MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 15 Januari 2019 08:20
TEGAS..!! Gubernur Isran Bantah tak Peduli Anak Meninggal di Kolam Bekas Tambang
Isran Noor

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor sempat menyinggung sejumlah pemberitaan tentang komentar dirinya terhadap anak meninggal dunia di kolam bekas tambang di Rapat Koordinasi Program OPD di lingkungan Pemprov Kaltim berlangsung di Convention Hall Stadion Sempaja Jl KH Wahid Hasyim, Senin (14/1/2019). 

Dalam pertemuan para Kepala SKPD dan UPTD di lingkungan Pemerintah Provinsi itu, Isran beralasan sedang menjaga etika dan tak mau memojokan pihak lain dalam kasus meninggalnya anak-anak di bekas kolam tambang. 

"Saya paling anti memojokkan orang lain," kata Isran kepada para ASN yang hadir pada rapat rakor. Menurut Isran, kolam bekas tambang yang dikelola usaha pertambangan sah menurut Undang-Undang. Sehingga, ia bisa salah ketika menerangkan bahwa pemberi izin usaha pertambangan yang salah. 

"Makanya saya biarin. Saya tidak mungkin memojokan Walikota dan Bupati yang memberi izin. Karena, benar menurut undang undang," kata Isran. 

Isran menilai banyak pihak yang tidak paham tentang persoalan kolam bekas tambang. Namun, sebagai bentuk kepeduliannya, ia langsung perintahkan Kepala Dinas ESDM untuk cek lapangan setiap kejadian. 

"Bukan saya tidak peduli. Tapi harus jaga etika. Kalau saya menjelaskan ke media, bahwa ini salah kenapa diberi izin. Nggak boleh begitu. Kenapa Kepala daerah yang berikan izin sebelum dilimpahkan ke provinsi. Itupun sah menurut Undang-Undang," ujar Isran dihadapan para ASN. 

Sebelumnya, Isran mengaku memang sempat berkomentar kepada media. Bahwa ia bertanya "kenapa juga anak suka main di kolam itu". "Ini (komentar tersebut) digoreng lagi," katanya. 

Seperti diketahui, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) merilis sejak tahun 2011 ada 32 anak tewas tenggelam di lubang-lubang tambang batubara di Kaltim.

Terakhir, korban bekas kolam tambang adalah Nurul Huda Aulia (10). Nurul tenggelam di kolam, yang dipastikan Jatam, bekas tambang di Jl KH Harun Nafsi Loa Janan Ilir.

Menurut Jatam, hampir seluruh kasus anak tewas di kolam bekas tambang dibiarkan penegakan hukum dan tak pernah direklamasi. Bahkan, perusahaan tambang batubara tetap dibiarkan beroperasi.

Lubang-lubang beracun yang jumlahnya ribuan itu tak pernah direklamasi. Sementara perusahaan-perusahaan tambang batubara tetap dibiarkan beroperasi. (mym)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 15:39
Penyelesaian Jembatan Pulau Balang Molor hingga 2021

Bakal Rekor Nih..!! Jembatan Ini Sudah 12 Tahun Tak Rampung-Rampung

Progres Jembatan Pulau Balang tak begitu menggembirakan. Masalah pembebasan lahan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:34

Pemerintah Pusat Dituntut Responsif

SAMARINDA-Upaya pemerintah mencegah warga yang tewas di kolam bekas tambang…

Rabu, 26 Juni 2019 15:33

Abdoel Moeis Hassan, Tokoh Pertama Kaltim yang Bakal Diusulkan Jadi Pahlawan

Indonesia merdeka hampir 74 tahun. Namun, Kaltim belum memiliki pahlawan…

Rabu, 26 Juni 2019 15:22

KPK Ingatkan Kembali Komitmen Pemberantasan Korupsi Kepala Daerah Se Kaltim

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penandatanganan Komitmen pelaksanaan…

Rabu, 26 Juni 2019 14:55
27 Juni Putusan Sidang MK

Kapolda Diperintah Tak Beri Izin Demo di Sekitar Gedung MK

JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dibacakan besok…

Rabu, 26 Juni 2019 12:58

Keruk Batu Bara Ilegal di Konsesi Insani

TAMBANG ilegal merugikan banyak pihak. Tak hanya warga, negara pun…

Rabu, 26 Juni 2019 12:55

Kasus Tewasnya Bocah di Kolam Bekas Tambang, Pemprov Salahkan Orangtua

SAMARINDA-Penjelasan soal tewasnya bocah di kolam tambang adalah kesalahan orangtua…

Rabu, 26 Juni 2019 12:52

Anak Pemilik Hotel Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai Delapan

BALIKPAPAN-Sedang duduk di teras, Senin (24/6) sekitar pukul 11.20 Wita,…

Selasa, 25 Juni 2019 13:43

Persaingan Retailer Makin Ketat, Keuntungan Terus Mengecil

BALIKPAPAN—Persaingan bisnis retail makanan dan minuman semakin ketat. Bahkan, tidak…

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir

349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan

Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSP