MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 12 Januari 2019 14:26
Petani Minta Mafia Impor Diberangus
ilustrasi

PROKAL.CO, BLORA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi petani di sejumlah desa di Kabupaten Blora kemarin (11/1). Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan adanya regulasi kartu tani yang berjalan di Jawa Tengah, termasuk desakan agar merumuskan Undang-Undang Pangan yang bisa memberantas mafia impor pangan.

Salah seorang petani bernama Anton Sudibyo meminta Sandi membuat UU Pangan agar tidak dikendalikan mafia. Menurut dia, kebijakan pangan selama ini selalu berorientasi impor dan mematikan petani Indonesia. ’’Kami minta ada moratorium impor gula, termasuk pencabutan kartu tani, karena lebih banyak merugikan kami,’’ kata Anton.

Sebagai petani tebu, Anton tidak sepakat dengan adanya impor. Dia yakin pasokan gula masih bisa dipenuhi petani lokal asal mendapat dukungan dari pemerintah. ’’Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik, Pak, kalau impor gula terus dilakukan,’’ kata Anton dalam dialog dan ramah tamah di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, kemarin (11/1).

Anton juga berharap ada penambahan kuota pupuk bersubsidi. Kemudian, harga giling tebu tahun depan menggunakan sistem beli putus Rp 70 ribu per kuintal. Mendengar hal itu, Sandi menyatakan bahwa aspirasi serupa pernah disampaikan petani tebu di daerah lain. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyatakan sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Salah satunya stop impor dan memberantas mafianya.

’’Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani dan nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan serupa terus saya peroleh dari seribu titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia,’’ papar Sandi.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu mengatakan, komitmen terkait pemberantasan mafia impor merupakan salah satu janji politik. Jika terpilih nanti, dirinya siap mengubah kebiasaan lama pemerintahan saat ini, yakni menyetop praktik impor dan utang. ’’Kami siap memenuhi harapan Pak Anton dan seluruh petani dan rakyat Indonesia,’’ jelas Sandi. (bay/c15/fat)

 


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 18:31

NGERINYA..!! Tak Terima Mantan Istri Nikah Lagi, Syahrul Bacok Mertua dan Dua Adik Iparnya

Pembantaian satu keluarga terjadi Jalan Pancing IAIN Gang Hawa, Kecamatan…

Minggu, 24 Maret 2019 18:17

Surga Belanja Ngga Cuma Ada di Malaysia dan Thailand, di Indonesia Juga Ada, Cek Ini...

 Saat berwisata, ada banyak sekali hal yang dapat dilakukan, mulai…

Minggu, 24 Maret 2019 18:15

Politikus Golkar Ingatkan Menkeu Agar Tak Lawan Keinginan Jokowi

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu)…

Minggu, 24 Maret 2019 18:09

Libatkan Tuhan dalam Perjalanan Hidupmu

Di usia 70 tahun yang tengah dijalaninya, bepergian jauh tentu…

Minggu, 24 Maret 2019 18:07

Ada Pak Harto dan Ibu Tien di CFD, Warga Antusias Berfoto

Ada yang tak biasa di areal car free day (CFD)…

Minggu, 24 Maret 2019 12:50

KASIHAN, Guru Honorer Dukung 02 Dipecat, Pilih 01 Malah Bebas

 Koordinator Hononer K2 Indonesia Bhimma kembali mengkritisi kebijakan pemerintah. Ini…

Minggu, 24 Maret 2019 10:08

Berjuang untuk Memperbaiki Kehidupan Anak Cucu

Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:11

Mahasiswi Cantik yang Terang-Terangan Naksir Sandiaga Itu Ternyata...

Vincentia Tiffani mendadak jadi perbincangan di media sosial. Ia jadi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:04

Sandi "Dilamar" Mahasiswi Cantik, Jelas Aja Emak-Emak Ngga Terima..!!

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno meminta persetujuan…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:47

Ngga Kuat Ngurus Bayi, Ibu Muda Ini Gantung Diri

Seorang ibu muda, Ni Wayan Restini malah mengakhiri hidup dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*