MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04
Polres Belum Terima Komplain Konsumen

Pengungkapan Kasus Produk Kosmetik Ilegal di Balikpapan

BARANG BUKTI: Sejumlah produk kosmetik ilegal yang diamankan Polres Balikpapan dari tersangka.-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan, Kamis (17/1). Namun hingga kemarin (18/1), belum ada laporan resmi yang diterima kepolisian dari konsumen lantaran dirugikan oleh tersangka yang memproduksi produk yang diduga mengandung bahan berbahaya tersebut.

“Kami mengimbau jika memang ada (konsumen) yang dirugikan bisa melaporkan ke kami,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat kemarin.

Indikasi terhadap penjualan produk kosmetik ilegal lainnya juga masih dikembangkan. Makhfud menyatakan dalam pengungkapan yang dilakukan pihaknya lebih kepada peringatan kepada produsen atau penjual untuk tidak lebih jauh memasarkan produknya.

Jika benar-benar belum memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apalagi sampai meracik bahan obat kosmetik sendiri tanpa keahlian dan pengawasan dari lembaga terkait. “Para tersangka yang kami amankan ini, mereka secara jelas melanggar undang-undang kesehatan dan perlindungan konsumen,” katanya.

 

Sementara itu, beredarnya obat kosmetik secara daring hingga door to door diakui punya banyak potensi menimbulkan penyakit. Karena jika terbukti ilegal, ada sejumlah bahan yang belum diketahui efeknya pada pemakai. Obat kosmetik yang belum terdaftar resmi di BPOM disebut memiliki risiko yang besar.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Abdul Hakim menyatakan kerap menerima pasien yang menderita setelah menggunakan produk ilegal. Tanpa konsultasi dulu dengan dokter ahli. “Kulit justru bukannya glowing, malah semakin kusam,” ujar Hakim.

Tak hanya kusam, sejumlah pasien menunjukkan perubahan pada kulit mereka. Di antaranya, gatal, kemerahan, bertambahnya keriput, jerawat, flek, hingga kulit terbakar. Ini disebabkan kandungan dalam obat kosmetik tak cocok. Atau salah dalam proses pemakaiannya. Sehingga harus diobati ulang dengan obat yang mampu meringankan efek negatif. “Yang saya dikhawatirkan itu bisa berpengaruh pada organ dalam,” sebutnya.

Mantan Kepala Unit Pelaksanaan Fungsional (UPF) Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan itu juga menyinggung soal ketergantungan pada pemakaian kosmetik. Yang berdampak pada efek kesehatan jangka panjang. Ada banyak kasus yang ditanganinya pula akibat kelalaian pengguna.

“Misal krim pemutih untuk malam, malah digunakan untuk siang. Atau pemakaian krim tabir surya tidak dilakukan. Akibatnya kulit terbakar atau efek samping lain yang tidak diinginkan,” katanya.

Disebutnya tidak hanya produk kosmetik ilegal, kosmetik yang sudah resmi pun harus melalui serangkaian konsultasi jika akan diterapkan ke kulit. Karena secara umum, jenis kulit manusia berbeda. Ada yang alergi terhadap obat kosmetik dengan bahan tertentu. Sehingga oleh dokter dialihkan ke produk lain yang lebih aman.

Dalam perkembangan dunia kedokteran, sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencerahkan hingga memutihkan kulit dengan cara aman. Namun, dalam praktiknya tak bisa dilakukan secara instan. Baik menggunakan obat luar, hingga yang bisa diminum. Termasuk dengan cara suntik. Hal ini tetap harus di bawah pengawasan ahli. Dengan dosis yang tepat agar tak ada efek samping. “Tapi tren yang ada itu inginnya instan hingga menggunakan produk yang belum dinyatakan aman bagi kesehatan,” imbuhnya.

Hakim berpesan, sebenarnya proses pencerahan atau pemutihan kulit pada dasarnya cenderung akan berdampak negatif bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Kulit yang cokelat disebutnya lebih punya manfaat jika terpapar langsung pada matahari. Karena efek ultraviolet yang berbahaya bisa diminimalisasi dengan melanosit. Yang lebih banyak dimiliki kulit yang kecokelatan.

“Tapi standar kecantikan saat ini diidentikkan dengan kulit yang putih. Boleh saja, tapi jangan putih banget. Jangan lupa ada istilah hitam manis. Ini juga cantik,” kata alumnus Program Pendidikan Dokter Spesialis I, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu.    

 Diwartakan sebelumnya, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Satuan Reskrim, Polres Balikpapan menangkap Nurliah (26), di salon miliknya di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 37, Baru Tengah, Balikpapan Barat, Selasa (15/1).

Tak hanya Nurliah, ada Umi Hani (26) dan Eriena Greena Emerelda (25) yang turut diamankan. Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta menyatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya ditangkap lantaran menjadi produsen kosmetik ilegal. (*/rdh/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:42

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

 JAKARTA – Kamis lalu (14/2) Garuda Group mengumumkan penurunan harga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:27

ASTAGA..!! Ketua PSSI Jadi Tersangka

JAKARTA – Ibarat kapal, PSSI kini benar-benar terguncang hebat. Tadi…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:50

Gubernur Siap Kawal Jalur Alternatif ke APT Pranoto

TENGGARONG–Terbukanya jalan alternatif dari Tenggarong ke Bandara APT Pranoto melalui…

Jumat, 15 Februari 2019 10:26

DIPUKULI...!! Gagal Maling Sepeda, Nyawa Pria Kurus Ini Melayang

SAMARINDA- Naas bagi pria yang belum diketahui namanya itu. Ya,…

Jumat, 15 Februari 2019 10:06

Ditanya Siapa yang Mengisi Wakil Bupati, Ini Penjelasan Edi Damansyah

SAMARINDA - Edi Damansyah resmi dilantik Gubernur Kaltim Isran Noor…

Jumat, 15 Februari 2019 09:04

Edi Dilantik Jadi Bupati, Begini Pesan Gubernur Kaltim...

TENGGARONG - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini resmi memiliki pimpinan…

Kamis, 14 Februari 2019 11:59
Pembiayaan Pakai Skema Apa?

BERDOA AJA KUAT-KUAT..!! Jembatan Tol Bisa Dibangun Tahun Ini

BALIKPAPAN – Sebelum akhir tahun ini, pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam…

Kamis, 14 Februari 2019 09:39

Jalan Rusak, 144 Warga Transmigrasi di Paser Terancam Terisolir

TANAH GROGOT - Jalan menuju lokasi transmigrasi di Desa Keladen…

Rabu, 13 Februari 2019 12:44

KENAPA JUGA..?? 2.049 Caleg Tolak Publikasikan Riwayat Hidup

JAKARTA – Tidak semua calon anggota legislatif (caleg) bersedia diketahui…

Rabu, 13 Februari 2019 10:29

Penunjukan Sekda Definitif, Pemprov Tunggu Jawaban Presiden

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor telah menyurati Presiden Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*