MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:00
AKU BUNUH..!! Mahasiswi Ini Bekap Bayi Sendiri sampai Tewas

Melahirkan di Indekos, Didekap karena Takut Ketahuan

DITAHAN: Farida Jumiati Rifanggi (menutup wajah), ibu kandung bayi perempuan yang ditemukan tewas dalam kamar indekos Jalan Pramuka 6, ditahan di Polresta Samarinda sejak kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Nasi sudah jadi bubur. Apa yang diperbuat Farida Jumiati Rifanggi (22) tak bisa mengembalikan nyawa anaknya. Mahasiswi semester akhir di perguruan tinggi swasta itu terbukti membunuh anaknya, beberapa menit setelah sang bayi lahir. Alasannya hanya karena takut diketahui tetangganya. Statusnya resmi tersangka sejak Jumat (11/1).

Mahasiswi asal Sepaku, Penajam Paser Utara, 13 Juni 1997, mulai menjalin hubungan dengan polisi yang kini bertugas di Nunukan, Kaltara. Sejak Februari 2018. Jarak antara Nunukan dan Samarinda memang sangat jauh. Untuk melepas rindu, panggilan video melalui media sosial (medsos) intens dilakukan. Sebulan setelah memutuskan untuk menjalin hubungan kekasih, oknum polisi berpangkat brigadir polisi dua (bripda) itu datang ke Kota Tepian. Di indekos Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, tempat Farida tinggal sebelumnya, hubungan intim itu terjadi.

Setelahnya, hubungan mereka sebatas sambungan telepon dan chatting. “Kekasihnya tugas di Nunukan,” tegas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu ketika bertemu di Polresta Samarinda kemarin. Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. Kemarin siang, Farida pun diperiksa penyidik di ruangan khusus.

Farida sebelumnya sempat kembali ke kampung halaman. Dia bahkan ditanya orangtua perihal perutnya yang membesar. “Pas ditanya, dia (Farida) bilang selesai makan,” ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari. Penuh kejanggalan dengan tewasnya sang bayi, membuat polisi memutuskan untuk melakukan autopsi. Sekitar pukul 09.00 Wita kemarin, dokter forensik RSUD AW Sjahranie melaksanakan autopsi. Paru-paru yang diperiksa ketika dimasukkan ke air, mengambang. “Artinya, bayi sempat hidup,” tegas Bunga.

Bukti jika Farida membunuh tampak pada percakapan dengan kekasihnya yang berada di Nunukan. “Aku bunuh. Tulisannya seperti itu,” sambung perwira polwan balok satu itu. Mahasiswi yang sejatinya sedang mengurus skripsi, harus mengubur angan untuk mendapatkan titel sarjana pendidikan guru sekolah dasar. Tak ingin bayinya yang lahir diketahui tetangga kamarnya, perempuan yang suka membaca itu menggendong anaknya. “Membekap mulut anaknya dengan tangan kiri,” sebut polwan kelahiran Surabaya tersebut.

Perwira yang hobi olahraga senam itu menyebut, bahwa sang kekasih juga sudah diperiksa di Nunukan. “Saya belum tahu seperti apa di sana (Nunukan),” pungkasnya. (*/dra/rsh/k15)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:12

Pemprov Janji Perketat Tambang

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Rabu, 19 Juni 2019 12:10

Konstruksi Ibu Kota Baru Dimulai 2021

JAKARTA–Rencana pemindahan ibu kota terus dipersiapkan. Meski lokasinya belum ditetapkan,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Rabu, 19 Juni 2019 10:44
Pemerintah Dituding Tak Sigap dalam Kasus Tragedi Teluk Balikpapan--sub

Pemerintah Dianggap Tak Siap, Enam Lembaga Negara Digugat

Tragedi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, akhir Maret 2018, masih…

Rabu, 19 Juni 2019 10:41
Yulia Hadi, dari Paser Wakili Tiga Negara di Kontes Kecantikan Tingkat Dunia

Voting di Posisi Teratas, Lolos Empat Besar, Final Digelar di Meksiko

Aktif di kegiatan sosial menjadi pintu gerbangnya menuju kontes kecantikan.…

Rabu, 19 Juni 2019 10:39
Pemprov Janji Perketat Tambang

Penanganan Banjir Samarinda, Pemda Kejar Anggaran ke Pusat

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*