MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 12 Januari 2019 12:05
Beda Fakta, Eksekusi Lahan Batal

PROKAL.CO, SENDAWAR–Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat membatalkan eksekusi pengosongan dan pembongkaran tanah sengketa perkara perdata yang dimohonkan oleh PN Tenggarong, Kutai Kartanegara. Perkara eksekusi dalam surat bernomor: E.4.2018.PN.Trg melibatkan delapan pemohon eksekusi selaku penggugat dengan dua tergugat. Lahan sengketa berada di Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kutai Barat, Kamis (10/1).

Alasan pembatalan itu karena sesuai surat putusan PN Tenggarong berbeda dengan fakta di lapangan. PN Kubar hanya diminta untuk mengeksekusi berdasar amar putusan PN Tenggarong. Namun, tidak ada amar putusan itu memerintahkan agar tunduk.

"Juru sita dan saksi-saksi dari PN Kubar sudah turun lapangan, tetapi fakta putusan berbeda dengan fakta lapangan. Sebab, di lapangan, di atas lahan tersebut ternyata ada delapan bangunan rumah milik pihak lain,” jelas Humas PN Kubar, Hario Purwo Hantoro, kemarin.

Dibeberkan Hario, PN Kubar melalui juru sita dan para saksinya membatalkan eksekusi. Mereka hanya mengumumkan amar putusan dari PN Tenggarong Nomor 25/Pdt.G/2005/PN.Tgr di hadapan aparat keamanan dan ratusan warga masyarakat Kampung Lambing.

“Kami (PN Kubar) akan pelajari lagi surat putusan PN Tenggarong tersebut. Karena disebutkan sebelumnya tidak ada rumah (bangunan) di atas lahan tergugat. Tetapi saat ini ada delapan rumah. Sehingga eksekusi tidak bisa dilakukan. Hal itu akan dikoordinasikan ke PN Tenggarong,” tambahnya.

Juru sita dari PN Kubar, Alfian Mufrody SH, didampingi dua saksi dari PN Kubar yaitu Zulkifli dan Aspiani SH, menyampaikan secara resmi pembatalan tersebut di hadapan ratusan masyarakat yang menolak. “Dengan ini saya nyatakan, eksekusi tidak dapat dilaksanakan,” ucap Mufrody SH.

Hingga berita ini diturunkan, kuasa hukum pemohon, Andrian Johnson Daud SH MHum belum berhasil dikonfirmasi.  Di lokasi eksekusi, tak lebih dari 700 warga Kampung Lambing turun ke lapangan, Kamis (10/1) pagi. Warga datang untuk mempertahankan lahan dan bangunan rumah mereka yang telah turun temurun di kawasan yang jadi sengketa itu. Karena mereka yakin, keputusan PN Tenggarong sangat berbeda dengan fakta di lapangan. (rud/ndy/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*