MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Sabtu, 12 Januari 2019 07:22
Daniel di Balik Byton

Oleh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

PROKAL.CO, Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius ingin bangun megapabrik mobil listrik. Di luar kota Shanghai itu.

Yang menawari tidak kepalang tanggung: perdana menteri Tiongkok sendiri. Li Keqiang. Yakni saat Elon Musk bertemu Li di kantor pusat pemerintahan di Beijing. Rabu lalu.

Itulah gaya Tiongkok merayu investor. Khususnya investor raksasa. Yang serius. Yang strategis. Tanah seluas sekitar 100 hektare pun diberikan. Di lokasi yang begitu mahal.

Padahal di Tiongkok sendiri industri mobil listrik lagi semarak-semaraknya. Termasuk hadirnya pemain baru. Yang juga raksasa: Byton. Masuk pasar sekelas Tesla Model 3. Yang bikin heboh itu. Terutama melihat siapa di balik Byton.

Tiongkok memang lagi perlu menunjukkan bukti: tidak menutup investasi asing 100 persen. Yang selalu dituduhkan Amerika. Perusahaan asing selalu dipaksa berpartner lokal. Yang ujungnya mengecewakan mereka: pengalihan teknologi. Atau pencurian.

Melalui Tesla Tiongkok ingin menunjukkan bukti telak: Tesla Shanghai adalah 100 persen perusahaan Amerika.

Pun sebelum itu. Sebenarnya sudah dikeluarkan juga izin serupa. Tapi kepada Jerman. Untuk pembangunan pabrik kimia raksasa. Oleh BASF.

Lepas dari itu hadirnya Tesla Shanghai benar-benar menjadi tonggak baru. Bagi dunia mobil listrik di Tiongkok.

To be or not to be.

Yang akan bersaing habis-habiskan adalah para raksasa: BYD, Geely, Nio. Yang sudah lebih dulu eksis di pasar Tiongkok.

Bahkan seperti BYD sudah bertahun-tahun. Enam tahun  lalu pun saya sudah ke pabriknya. Di luar Kota Hangzhou. Mencoba sendiri produk BYD itu.

Tapi akan hadir pula raksasa baru Tiongkok: Byton itu. Perusahaan dari Nanjing. Yang pernah jadi ibu kota Tiongkok. Dengan produk sekelas Tesla Model 3. Yang layar monitornya lebih dramatik. Jauh lebih wow dari Tesla: seperti tujuh iPad dijejer di daskboard-nya. Ditambah satu seukuran iPad lagi. Di tengah kemudinya.

Tokoh di balik Byton ini adalah orang Jerman: DR Daniel Kirchert. Dengan karier yang selalu melejit di BMW.

DR Kirchert sudah “memandang ke timur”. Sejak muda. Sejak lulus perguruan tinggi. Dia nekat sekolah bahasa asing dulu. Bahasa Mandarin. Pilihannya di ????. Nanjing University. Selama dua tahun.

Pulang ke Jerman, Daniel sekolah lagi. Kalau masternya di bidang matematika, dia mengambil gelar doktor di bidang ekonomi.

Lalu bekerja di pusat BMW di Muenchen. Kariernya naik terus. Sampai menjadi pimpinan BMW di Tiongkok. Dengan jabatan terakhir wakil presiden BMW.

Keahlian khususnya adalah marketing. Analisis data. Ekonomi regional. Dan segala pasar yang tipikal Tiongkok.

Sebelum ikut mendirikan Byton, Daniel sempat bekerja untuk Infinity. Nissan. Di Tiongkok juga.

Pemerintah Kota Nanjing berada penuh di balik Byton. Juga puluhan investor lain. Termasuk Robert Bosch dari Jerman, Faurecia dari Prancis, raksasa otomotif FAW dari Tiongkok, Suning Holding, Harmony New Energy, dan banyak lagi. Ada juga partner Aurora. Khusus untuk mobil tanpa kemudi.

Daniel memang penuh energi. Dia masih sempat nulis dua buku. Dan artikel-artikel di koran. Terutama tentang pertandingan basket.

Akhir tahun ini Byton sudah bisa berproduksi 200 ribu per tahun. Minggu depan membuka showroom di Shanghai. Mobil listrik Tiongkok sekarang pun sudah yang terbesar di dunia. Apalagi tahun depan. Atau tahun berikutnya lagi.

Kapan-kapan saya akan tulis juga: bagaimana pemerintah melindungi mobil listrik dalam negerinya. Terutama yang kelas lebih murah.

Tesla menjadi seperti panik. Yang awalnya seperti agak ragu masuk Tiongkok.

Lalu cepat ambil putusan. Minggu lalu baru groundbreaking pabriknya di Shanghai. Akhir tahun ini sudah dijanjikan masuk pasar. Seperti sulapan.

Bikin pabrik mobil listrik memang tidak sesulit mobil bensin. Apalagi di Tiongkok. Apapun kerja SSW ini gila-gilaan. Membangun pabrik mobil raksasa hanya dalam waktu 12 bulan! (dwi/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 08:44

Naik Bus

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA putuskan naik bus saja. Dari Konya…

Minggu, 20 Januari 2019 07:37

Aksi Empat Sekawan

OLEH: DAHLAN ISKAN PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump membalas.…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:20

Debat Normatif

SUDAH begitu jelasnya moderator menuntun: agar di sesi penutup masing-masing…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Gwadar

OLEH: DAHLAN ISKAN INI tidak penting: dibanding debat calon presiden…

Rabu, 16 Januari 2019 08:22

Defisit BPS

OLEH: DAHLAN ISKAN APA boleh buat: Biro Pusat Statistik harus…

Selasa, 15 Januari 2019 08:30

Mini APBN Made In Khan

OLEH: DAHLAN ISKAN PEMERINTAH baru ini sangat berani: memperkenalkan “Mini…

Senin, 14 Januari 2019 08:11

Petir Jagung

Oleh Dahlan Iskan HARGA telur turun. Pada saatnya nanti. Ketika…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:22

Daniel di Balik Byton

Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius…

Jumat, 11 Januari 2019 09:28

Tembok Surga

OLEH: DAHLAN ISKAN INILAH rapat presiden paling singkat. Kurang dari…

Kamis, 10 Januari 2019 08:04

Tiga Hotel Tiga Malam

Oleh Dahlan Iskan Ini salah saya sendiri: tidak mau bikin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*