MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Minggu, 13 Januari 2019 10:18
Akhirnya Murray Menyerah
TAK KUAT: Andy Murray menyampaikan rencana pensiun dininya di hadapan awak media.WILLIAM WEST/AFP

PROKAL.CO, “WIMBLEDON mungkin akan menjadi yang terakhir.” Andy Murray mengatakannya dengan suara bergetar. Dia berusaha menahan gejolak emosi yang ingin keluar bersamaan dengan pernyataan tersebut. “Meski aku tidak begitu yakin bisa sampai  di sana,” imbuhnya. Dia mulai terisak. Tubuhnya mencoba menghindari mik, tetapi suara dehamannya menahan tangis itu terdengar keras. Dia pun berulang kali menyapu tepi matanya yang tertutup oleh topi biru yang dia pakai.

Ya, kemarin, di hadapan awak media, petenis 31 tahun itu menyatakan keputusannya mengakhiri karier tenisnya. Cedera yang dia alami sejak hampir dua tahun terakhir membuatnya tak lagi kuasa menahan sakit. “Aku sudah berbicara dengan timku. Aku tidak bisa terus begitu. Bermain tanpa tahu kapan perasaan sakit ini akan berakhir,” ucap petenis yang mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris itu.

Bila merunut agenda ATP, Wimbledon akan dihelat Juli. Sejatinya dia bisa saja mengikuti beberapa turnamen yang digelar di antara kurun waktu tersebut. Hanya, dia sendiri ragu bisa tampil karena cedera itu benar-benar menghukumnya.

“Kondisiku tidak baik. Terjebak dengan situasi itu selama sedikitnya 20 bulan. Telah kucoba untuk membuat kepalaku menjadi lebih baik. Tetapi sakit itu masih terasa. Saya pun masih ragu apakah bisa bertahan hingga lima bulan ke depan,” urai mantan petenis nomor wahid dunia itu. Hingga kini, Murray sudah mengoleksi 10 gelar grand slam. Terbanyak dia rengkuh dari Australia Open.

Keputusan Murray mendapat tanggapan dari kawan maupun pesaingnya. Salah satunya Rafael Nadal. “Ketika Anda bertanding tanpa target jelas, tidak bisa bergerak normal karena sakit, itulah saatnya mengambil keputusan,” jelas petenis 32 tahun itu.

Baginya, keputusan Murray mundur akan mengubah wajah tenis dunia. “Kami ingin yang terbaik untuknya, kami akan merindukannya,” jelas perengkuh 17 titel grand slam itu.

Dia tak menampik pernah punya keinginan untuk mengakhiri karier saat menghadapi posisi yang sama dengan Murray saat ini. “Hanya, aku selalu meyakini diri bahwa kami bisa mengatasi ini. Walaupun tentu saja ada saat ketika Anda tidak bisa melihat jalan keluar. Itu yang berat. Aku tahu ini berat secara mental,” tegas petenis asal Spanyol itu. (ndy2/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 07:04

Waktunya yang Muda Bicara

MELBOURNE – Daniil Medvedev percaya diri akan mengamankan tiket perempat…

Minggu, 20 Januari 2019 10:57

SIASAT TERBATAS

LONDON–Situasi sulit mendera Tottenham Hotspur. Kehilangan beberapa pemain pilar untuk…

Minggu, 20 Januari 2019 10:56

Potensi Dua Gelar

KUALA LUMPUR–Delapan turnamen, tujuh semifinal, dan satu perempat final. Itulah…

Minggu, 20 Januari 2019 10:55

Mudah Lupakan Pipita

MILAN–Serie A giornata ke-20 pekan ini bakal emosional bagi striker…

Minggu, 20 Januari 2019 10:54

Reuni di Derby

Ashley Cole berkesempatan reuni dengan mantan rekan setimnya di Chelsea…

Minggu, 20 Januari 2019 10:53

Panggung Pembuktian Pacman

LAS VEGAS–Sudah 26 bulan atau dua tahun lebih bagi Manny…

Minggu, 20 Januari 2019 10:52

Adangan Williams Bersaudara

MELBOURNE–Pekan kedua grand slam Australia Terbuka baru dimulai. Masih 16…

Minggu, 20 Januari 2019 10:51

Protes karena Lampu

RANKING satu dunia Novak Djokovic menang meyakinkan atas petenis Kanada…

Minggu, 20 Januari 2019 10:49

Ambisi Rebut Banyak Podium

ALEX RINS, pebalap kelahiran Spanyol tahun 1995 itu tercatat jadi…

Minggu, 20 Januari 2019 10:48

Kongres Tahunan Hasil Patungan

NUSA DUA–Di tengah karut-marut sepak bola Indonesia karena isu pengaturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*