MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04
Polres Belum Terima Komplain Konsumen

Pengungkapan Kasus Produk Kosmetik Ilegal di Balikpapan

BARANG BUKTI: Sejumlah produk kosmetik ilegal yang diamankan Polres Balikpapan dari tersangka.-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan, Kamis (17/1). Namun hingga kemarin (18/1), belum ada laporan resmi yang diterima kepolisian dari konsumen lantaran dirugikan oleh tersangka yang memproduksi produk yang diduga mengandung bahan berbahaya tersebut.

“Kami mengimbau jika memang ada (konsumen) yang dirugikan bisa melaporkan ke kami,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat kemarin.

Indikasi terhadap penjualan produk kosmetik ilegal lainnya juga masih dikembangkan. Makhfud menyatakan dalam pengungkapan yang dilakukan pihaknya lebih kepada peringatan kepada produsen atau penjual untuk tidak lebih jauh memasarkan produknya.

Jika benar-benar belum memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apalagi sampai meracik bahan obat kosmetik sendiri tanpa keahlian dan pengawasan dari lembaga terkait. “Para tersangka yang kami amankan ini, mereka secara jelas melanggar undang-undang kesehatan dan perlindungan konsumen,” katanya.

 

Sementara itu, beredarnya obat kosmetik secara daring hingga door to door diakui punya banyak potensi menimbulkan penyakit. Karena jika terbukti ilegal, ada sejumlah bahan yang belum diketahui efeknya pada pemakai. Obat kosmetik yang belum terdaftar resmi di BPOM disebut memiliki risiko yang besar.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Abdul Hakim menyatakan kerap menerima pasien yang menderita setelah menggunakan produk ilegal. Tanpa konsultasi dulu dengan dokter ahli. “Kulit justru bukannya glowing, malah semakin kusam,” ujar Hakim.

Tak hanya kusam, sejumlah pasien menunjukkan perubahan pada kulit mereka. Di antaranya, gatal, kemerahan, bertambahnya keriput, jerawat, flek, hingga kulit terbakar. Ini disebabkan kandungan dalam obat kosmetik tak cocok. Atau salah dalam proses pemakaiannya. Sehingga harus diobati ulang dengan obat yang mampu meringankan efek negatif. “Yang saya dikhawatirkan itu bisa berpengaruh pada organ dalam,” sebutnya.

Mantan Kepala Unit Pelaksanaan Fungsional (UPF) Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan itu juga menyinggung soal ketergantungan pada pemakaian kosmetik. Yang berdampak pada efek kesehatan jangka panjang. Ada banyak kasus yang ditanganinya pula akibat kelalaian pengguna.

“Misal krim pemutih untuk malam, malah digunakan untuk siang. Atau pemakaian krim tabir surya tidak dilakukan. Akibatnya kulit terbakar atau efek samping lain yang tidak diinginkan,” katanya.

Disebutnya tidak hanya produk kosmetik ilegal, kosmetik yang sudah resmi pun harus melalui serangkaian konsultasi jika akan diterapkan ke kulit. Karena secara umum, jenis kulit manusia berbeda. Ada yang alergi terhadap obat kosmetik dengan bahan tertentu. Sehingga oleh dokter dialihkan ke produk lain yang lebih aman.

Dalam perkembangan dunia kedokteran, sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencerahkan hingga memutihkan kulit dengan cara aman. Namun, dalam praktiknya tak bisa dilakukan secara instan. Baik menggunakan obat luar, hingga yang bisa diminum. Termasuk dengan cara suntik. Hal ini tetap harus di bawah pengawasan ahli. Dengan dosis yang tepat agar tak ada efek samping. “Tapi tren yang ada itu inginnya instan hingga menggunakan produk yang belum dinyatakan aman bagi kesehatan,” imbuhnya.

Hakim berpesan, sebenarnya proses pencerahan atau pemutihan kulit pada dasarnya cenderung akan berdampak negatif bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Kulit yang cokelat disebutnya lebih punya manfaat jika terpapar langsung pada matahari. Karena efek ultraviolet yang berbahaya bisa diminimalisasi dengan melanosit. Yang lebih banyak dimiliki kulit yang kecokelatan.

“Tapi standar kecantikan saat ini diidentikkan dengan kulit yang putih. Boleh saja, tapi jangan putih banget. Jangan lupa ada istilah hitam manis. Ini juga cantik,” kata alumnus Program Pendidikan Dokter Spesialis I, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu.    

 Diwartakan sebelumnya, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Satuan Reskrim, Polres Balikpapan menangkap Nurliah (26), di salon miliknya di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 37, Baru Tengah, Balikpapan Barat, Selasa (15/1).

Tak hanya Nurliah, ada Umi Hani (26) dan Eriena Greena Emerelda (25) yang turut diamankan. Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta menyatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya ditangkap lantaran menjadi produsen kosmetik ilegal. (*/rdh/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 11:09

Jalan Panjang Pabrik Semen, Dari SK Penetapan KBAK hingga Tunggu Revisi RTRW

Meski saat ini rencana pembangunan pabrik semen tengah menjadi pro…

Rabu, 24 April 2019 11:03

Ini Loh Alasan Warga Sekerat Dukung Pabrik Semen

SANGATTA-Rencana pembangunan pabrik semen di Karst Sangkulirang-Mangkalihat mendapat dukungan dari…

Rabu, 24 April 2019 10:57
Pemilu Serentak Dievaluasi Total

Timbulkan Korban Jiwa, Pemilu Nasional dan Lokal akan Dipecah

JAKARTA – Wacana meninjau ulang keserentakan pemilu makin mendapat dukungan.…

Rabu, 24 April 2019 10:20

ADA APA YA...?? Ribuan Brimob 11 Daerah Bergeser ke Jakarta

JAKARTA—Upaya pengamanan pemilu 2019 belum usai. Polri dipastikan menggeser ribuan…

Rabu, 24 April 2019 09:33

Cek Langsung Lokasi Pembangunan Pabrik Semen, Ini Kata Wagub Hadi Mulyadi

SANGATTA – Upaya evaluasi dini terhadap rencana pembangunan pabrik semen…

Rabu, 24 April 2019 09:12

Stok Beras Aman untuk 6 Bulan, Harga Bawang Putih Masih Tinggi

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor dan Direktur Jenderal Pengembangan…

Selasa, 23 April 2019 14:00

Partisipasi Pemilu Susulan di Tabang Hanya 35 Persen

TENGGARONG - Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kukar dari…

Selasa, 23 April 2019 13:36

Jika Tak Merusak, Tak Menganggu, Kenapa Pabrik Semen Ditolak?

Pemkab Kutai Timur (Kutim) menyambut baik rencana pembangunan pabrik semen…

Selasa, 23 April 2019 10:40

KIPP Kaltim Minta Penggelembungan Surat Suara di Samarinda Ilir Diusut

SAMARINDA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaltim menduga terjadi…

Selasa, 23 April 2019 09:23

TRANSPARAN..!! Di Kecamatan Ini, Formulir C1 Dipajang

SANGATTA - Formulir C1 yang digunakan sebagai rujukan jumlah suara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*