MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19
Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Djoko Sudiro, Tunanetra Pengajar Gamelan

PAKAR SENI: Djoko Sudiro melatih anak-anak di Kampung Herbal, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

PROKAL.CO, Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar, mengajar, dan bersosialisasi. Meski tunanetra, dia didapuk sebagai pakar seni di Kampung Herbal Nginden Jangkungan.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

SUARA khas gamelan terdengar sejak masuk mulut gang Kampung Herbal Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo. Semakin jauh masuk, suaranya makin jelas. Sumbernya berasal dari sebuah bangunan kayu. Pendapa Pusaka Budaya.

Sebanyak 15 anak sedang asyik memainkan alat musik logam itu. Sesekali seorang pria tua mengoreksi ketukan yang salah. ’’Ayo Vero, tirukan Bapak. Lihat Bapak cara mukulnya,” ujar Djoko Sudiro kepada seorang anak di samping kirinya. Dia dan bocah laki-laki itu memegang saron, salah satu alat gamelan berbentuk lempengan besi pipih.

Ya, sudah lima tahun terakhir Djoko menjadi pelatih anak-anak di Kampung Herbal. Di sela-sela kesibukan mengajar, dia masih sempat menyisakan waktu untuk anak-anak di kampungnya.

Djoko merupakan seorang penyandang tunanetra. Sejak lahir. Namun, hal itu tidak lantas membuat pria 55 tahun tersebut berdiam diri. Justru dia punya bakat luar biasa. Bermain musik, khususnya gamelan.

Dia ingat betul kali pertama memegang alat musik saat masuk sekolah dasar. Tidak ada kesulitan yang berarti bagi Djoko kecil. ’’Saya sering mendengarkan gamelan. Dari radio. Saat itulah, saya membayangkan pegang alatnya,’’ ujarnya.

Sejak awal dia memegang bonang. Sebuah alat gamelan yang berfungsi sebagai melodi. Terdiri atas 12 pencon (seperti gong kecil), dimainkan dengan dua tangan.

Kian hari permainannya semakin bagus. Terus berlangsung hingga dia menginjak SMA. Bahkan, menjadi pengajar di Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya. ”Ngajar bahasa Jawa dan gamelan juga di sana. Untuk SMP dan SMA,” kata bapak dua anak itu.

Karena bakatnya itu, dia sering tampil di berbagai daerah. Yang paling dia ingat adalah saat bermain di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atas undangan Tien Soeharto. Lalu, saat menjadi pengiring tari di Keraton Solo. ’’Saat itu, yang tunanetra hanya saya,’’ jelasnya.

Kebiasaan meresapi setiap alunan membuat Djoko hafal betul suara alat apa yang dipukul. Tak heran saat mengajar, pendengarannya begitu peka. Dengan mudah mengoreksi kesalahan saat mengajar anak-anak. ’’Hebatnya lagi, Pak Djoko bisa main dua alat sekaligus meski jenisnya beda lho,” kata Iwan Ridwan, warga yang ikut menyaksikan latihan.

Iwan mengatakan, Djoko memang disegani banyak warga. Soal urusan seni, Djoko paling diandalkan. ”Selain ngajar anak-anak, dia mengajar bapak-bapak dan ibu-ibu di sini,” ujar pria yang juga kader lingkungan Kampung Herbal itu.

Memang pendopo milik Kampung Herbal itu digunakan banyak warga untuk berkegiatan. Contohnya, berlatih tari dan drama. Itu dilakukan saat ada acara kampung atau tamu yang bertandang.

Tenaganya pun mengandalkan warga kampung sendiri. Biasanya, bapak-bapak bertugas menabuh musik. Sementara itu, ibu-ibu menari. ”Kalau musik, Pak Djoko yang mengurusi. Beliau yang mengaransemen dan menyesuaikan dengan tari,” ujar Ketua PKK Kampung Herbal Eka Sri Lestari.

Djoko mengatakan, Pendapa Pusaka Budaya memang memberikan banyak dampak positif. Warga jadi lebih guyub satu lama lain. Anak-anak lebih mengenal musik tradisional. ”Tapi, ngajar anak-anak memang lebih sulit. Susah diatur. Nah, yang dewasa kadang keminter,” celetuknya, disambut tawa warga.

Selain gamelan, di pendopo itu banyak alat musik lain. Misalnya, patrol dan elekton. Pengajarnya sama, Djoko. ”Semua alat di sini memang sudah dikuasai Pak Djoko. Ingat musik ya ingat beliau. Manut Pak Djoko pokoknya,” ujar Iwan. (*/c6/ano/jpg/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 09 Februari 2019 13:51
Ketika Pantai-Pantai di Badung, Bali, ’’Dikirimi’’ Berton-ton Sampah

Hamparan Gelas Plastik dan Bungkus Detergen di Pusat Ikan Bakar

Gelombang sampah di pesisir Badung dianggap yang terparah dalam 10…

Jumat, 01 Februari 2019 11:45

Tahun Babi Tanah, Ini 4 Shio yang Diramalkan Kurang Beruntung

 Pada 5 Februari mendatang, masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru Imlek.…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:24

Nuansa Bollywood Bakal Dihadirkan di Hari Jadi Balikpapan

Malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 Republik India di…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:03

Tarifnya Naik 100 Persen, Irianto Minta Keringanan

Tarif tiket pesawat terbang dari Kaltara kian mencekik. Gubernur Kaltara…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*