MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:00
AKU BUNUH..!! Mahasiswi Ini Bekap Bayi Sendiri sampai Tewas

Melahirkan di Indekos, Didekap karena Takut Ketahuan

DITAHAN: Farida Jumiati Rifanggi (menutup wajah), ibu kandung bayi perempuan yang ditemukan tewas dalam kamar indekos Jalan Pramuka 6, ditahan di Polresta Samarinda sejak kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Nasi sudah jadi bubur. Apa yang diperbuat Farida Jumiati Rifanggi (22) tak bisa mengembalikan nyawa anaknya. Mahasiswi semester akhir di perguruan tinggi swasta itu terbukti membunuh anaknya, beberapa menit setelah sang bayi lahir. Alasannya hanya karena takut diketahui tetangganya. Statusnya resmi tersangka sejak Jumat (11/1).

Mahasiswi asal Sepaku, Penajam Paser Utara, 13 Juni 1997, mulai menjalin hubungan dengan polisi yang kini bertugas di Nunukan, Kaltara. Sejak Februari 2018. Jarak antara Nunukan dan Samarinda memang sangat jauh. Untuk melepas rindu, panggilan video melalui media sosial (medsos) intens dilakukan. Sebulan setelah memutuskan untuk menjalin hubungan kekasih, oknum polisi berpangkat brigadir polisi dua (bripda) itu datang ke Kota Tepian. Di indekos Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, tempat Farida tinggal sebelumnya, hubungan intim itu terjadi.

Setelahnya, hubungan mereka sebatas sambungan telepon dan chatting. “Kekasihnya tugas di Nunukan,” tegas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu ketika bertemu di Polresta Samarinda kemarin. Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. Kemarin siang, Farida pun diperiksa penyidik di ruangan khusus.

Farida sebelumnya sempat kembali ke kampung halaman. Dia bahkan ditanya orangtua perihal perutnya yang membesar. “Pas ditanya, dia (Farida) bilang selesai makan,” ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari. Penuh kejanggalan dengan tewasnya sang bayi, membuat polisi memutuskan untuk melakukan autopsi. Sekitar pukul 09.00 Wita kemarin, dokter forensik RSUD AW Sjahranie melaksanakan autopsi. Paru-paru yang diperiksa ketika dimasukkan ke air, mengambang. “Artinya, bayi sempat hidup,” tegas Bunga.

Bukti jika Farida membunuh tampak pada percakapan dengan kekasihnya yang berada di Nunukan. “Aku bunuh. Tulisannya seperti itu,” sambung perwira polwan balok satu itu. Mahasiswi yang sejatinya sedang mengurus skripsi, harus mengubur angan untuk mendapatkan titel sarjana pendidikan guru sekolah dasar. Tak ingin bayinya yang lahir diketahui tetangga kamarnya, perempuan yang suka membaca itu menggendong anaknya. “Membekap mulut anaknya dengan tangan kiri,” sebut polwan kelahiran Surabaya tersebut.

Perwira yang hobi olahraga senam itu menyebut, bahwa sang kekasih juga sudah diperiksa di Nunukan. “Saya belum tahu seperti apa di sana (Nunukan),” pungkasnya. (*/dra/rsh/k15)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*