MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 12 Januari 2019 14:27
Elektabilitas Stagnan, Saatnya Perkuat Penetrasi
Prabowo dan Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA – Elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mulai stagnan. Tidak ada perubahan secara signifikan dalam tingkat keterpilihan. Mayoritas masyarakat sudah mengetahui dua kandidat tersebut. Masa pencitraan sudah selesai, sekarang saatnya mereka melakukan penetrasi ke masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan CEO dan founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei yang dilakukan lembaganya di Hotel Oria, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, kemarin (11/1). Survei terbaru Alvara dilakukan pada 11–24 Desember 2018. Hasilnya, tingkat elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres tidak jauh beda dengan hasil survei pada Agustus dan Oktober lalu. Artinya, tidak ada perubahan tingkat keterpilihan sejak pertengahan hingga akhir 2018.

”Semakin dekat dengan pelaksanaan pemilu, tokoh capres-cawapres sudah semakin dikenal masyarakat Indonesia,” ungkap dia. Hal itu menunjukkan bahwa masa pencitraan sudah berakhir. Tiga bulan ke depan, paslon harus lebih sering turun ke bawah untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hasan yakin bahwa waktu tiga bulan mendatang sangat menentukan arah politik pada pemungutan suara 17 April. Apalagi, akan ada lima kali debat yang harus diikuti paslon, baik antarpaslon, capres, maupun cawapres. Menurut Hasan, yang menarik bukan konten yang diperdebatkan, tapi isu yang berkembang setelah debat itu selesai. 

Menurut dia, masyarakat akan ramai mengomentari pelaksanaan debat yang dilakukan kedua paslon. Bagaimana gaya paslon menjawab dan mengomentari pertanyaan serta bagaimana mereka menyampaikan gagasan kepada audiens. Hal itulah yang akan menjadi perhatian publik. ”Panting bagi masing-masing pihak untuk bisa mengapitalisasi isu yang berkembang setelah debat selesai dilaksanakan,” katanya.

Pria asal Gresik itu mengaku tidak bisa memastikan apakah debat akan menurunkan atau menaikkan tingkat keterpilihan paslon. Dibutuhkan survei mendalam setelah debat. Dari survei itu, akan diketahui dampak dari debat tersebut.

Alumnus ITS itu menyatakan, setelah debat nanti, lembaganya melakukan survei untuk mengukur elektabilitas paslon dan bagaimana dampak dari debat tersebut. Bagaimana respons masyarakat setelah melihat kedua paslon berdebat. Mereka tentu akan mempunyai tanggapan masing-masing. ”Kita tunggu debatnya dulu, setelah itu akan kami survei,” tuturnya. (lum/c10/fat)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:11

Korban Kecelakaan Kapal di Sumenep, Temukan 15 Jasad Mengapung

SUMENEP–Pencarian korban Kapal Motor (KM) Amin Jaya yang tenggelam di…

Senin, 17 Juni 2019 14:33

KPU Pakai Patokan Gugatan Awal

JAKARTA – Sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) kembali…

Minggu, 16 Juni 2019 22:28

Merasa Tak Ada Beban, Periode Terakhir Jokowi Ambil Keputusan Gila

Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya sudah tidak punya beban dalam…

Minggu, 16 Juni 2019 22:25

Golkar Makin Loyal ke Jokowi

Loyalitas Partai Golkar pada koalisi Jokowi dinilai semakin tinggi. Tak…

Minggu, 16 Juni 2019 21:15

Komisioner KPU Ini Nilai Gugatan Prabowo-Sandi Cacat Logika

JAKARTA- Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai salah satu dalil…

Minggu, 16 Juni 2019 13:27

Penahanan 100 Tersangka Rusuh Ditangguhkan

JAKARTA – Polri terus mendalami kasus dugaan makar. Rencananya, Polri…

Minggu, 16 Juni 2019 13:12

Situng Dipersoalkan, KPU Sebut Tidak Tepat

JAKARTA – Para pihak yang bersengketa atas hasil pilpres di…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:49
Antara Pemilu 2019 dan Pilkada 2020

Wewenang Bawaslu Bisa Berbeda

JAKARTA – Pengawasan pemilu yang tergolong ketat kali ini sangat…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:44

Pimpinan MPR Usul Diisi Gabungan Kubu Jokowi-Prabowo

JAKARTA – Pengisian kursi pimpinan MPR mulai menjadi perdebatan. Sebab,…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:43

Percepatan Kongres untuk Konsolidasi PDIP

JAKARTA – Percepatan Kongres V PDI Perjuangan (PDIP) tidak lepas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*