MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:03
Mahasiswi Bunuh Bayi Sendiri
Ketahuan karena Kecurigaan Ustaz
DITAHAN: Farida Jumiati Rifanggi (menutup wajah), ibu kandung bayi perempuan yang ditemukan tewas dalam kamar indekos Jalan Pramuka 6, ditahan di Polresta Samarinda sejak kemarin.

PROKAL.CO, INDEKOS dua lantai berkelir oranye di Jalan Pramuka 6, Blok D, RT 30, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya “Kos Mawar”, mendadak ramai, Kamis (10/1). Warga berkerumun, setelah mendapat kabar adanya jasad bayi berjenis kelamin perempuan di kamar Farida Jumiati Rifanggi (22).

Di salah satu media sosial (medsos), Farida mengunggah ke publik. Meminta tolong mencarikan ustaz untuk membantu memandikan dan menguburkan jasad anaknya. Alih-alih menutupi kepergian sang bayi, caranya mengunggah ke dunia maya rupanya menjadi perhatian publik. Ustaz yang menduga ada yang tak benar dengan bayi perempuan tersebut, memutuskan untuk melapor ke Hamsyi Djamhari, ketua RT 30.

“Dia tidak ada laporan, dari pemilik indekos juga tidak ada melaporkan,” sebut Hamsyi. Pria yang cukup lama memimpin warga setempat itu menuturkan, dipanggil oleh ustaz yang datang ke tempat Farida tinggal. “Malah dia (Farida) sempat bilang, kenapa laporan ke RT,” ujar Hamsyi menirukan perkataan mahasiswi tersebut. Hamsyi mencecar pertanyaan.

“Kamu sudah menikah, mana buktinya (buku nikah), suami kamu di mana, keluarga kamu di mana?” tanya Hamsyi. Farida menjawab, bahwa suaminya berada di Nunukan. Dan menyebut buku nikah berada di kampung. Hamsyi masih kurang yakin, selanjutnya meminta untuk dihubungkan dengan suaminya, M Sholeh melalui sambungan telepon. Sempat ada percakapan, terkait pekerjaan Sholeh, pria yang diakui berstatus suami Farida. “Katanya polisi. Dinas di Malinau atau Nunukan,” tegasnya.

Dari dalam kamar, tak ditemukan ada obat-obatan yang menjurus ke aborsi. “Bayi itu seolah terlihat seperti masih bernyawa, ternyata sudah meninggal beberapa jam setelah dia melahirkan,” tegas Hamsyi. Kamis, sekitar pukul 09.00 Wita Farida dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD AW Sjahranie. Sedangkan jasad anaknya langsung dibawa ke kamar mortuary rumah sakit pelat merah. Di tubuh bayi malang tersebut, terdapat beberapa lebam. (*/dra/rsh/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*