MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:17
Kebut Tiga Proyek Strategis
MANTAP..!! Jalan di Kaltim-Kaltara Diguyur Rp 2,7 Triliun
AKSES STRATEGIS: Jembatan Pulau Balang kembali mendapat kucuran dana dan ditarget rampung tahun ini.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Kualitas jalan di Kaltim terus ditingkatkan. Sejalan dengan itu, pembangunan jalan di Kaltara hingga tembus ke perbatasan Malaysia juga terus dikebut. Tahun ini, Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara mendapat kucuran Rp 2,7 triliun untuk dua provinsi ini. Selain pemeliharaan jalan nasional secara umum, ada tiga proyek strategis yang ditarget harus rampung.

Kepala BPJN XII Refly Ruddy Tangkere menjelaskan, tahun ini dia ditarget meningkatkan kemantapan jalan nasional di Kaltim menjadi 88 persen dari sebelumnya 76 persen. Lalu di Kaltara target kemantapan minimal 93 persen.

Kemantapan ini diukur berdasarkan empat kategori. Yakni, jalan kategori baik, sedang, rusak ringan dan rusak berat. Tugas BPJN meningkatkan kondisi jalan tersebut. Dari yang sedang ke baik, rusak ringan ke sedang atau baik, dan rusak berat ke sedang atau baik. Kemudian dihitung berdasarkan persentase. “Yang disebut mantap itu jalan yang baik. Target akhir tahun ini, minimal kemantapan jalan di Kaltim 88 persen,” jelasnya.

Sementara itu, di Kaltara memang targetnya lebih tinggi karena relatif lebih banyak jalan yang usianya lebih muda (jalan baru). Dari sisi panjang jalannya juga lebih pendek daripada di Kaltim. Panjang jalan nasional di Kaltara 585 kilometer. Sedangkan panjang jalan nasional di Kaltim 1.710 kilometer.

“Di Kaltim juga relatif masih banyak titik-titik yang rusak. Kaltara sebagian besar sudah (baik), kecuali yang sekarang sedang dikerjakan secara multiyears, dari Berau-Muara Wahau-Simpang Perdau-batas Bulungan (Kaltara) sampai Tanjung Selor,” jelasnya.

Refly melanjutkan, ada tiga proyek strategis yang ditugaskan kepada BPJN XII. Yakni, infrastruktur di perbatasan, penyelesaian seksi V Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan penyelesaian pembangunan Jembatan Pulau Balang. “Tiga proyek penugasan ini memang sedikit berdampak pada jalan nasional yang harus kita manajemeni dengan baik agar tetap fungsional. Karena memang beban kita cukup besar di jalan-jalan nasional,” jelasnya.

Jalan perbatasan di Kaltara, target selesai akhir 2019 pembangunan jalan dari Malinau-Long Bawan-Long Midang sampai batas Malaysia sepanjang 206 kilometer. “Harus tembus dan fungsional,” jelasnya. Lebar jalan 7 meter ditambah bahu jalan 4 meter total 11 meter. Berupa dua lajur jalan dengan dua arah. “Standar jalan nasional. Itu yang penting fungsional dulu, karena lalu lintasnya (LHR/lalu lintas harian rata-rata) juga masih rendah,” sambungnya.

Tahun ini juga, bekerja sama dengan TNI akan membuat jalan tembus dari Malinau-Long Kemuat-Long Pujungan-Datadian-Long Nawang-Metulang-Long Boh dengan panjang lebih dari 500 kilometer. Khusus jalan ini baru ditembuskan, belum bisa fungsional tahun ini. Perencanaan tahun selanjutnya akan dibuat jalan tembus dari Mesalong-Tou Lumbis-Long Bawan.

Sementara itu, di Kaltim, dua proyek strategis yakni Jembatan Pulau Balang dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ditarget rampung tahun ini. Jembatan Pulau Balang dijadwal selesai akhir 2019. Ada kendala pada akses menuju jalan ke Pulau Balang dari arah Balikpapan dan arah Penajam.

