MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Januari 2019 06:50
Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit
CUACA BURUK: Harga wortel dan sayur lainnya di pasar tradisional Balikpapan mengalami kenaikan karena minimnya pasokan. Kondisi ini diprediksi terjadi hingga Februari. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada triwulan IV 2018 diyakini menjadi memicu harga sejumlah bahan makanan di pasaran. Pasalnya, kondisi tersebut mengganggu distribusi dan produksi tanaman dari daerah pemasok.

"Sayuran seperti wortel sekarang harganya Rp 40 ribu per kilogram dan barangnya sekarang susah. Pasokan menurun. Padahal harga biasanya hanya Rp 12 ribu per kilogram," ungkap Imam, salah satu  pedagang di Pasar Klandasan, Selasa (15/1).

Dia menjelaskan, sejak sepekan terakhir, kiriman pasokan dari luar daerah terbatas. Kondisi tersebut seperti sebuah menjadi tradisi tahunan setiap awal tahun. Di mana harga barang-barang yang didatangkan dari Pulau Jawa selalu naik. Biasanya karena cuaca hingga libur akhir tahun.

Imam menyebutkan, komoditas lain yang terkena dampak, yakni kol, bawang merah, tomat dan bawang prei. Masing-masing secara berurutan, sebut Anwar, dijual Rp 17 ribu per kg dari Rp 12 ribu per kg; Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu dari Rp 30 ribu per kg; Rp 20 ribu dari Rp 12 ribu per kg; dan Rp 40 ribu dari Rp 20 ribu.

Belakangan, sawi harganya juga ikut naik. Melesat ke level Rp 25 ribu dari awalnya Rp 20 ribu per kg. Senada dengannya, Irma, pedagang di kawasan Pasar Klandasan juga mencatatkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang dijual. "Tiap awal tahun, barang dari Jawa sudah pasti naik. Seperti bawang prei, sekarang wortel," ucapnya.

Ia menyebutkan, pasokan memang terganggu atau lebih sedikit dari biasanya. Kejadian ini, biasanya terjadi hingga Februari mendatang. Kemungkinan memasuki April, Mei, dan Juni harga juga naik lagi karena momen Ramadan dan Idulfitri.

Terpisah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Uniba Didik Hadiyatno mengatakan, fenomena ini pasti akan terjadi. Pasalnya, ketergantungan Balikpapan akan pasokan barang dari luar daerah cukup tinggi. Bahkan mencapai 80 persen, bahan pokok berasal dari daerah lain.

“Ketika daerah pemasok sedang dalam kondisi penurunan produksi, imbasnya barang sedikit, harga naik sudah jelas. Itu sudah hukum ekonomi. Di saat seperti ini apalagi cuaca buruk, selain pertanian tidak berproduksi dengan baik, distribusi juga terganggu,” terangnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…

Kamis, 07 Februari 2019 11:09

LUPUT..!! Janji Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, yang Bisa Diraih Hanya 5,17 Persen

JAKARTA- Akhirnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*