MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 13 Januari 2019 12:29
Pola Makan Benar, Gizi Terjaga
BERJUANG: Menurunkan berat badan hingga 14 kg dalam waktu dua bulan bukan persoalan mudah. Lestari berusaha menjauhi beberapa makanan yang digemarinya, yakni hidangan siap saji.

PROKAL.CO, SETELAH bobot tubuh naik hingga 14 kilogram dalam kurun dua bulan, Lestari berhasil memangkas habis lemak pada tubuhnya. Namun, hasil dari diet ekstrem yang dilakukannya tidak bisa dia nikmati dalam waktu panjang. Pada Juli 2016, perempuan yang akrab disapa Tari itu kembali berbadan dua. Kembali bobotnya bertambah.

Tengah mengandung bukan berarti stop diet. Tari mengaku hingga saat ini masih menjalani program diet, namun diet yang dilakukannya tidak ekstrem seperti dulu.

Tidak sedikit orang terkejut jika mengetahui bahwa dirinya masih menjalani program diet selama mengandung. Bahkan, sang ibu juga sempat melarang karena khawatir akan kesehatan Tari dan janin. Hingga detik ini, dia mengaku bahwa ibunya waswas karena Tari masih bertanggung jawab untuk memberi ASI kepada anak keduanya.

Beberapa ibu hamil, khususnya Tari, baru mulai berpikir untuk melakukan diet secara intens dengan harapan dapat mengurangi beberapa kilo kelebihan berat tersebut usai bersalin. Walau sebagian orang tidak setuju, namun dia memiliki cara untuk mengatur pola makan tanpa memengaruhi kualitas dan kuantitas air susu.

Pola diet sehat bukan berarti tidak makan sama sekali. Banyak yang memulai diet dengan tidak makan pagi, atau melewatkan makan siang dan malam. Padahal, tubuh yang aktif butuh asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi secara berkala. Hal ini disetujui oleh perempuan beranak dua itu karena tidak makan sama sekali bukan solusi yang tepat untuk mengurangi berat badan.

Tari membeberkan tentang diet yang benar. Cara yang tepat adalah dengan tetap makan pagi, siang, dan malam teratur. Tak lupa memerhatikan kandungan pada setiap porsi agar tidak membuat tubuh jadi lemas karena kekurangan nutrisi dan gizi.

“Misalnya makan pagi dengan sarapan kaya karbohidrat. Agar tubuh tetap memiliki energi yang dihasilkan dari kandungan karbohidrat untuk beraktivitas. Boleh dilengkapi susu agar tubuh semakin kuat menjalani aktivitas,” sambungnya.

Tari menyarankan untuk porsi makan siang, pilih makanan yang lebih banyak mengandung serat dan protein. Serat bisa membantu melancarkan metabolisme tubuh, sehingga berat badan lebih stabil. Protein bisa jadi sumber energi alternatif.

Pada makan malam, perempuan yang memiliki hobi joging itu menganjurkan konsumsi sayur dan buah. Boleh pilih kudapan yang lain asal memiliki kandungan rendah lemak agar tidak menumpuk dalam tubuh saat istirahat malam. Sayur dan buah tepat untuk sumber vitamin sehingga tubuh siap kembali beraktivitas keesokan harinya. Terlebih untuk ibu menyusui yang dianjurkan mengonsumsi daun katuk.

“Untuk Anda yang doyan ngemil, camilannya bisa diganti dengan makanan sehat. Seperti buah-buahan atau kudapan rendah kalori. Kalau saya, lebih suka mengolah salad, diet jadi lebih sehat tanpa membuat tubuh lemas,” bebernya.

Tidak hanya mengatur waktu makan, perempuan 29 tahun itu rutin olahraga. Namun, jadwalnya lebih fleksibel dan tidak terlalu intens karena masih memiliki tanggungan merawat sang buah hati.

Setelah melewati masa kehamilan, dirinya mengaku ada perbedaan pada hamil pertama dan kedua. Timbangan hanya naik 10 kilogram, angka yang cukup aman jika dibanding hamil pertama, naik hingga 14 kilogram. Hal itu diakuinya karena tetap mengontrol kalori yang dikonsumsi selama mengandung.

“Pada hamil pertama, saya belum paham tentang kalori yang dibutuhkan. Akhirnya, semua makanan saya habiskan. Apalagi pas masih mengandung, doyan banget tiap malam beli durian. Padahal saat mengandung bukan berarti makan dua kali lipat. Yang benar itu kalori normal sebelum berbadan dua lalu ditambakan sekitar 300 kalori saja untuk kebutuhan bayi,” ungkapnya.

Sakit karena menumpuk lemak itu lebih menyiksa dibanding program diet. Kesehatan jauh lebih mahal dibandingkan sayur, buah, atau makanan berkualitas dengan kandungan gizi memadai. Karena itu, Tari menganjurkan untuk mengatur pola makan sebelum sakit menyerang. (*/nul*/rdm/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 09:34

Keajaiban Dibalik Kebaikan

HARI itu bisa jadi hal yang paling membuat Fitri Eka…

Senin, 24 Juni 2019 09:31

Mengenal Menstrual Cup, Pengganti Pembalut yang Ramah Lingkungan

Menstrual cup atau cangkir menstruasi mungkin masih asing terdengar. Wajar,…

Senin, 24 Juni 2019 09:29

Menstrual Cup Lebih Nyaman, Pastikan Higienis

DELAPAN tahun silam, Eva memutuskan mengubah kebiasaannya. Dari pembalut ke…

Senin, 24 Juni 2019 09:27

Ini Efek Penggunaan Lipstik untuk Pipi dan Mata

Ada banyak produk make-up. Untuk mata, bibir dan pipi punya…

Senin, 24 Juni 2019 09:26

Tampil Maksimal dengan Modal Minimal

TAK hanya tampil maksimal dengan setelan busana menarik, para perempuan…

Senin, 24 Juni 2019 09:23

Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama.…

Senin, 24 Juni 2019 09:21

Cara Wanita Karier Mendidik Anak Mandiri

BEBERAPA orangtua yang bekerja, memutuskan menitipkan anak ke tempat penitipan…

Senin, 24 Juni 2019 09:07

Potato Peanut Crumb, Sajian Unik dari Kentang Kukus

Fushion food menggambarkan makanan yang dibuat berdasar dua elemen atau…

Senin, 24 Juni 2019 09:05

Pasta Rasa Lokal, Fetucini Sambal Matah

DI Indonesia, pasta cukup populer. Di antaranya, spageti, makaroni, dan…

Senin, 24 Juni 2019 09:01

Kopi, Stroberi, dan Vodka

MINUMAN ini terdiri berbahan dasar stroberi dan kopi. Muhammad Rifai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*