Solusinya, akan dilakukan memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah daerah dan pusat. Baik di tingkat kementerian, gubernur, dan bupati maupun wali kota terkait pembagian tugas penyelesaian masalah menuju jalan akses (jalan pendekat) tersebut. “Karena Jembatan Pulau Balang itu masih nonstatus. Jadi perlu pembagian kewenangan. Ini yang akan dibahas pekan ini di Jakarta,” imbuhnya.

Jembatan yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) tersebut dikerjakan dengan sistem kontrak tahun jamak 2014–2019. Tahun ini juga sudah dialokasikan Rp 400 miliar lebih untuk pelunasan proyek senilai Rp 1,3 triliun tersebut.

Sementara itu, rencana fungsional Jalan Tol Balikpapan-Samarinda awal triwulan kedua tahun ini terancam tertunda. Penyebabnya, Pemprov Kaltim yang enggan mengucurkan anggaran untuk seksi I. Seksi yang menghubungkan Kilometer 13 Balikpapan-Samboja tersebut masih perlu penyelesaian sepanjang 2,1 kilometer.

Untuk diketahui, seksi yang dikerjakan oleh Pemprov Kaltim tersebut sepanjang 21,9 kilometer dan terbagi dalam lima segmen.  Refly   mengatakan, persoalan anggaran pasti akan dicarikan solusinya bersama pemerintah pusat.

“Kalau pemprov tak menganggarkan lagi, kita akan meminta ke BUJT (Badan Usaha Jalan Tol). Tentu akan ada kajian. Kecuali kalau dalam hitungan BUJT dari sisi ekonomi tidak layak misalnya, mungkin bisa diambil alih pemerintah pusat. Sekarang sedang dalam tahap evaluasi oleh BUJT,” ujarnya. Hal ini dilakukan agar paling lambat tahun depan keseluruhan jalan tol sudah bisa fungsional.

Sesuai target, memang April 2019 seharusnya jalan tol sudah bisa fungsional. BPJN XII yang mendapat penugasan mengerjakan Seksi V menjaga agar pekerjaan di lapangan tetap sesuai target. Walaupun kenyataan di lapangan kendala yang muncul bermacam-macam. Ada lahan yang sudah dibebaskan bahkan lewat konsinyasi di pengadilan, masih juga muncul persoalan di lapangan.

Namun, dia mengupayakan pada triwulan kedua pekerjaan fisik di Seksi V rampung. Apalagi kekurangan anggaran sekitar Rp 300 miliar telah tersedia. Duit itu untuk pekerjaan paket baru yang diberi nama paket 5a yang berada di Seksi V. Meliputi pembangunan tiga overpass dan tiga jembatan.

Lantas bagaimana dengan kendala pada Seksi I yang ditinggalkan Pemprov Kaltim? Diakuinya butuh waktu. Masih ada sepanjang 2,1 kilometer jalan berupa subgrade, belum sampai fondasi dan pengaspalan. Kalaupun semua telah siap, butuh waktu 3 bulan untuk mengerjakan kekurangan tersebut. Dengan situasi seperti ini, pekerjaan pada segmen tersebut kemungkinan bakal molor.

Maka opsi yang paling mungkin adalah operasional gate to gate. Seksi V yang menghubungkan Kilometer 13 ke Jalan Mulawarman Manggar bisa dibuka lebih dahulu. Begitu juga Seksi 2, 3, dan 4 yang dikerjakan PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JBS) yang relatif paling lancar progresnya. Seksi 2, 3, dan 4 menghubungkan Palaran, Samarinda, ke Samboja. (rsh/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:10

Konstruksi Ibu Kota Baru Dimulai 2021

JAKARTA–Rencana pemindahan ibu kota terus dipersiapkan. Meski lokasinya belum ditetapkan,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…

Senin, 17 Juni 2019 14:28

Pemprov Kaltim Sediakan Rp 10 Miliar Tangani Banjir

SAMARINDA - Usai musibah banjir hampir sepekan melumpuhkan sebagian aktivitas…

Minggu, 16 Juni 2019 23:00

Samarinda Harus Berani Tanpa Tambang

Mengatasi banjir Samarinda cukup pelik. Meski penyebabnya sudah diketahui. Hingga…

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*