MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 12 Januari 2019 14:26
Petani Minta Mafia Impor Diberangus
ilustrasi

PROKAL.CO, BLORA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi petani di sejumlah desa di Kabupaten Blora kemarin (11/1). Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan adanya regulasi kartu tani yang berjalan di Jawa Tengah, termasuk desakan agar merumuskan Undang-Undang Pangan yang bisa memberantas mafia impor pangan.

Salah seorang petani bernama Anton Sudibyo meminta Sandi membuat UU Pangan agar tidak dikendalikan mafia. Menurut dia, kebijakan pangan selama ini selalu berorientasi impor dan mematikan petani Indonesia. ’’Kami minta ada moratorium impor gula, termasuk pencabutan kartu tani, karena lebih banyak merugikan kami,’’ kata Anton.

Sebagai petani tebu, Anton tidak sepakat dengan adanya impor. Dia yakin pasokan gula masih bisa dipenuhi petani lokal asal mendapat dukungan dari pemerintah. ’’Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik, Pak, kalau impor gula terus dilakukan,’’ kata Anton dalam dialog dan ramah tamah di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, kemarin (11/1).

Anton juga berharap ada penambahan kuota pupuk bersubsidi. Kemudian, harga giling tebu tahun depan menggunakan sistem beli putus Rp 70 ribu per kuintal. Mendengar hal itu, Sandi menyatakan bahwa aspirasi serupa pernah disampaikan petani tebu di daerah lain. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyatakan sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Salah satunya stop impor dan memberantas mafianya.

’’Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani dan nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan serupa terus saya peroleh dari seribu titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia,’’ papar Sandi.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu mengatakan, komitmen terkait pemberantasan mafia impor merupakan salah satu janji politik. Jika terpilih nanti, dirinya siap mengubah kebiasaan lama pemerintahan saat ini, yakni menyetop praktik impor dan utang. ’’Kami siap memenuhi harapan Pak Anton dan seluruh petani dan rakyat Indonesia,’’ jelas Sandi. (bay/c15/fat)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:11

Korban Kecelakaan Kapal di Sumenep, Temukan 15 Jasad Mengapung

SUMENEP–Pencarian korban Kapal Motor (KM) Amin Jaya yang tenggelam di…

Senin, 17 Juni 2019 14:33

KPU Pakai Patokan Gugatan Awal

JAKARTA – Sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) kembali…

Minggu, 16 Juni 2019 22:28

Merasa Tak Ada Beban, Periode Terakhir Jokowi Ambil Keputusan Gila

Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya sudah tidak punya beban dalam…

Minggu, 16 Juni 2019 22:25

Golkar Makin Loyal ke Jokowi

Loyalitas Partai Golkar pada koalisi Jokowi dinilai semakin tinggi. Tak…

Minggu, 16 Juni 2019 21:15

Komisioner KPU Ini Nilai Gugatan Prabowo-Sandi Cacat Logika

JAKARTA- Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai salah satu dalil…

Minggu, 16 Juni 2019 13:27

Penahanan 100 Tersangka Rusuh Ditangguhkan

JAKARTA – Polri terus mendalami kasus dugaan makar. Rencananya, Polri…

Minggu, 16 Juni 2019 13:12

Situng Dipersoalkan, KPU Sebut Tidak Tepat

JAKARTA – Para pihak yang bersengketa atas hasil pilpres di…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:49
Antara Pemilu 2019 dan Pilkada 2020

Wewenang Bawaslu Bisa Berbeda

JAKARTA – Pengawasan pemilu yang tergolong ketat kali ini sangat…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:44

Pimpinan MPR Usul Diisi Gabungan Kubu Jokowi-Prabowo

JAKARTA – Pengisian kursi pimpinan MPR mulai menjadi perdebatan. Sebab,…

Sabtu, 15 Juni 2019 16:43

Percepatan Kongres untuk Konsolidasi PDIP

JAKARTA – Percepatan Kongres V PDI Perjuangan (PDIP) tidak lepas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*