MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 12 Januari 2019 14:26
Petani Minta Mafia Impor Diberangus
ilustrasi

PROKAL.CO, BLORA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi petani di sejumlah desa di Kabupaten Blora kemarin (11/1). Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan adanya regulasi kartu tani yang berjalan di Jawa Tengah, termasuk desakan agar merumuskan Undang-Undang Pangan yang bisa memberantas mafia impor pangan.

Salah seorang petani bernama Anton Sudibyo meminta Sandi membuat UU Pangan agar tidak dikendalikan mafia. Menurut dia, kebijakan pangan selama ini selalu berorientasi impor dan mematikan petani Indonesia. ’’Kami minta ada moratorium impor gula, termasuk pencabutan kartu tani, karena lebih banyak merugikan kami,’’ kata Anton.

Sebagai petani tebu, Anton tidak sepakat dengan adanya impor. Dia yakin pasokan gula masih bisa dipenuhi petani lokal asal mendapat dukungan dari pemerintah. ’’Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik, Pak, kalau impor gula terus dilakukan,’’ kata Anton dalam dialog dan ramah tamah di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, kemarin (11/1).

Anton juga berharap ada penambahan kuota pupuk bersubsidi. Kemudian, harga giling tebu tahun depan menggunakan sistem beli putus Rp 70 ribu per kuintal. Mendengar hal itu, Sandi menyatakan bahwa aspirasi serupa pernah disampaikan petani tebu di daerah lain. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyatakan sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Salah satunya stop impor dan memberantas mafianya.

’’Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani dan nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan serupa terus saya peroleh dari seribu titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia,’’ papar Sandi.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu mengatakan, komitmen terkait pemberantasan mafia impor merupakan salah satu janji politik. Jika terpilih nanti, dirinya siap mengubah kebiasaan lama pemerintahan saat ini, yakni menyetop praktik impor dan utang. ’’Kami siap memenuhi harapan Pak Anton dan seluruh petani dan rakyat Indonesia,’’ jelas Sandi. (bay/c15/fat)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

Presiden Kesampingkan Aturan Menteri

JAKARTA – Pemberian pembebasan bersyarat (PB) untuk terpidana kasus terorisme…

Minggu, 20 Januari 2019 10:59

Segera Tuntaskan 15 Kasus Umrah

JAKARTA – Regulasi acuan harga minimal paket Rp 20 juta…

Minggu, 20 Januari 2019 10:58

Tol Trans Jawa Tak Gratis Lagi

JAKARTA – Setelah sebulan lebih digratiskan untuk mendukung kelancaran arus…

Minggu, 20 Januari 2019 10:40

HOT BANGET..!! Rekaman Panas Itu Bener-Bener ...Uhhhhh.....

Adegan demi adegan dalam video panas pria dan wanita asal…

Minggu, 20 Januari 2019 10:23

TEGAS..!! Warga Kesal, Tolak Jablay Masuk Kampung

Warga Kampung Tegallega Palasari, Kecamatan Cipanas, Cianjur mengambil sikap tegas…

Jumat, 18 Januari 2019 10:44

Debat Pertama Ngga Seru, Ini Saran dari JK

JAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi masukan dalam Debat Pilpres…

Kamis, 17 Januari 2019 11:32

Aturan Kenaikan Gaji Tuntas Bulan Ini

JAKARTA – Pemerintah pusat menargetkan draf rancangan peraturan pemerintah (RPP)…

Selasa, 15 Januari 2019 10:25
Gaji Perangkat Desa Setara PNS Golongan IIA

Jelang Pemilu, Kebijakan Populis Dikeluarkan

JAKARTA – Jelang pemilu, kebijakan populis kembali dikeluarkan pemerintah. Kali…

Selasa, 15 Januari 2019 10:12

Janjikan Transformasi di Lima Sektor Utama

JAKARTA – Isu swasembada di berbagai bidang menjadi poin utama…

Selasa, 15 Januari 2019 10:09

Kecewa Isu Perempuan Tak Masuk Debat

JAKARTA – Debat paslon presiden dan wakil presiden putaran pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*