 24 April 2019 10:24

Sofyan Basir Tersangka PLTU Riau 1

JAKARTA – Setelah melewati proses panjang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Rabu, 24 April 2019 10:23

Petugas KPPS yang Meninggal dan Sakit Dapat Santunan

BOGOR - Pemerintah memastikan akan memberikan uang santunan kepada keluarga…

Selasa, 23 April 2019 08:57

GEGER..!! Tetangga Gila Timpas Satu Keluarga, Pelaku Masih Keliaran Bawa Parang

Satu keluarga di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi…

Senin, 22 April 2019 11:15

Bupati Madina Mundur Karena Prabowo Menang Telak, Ini Respon TKN

Mundurnya Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara Dahlan Hasan Nasution…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*