MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 12 Januari 2019 12:05
Beda Fakta, Eksekusi Lahan Batal

PROKAL.CO, SENDAWAR–Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat membatalkan eksekusi pengosongan dan pembongkaran tanah sengketa perkara perdata yang dimohonkan oleh PN Tenggarong, Kutai Kartanegara. Perkara eksekusi dalam surat bernomor: E.4.2018.PN.Trg melibatkan delapan pemohon eksekusi selaku penggugat dengan dua tergugat. Lahan sengketa berada di Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kutai Barat, Kamis (10/1).

Alasan pembatalan itu karena sesuai surat putusan PN Tenggarong berbeda dengan fakta di lapangan. PN Kubar hanya diminta untuk mengeksekusi berdasar amar putusan PN Tenggarong. Namun, tidak ada amar putusan itu memerintahkan agar tunduk.

"Juru sita dan saksi-saksi dari PN Kubar sudah turun lapangan, tetapi fakta putusan berbeda dengan fakta lapangan. Sebab, di lapangan, di atas lahan tersebut ternyata ada delapan bangunan rumah milik pihak lain,” jelas Humas PN Kubar, Hario Purwo Hantoro, kemarin.

Dibeberkan Hario, PN Kubar melalui juru sita dan para saksinya membatalkan eksekusi. Mereka hanya mengumumkan amar putusan dari PN Tenggarong Nomor 25/Pdt.G/2005/PN.Tgr di hadapan aparat keamanan dan ratusan warga masyarakat Kampung Lambing.

“Kami (PN Kubar) akan pelajari lagi surat putusan PN Tenggarong tersebut. Karena disebutkan sebelumnya tidak ada rumah (bangunan) di atas lahan tergugat. Tetapi saat ini ada delapan rumah. Sehingga eksekusi tidak bisa dilakukan. Hal itu akan dikoordinasikan ke PN Tenggarong,” tambahnya.

Juru sita dari PN Kubar, Alfian Mufrody SH, didampingi dua saksi dari PN Kubar yaitu Zulkifli dan Aspiani SH, menyampaikan secara resmi pembatalan tersebut di hadapan ratusan masyarakat yang menolak. “Dengan ini saya nyatakan, eksekusi tidak dapat dilaksanakan,” ucap Mufrody SH.

Hingga berita ini diturunkan, kuasa hukum pemohon, Andrian Johnson Daud SH MHum belum berhasil dikonfirmasi.  Di lokasi eksekusi, tak lebih dari 700 warga Kampung Lambing turun ke lapangan, Kamis (10/1) pagi. Warga datang untuk mempertahankan lahan dan bangunan rumah mereka yang telah turun temurun di kawasan yang jadi sengketa itu. Karena mereka yakin, keputusan PN Tenggarong sangat berbeda dengan fakta di lapangan. (rud/ndy/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:47

Gara-Gara Ini, Sembilan Bangunan Disegel

Membangun harus tertib, terutama dari aspek perizinan. Jika tidak, pemerintah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:45

Tunggakan Listrik PLN Capai Rp 6 Miliar

TANJUNG REDEB–Jumlah tagihan rekening listrik pelanggan PLN hingga kini mulai…

Rabu, 19 Juni 2019 11:42

MHU Persilakan Warga Tempuh Jalur Hukum

Komisi I DPRD Kaltim telah menindaklanjuti laporan warga, terkait dugaan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:39

Pembersihan Drainase Perlu Sebulan

TENGGARONG–Tingginya intensitas hujan ditambah potensi banjir kiriman dari hulu Kukar…

Selasa, 18 Juni 2019 10:57

“Jangan Foto-Foto,Mas, Nanti Viral di Media”

Keberadaan pengetap bahan bakar minyak (BBM) terus menjadi sorotan, baik…

Selasa, 18 Juni 2019 10:55

Leher Ditikam, Remaja Kritis

TENGGARONG – Kasus penganiayaan berat terjadi di Pantai Pelangi, Kelurahan…

Selasa, 18 Juni 2019 10:51

Jabatan Direktur PDAM Danum Taka Berakhir, Seleksi Terbuka Bakal Dilaksanakan

PENAJAM- Ahmad Usman resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur…

Selasa, 18 Juni 2019 10:49

Butuh 725 Formasi, Klaim Tak Bebani APBD

PENAJAM- Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) segera mengusulkan formasi penerimaan…

Senin, 17 Juni 2019 22:13

Cekcok, Aldi Tikam Leher Ompi Pakai Badik di Pantai Pelangi Samboja

KUTAI KARTANEGARA- Hanya gara-gara persoalan sepele, seorang pemuda ditikam di…

Senin, 17 Juni 2019 12:29

Padahal Sangat Potensi, Pertanian Baru Tergarap 100 Hektare

TABALAR-Potensi pertanian di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, disebut cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*