MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 12 Januari 2019 12:10
Tak Bersatu, Pemkab Enggan Akui KNPI
Yusuf Sumako

PROKAL.CO, TANA PASER – Mediasi islah atau penyatuan dualisme kepemimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Paser digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Paser.

Kepala Dispopar Paser Yusuf Sumako menginginkan ada penyatuan dua KNPI dan segera melakukan islah pada 12 Januari.

“Apabila kedua KNPI di Paser ini tidak mau bersatu, Pemkab Paser tidak akan mengakui keberadaan keduanya. Kita akan bersikap tegas. Berikut pembinaan kepemudaan akan langsung dilakukan kepada organisasi kepemudaan, tidak melalui KNPI,” kata Yusuf Sumako, belum lama ini.

Sedangkan Kasi Politik Dalam Negeri Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Paser Hartono mengatakan, untuk menyatukan dualisme KNPI memang harus ada islah.  Apalagi saat ini adalah tahun politik, dia mengingatkan agar KNPI tidak memasukkan organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan partai politik (parpol).

“Harus diingat bahwa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau AD/ART organisasi kepemudaan adalah menjalankan kegiatan kepemudaan, bukan kegiatan partai politik tertentu,” katanya.

Ketua DPD KNPI Paser kubu Khairuddin, yakni Abdul Aziz mengakui dualisme adalah kenyataan yang sangat menyakitkan seluruh pemuda. Sebab, banyak program kepemudaan tidak jalan. Begitu pula dengan program kerja KNPI yang sudah ditetapkan. Untuk itulah,  ketika dia terpilih sebagai ketua KNPI, dua kubu pemuda harus menyatu dulu. Namun karena kepentingan yang ada di provinsi, akhirnya pemuda di Paser jadi dua lagi.

“Intinya kalau dari KNPI di bawah komando saya, masih tetap sama rohnya dengan pemuda di Paser. Yakni harus satu dan saya membuka seluas-luasnya untuk menyatukan KNPI dan mengakomodasi seluruh organisasi kepemudaan mengingat asas legalitas formal dan undang-undang (UU). Jadi sesuai ketentuan seluruh dokumen legal sudah kami serahkan ke Dispopar serta Kesbangpol sebagai bahan pertimbangan Pemkab Paser menentukan sikap apabila masih buntu,” sebut Aziz.

Lantas Eko Yuniantonosa, ketua DPD KNPI Paser kubu Dayang Donna Faroek, menginginkan penyatuan kedua kubu KNPI perlu keterlibatan organisasi kepemudaan (OKP) sebagai pemegang saham terbesar di tubuh KNPI.

“Semua pihak harus melihat apa yang terjadi sebenarnya, sehingga mengapa terjadi dualisme ini,” pungkas Eko. (/jib/san/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*