MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Minggu, 13 Januari 2019 10:18
Akhirnya Murray Menyerah
TAK KUAT: Andy Murray menyampaikan rencana pensiun dininya di hadapan awak media.WILLIAM WEST/AFP

PROKAL.CO, “WIMBLEDON mungkin akan menjadi yang terakhir.” Andy Murray mengatakannya dengan suara bergetar. Dia berusaha menahan gejolak emosi yang ingin keluar bersamaan dengan pernyataan tersebut. “Meski aku tidak begitu yakin bisa sampai  di sana,” imbuhnya. Dia mulai terisak. Tubuhnya mencoba menghindari mik, tetapi suara dehamannya menahan tangis itu terdengar keras. Dia pun berulang kali menyapu tepi matanya yang tertutup oleh topi biru yang dia pakai.

Ya, kemarin, di hadapan awak media, petenis 31 tahun itu menyatakan keputusannya mengakhiri karier tenisnya. Cedera yang dia alami sejak hampir dua tahun terakhir membuatnya tak lagi kuasa menahan sakit. “Aku sudah berbicara dengan timku. Aku tidak bisa terus begitu. Bermain tanpa tahu kapan perasaan sakit ini akan berakhir,” ucap petenis yang mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris itu.

Bila merunut agenda ATP, Wimbledon akan dihelat Juli. Sejatinya dia bisa saja mengikuti beberapa turnamen yang digelar di antara kurun waktu tersebut. Hanya, dia sendiri ragu bisa tampil karena cedera itu benar-benar menghukumnya.

“Kondisiku tidak baik. Terjebak dengan situasi itu selama sedikitnya 20 bulan. Telah kucoba untuk membuat kepalaku menjadi lebih baik. Tetapi sakit itu masih terasa. Saya pun masih ragu apakah bisa bertahan hingga lima bulan ke depan,” urai mantan petenis nomor wahid dunia itu. Hingga kini, Murray sudah mengoleksi 10 gelar grand slam. Terbanyak dia rengkuh dari Australia Open.

Keputusan Murray mendapat tanggapan dari kawan maupun pesaingnya. Salah satunya Rafael Nadal. “Ketika Anda bertanding tanpa target jelas, tidak bisa bergerak normal karena sakit, itulah saatnya mengambil keputusan,” jelas petenis 32 tahun itu.

Baginya, keputusan Murray mundur akan mengubah wajah tenis dunia. “Kami ingin yang terbaik untuknya, kami akan merindukannya,” jelas perengkuh 17 titel grand slam itu.

Dia tak menampik pernah punya keinginan untuk mengakhiri karier saat menghadapi posisi yang sama dengan Murray saat ini. “Hanya, aku selalu meyakini diri bahwa kami bisa mengatasi ini. Walaupun tentu saja ada saat ketika Anda tidak bisa melihat jalan keluar. Itu yang berat. Aku tahu ini berat secara mental,” tegas petenis asal Spanyol itu. (ndy2/k16)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 12:38
Portugal vs Serbia

MEMBANTU CR7

LISBON – Cristiano Ronaldo tak berkutik saat Portugal jadi juara…

Senin, 25 Maret 2019 11:55
PRANCIS vs ISLANDIA

Mencari Kado Seabad Federasi

SAINT-DENIS – Prancis bakal tampil berbeda dini hari nanti WIB.…

Senin, 25 Maret 2019 11:49

Pelesetkan Abbey Road

MILAN Glorie memang kalah 2-3 dari Liverpool Legends pada laga…

Senin, 25 Maret 2019 10:37

Di Kandang Belanda, Jerman Menang Dramatis

Jerman memetik kemenangan dalam laga pertamanya di Grup C kualifikasi…

Senin, 25 Maret 2019 09:28

Mauro Icardi Suka Selingkuh

STRIKER Inter Milan, Mauro Icardi, memang sudah punya jiwa tukang…

Minggu, 24 Maret 2019 11:50

Cahaya Bukan Penghalang

MIAMI–Sinar matahari sore Dolphin Stadium pada set ketiga tepat mengarah…

Minggu, 24 Maret 2019 11:49

Diprotes, Nasib Ducati Diputuskan Pekan Depan

MIES–Sidang banding yang dilayangkan empat tim pabrikan: Honda, Suzuki, Aprilia,…

Minggu, 24 Maret 2019 11:47

Hattrick Penawar Duka

SOROTAN dalam kemenangan 5-0 Inggris atas Cheko di kualifikasi Euro…

Minggu, 24 Maret 2019 11:46

Korban Pertama Kualifikasi

KUALIFIKASI Euro 2020 baru berjalan satu matchday. Tapi, itu sudah…

Minggu, 24 Maret 2019 11:45

Promessi Bisa Jadi Opsi

KENNY TETE bek kanan paling senior di timnas Belanda saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*